Fakta Unik Sri Mariamman, Kuil Hindu Tertua di Singapura

Kuil Sri Mariamman terletak di South Bridge Road, Singapura. Kuil ini merupakan kuil Hindu tertua di negara kota tersebut, dengan sejarah yang membentang hampir 200 tahun. Kuil Sri Mariamman dinyatakan sebagai monumen nasional pada tahun 1973 dan menjadi tempat ibadah umat Hindu pertama di Singapura yang memperoleh status tersebut.
Kuil Sri Mariamman pernah juga disebut sebagai "Kuil Kling". Istilah "Kling" dahulu digunakan untuk menyebut orang-orang dari India Selatan. Seiring berjalannya waktu, penggunaan istilah tersebut berubah dan kini dianggap merendahkan. Yuk, simak fakta unik tentang Kuil Sri Mariamman berikut ini, guys!
1. Dibangun pada tahun 1827

Pemandangan bagian dalam Kuil Sri Mariamman. (commons.wikimedia.org/Zairon) Dibangun pada tahun 1827, Kuil Sri Mariamman juga dikenal sebagai Kuil Kling Street, jelas Chinatown Singapore. Kuil ini didirikan sebagai tempat ibadah bagi para imigran India Selatan yang berasal dari wilayah Nagapatnam dan Cuddalore. Pada masa-masa awalnya, menyediakan tempat bernaung bagi para imigran India. Kemudian, kuil ini menjadi satu-satunya kuil Hindu tempat para pendeta dapat melangsungkan upacara pernikahan Hindu.
Kuil Sri Mariamman dibangun untuk Dewi Mariamman, yang dikenal karena kekuatannya dalam menyembuhkan penyakit. Oleh karena itu, banyak orang datang ke kuil ini untuk memohon kesehatan yang baik. Adapun Narayana Pillai, yang datang ke Singapura bersama Stamford Raffles pada tahun 1819, memprakarsai pembangunannya.
2. Bagian-bagian tertua dari strukturnya berasal dari tahun 1843

Pemandangan patung-patung di atap Kuil Sri Mariamman. (commons.wikimedia.org/Jakub Hałun) Bagian-bagian tertua dari kuil bata yang ada saat ini berasal dari tahun 1843. Seiring dengan berkembangnya kuil, dilakukan perubahan untuk menyempurnakan desain dan tata ruangnya. Pada tahun 1915, Swan & Maclaren diminta untuk merancang jalur beratap yang menghubungkan menara pintu masuk dengan bangunan utama kuil, lapor NLB Singapore. Kemudian, pada tahun 1925, gopuram (pintu masuk kuil) lama yang bertingkat tiga digantikan oleh menara bertingkat lima yang berdiri hingga saat ini.
Kuil ini telah mengalami banyak perubahan selama beberapa tahun terakhir. Beberapa bagian telah dibangun kembali atau diubah seiring berjalannya waktu. Meskipun demikian, patung kecil Dewi Mariamman di ruang suci bagian dalam tetap tidak berubah. Patung tersebut adalah patung yang sama dengan yang ditempatkan di sana saat kuil pertama kali dibangun.
3. Memiliki banyak fungsi

Pemandangan patung Krisna di atap Kuil Sri Mariamman. (commons.wikimedia.org/AngMoKio) Kuil Sri Mariamman memainkan berbagai peran selain sebagai tempat ibadah. Di masa lampau, digunakan untuk menyelesaikan sengketa dan mencatat pernikahan umat Hindu. Seiring dengan perkembangan dari waktu ke waktu, semakin banyak orang yang datang untuk beribadah sehari-hari maupun menghadiri acara-acara khusus. Kini, sejarah yang kaya juga menjadikan kuil ini destinasi populer bagi mereka yang ingin mempelajari warisan budaya Singapura.
Acara tahunan utamanya adalah Theemithi, sebuah upacara berjalan di atas api yang diselenggarakan pada Oktober atau November. Pada tahun 2023, Kuil Sri Mariamman menggelar upacara pembaruan dan pemberkatan yang keenam, mengingat kuil-kuil Hindu menjalani pembaruan setiap 12 tahun sekali. Sekitar 20.000 orang dari berbagai latar belakang suku turut serta dalam acara tersebut.
Kuil Sri Mariamman merupakan bagian penting dari sejarah dan budaya Singapura. Usia yang tua, desain yang unik, dan peran bagi komunitas India menjadikannya istimewa. Setelah hampir 200 tahun, kuil ini masih menjadi tempat ibadah serta bagian penting dari warisan budaya Singapura.





















