Jakarta, IDN Times — Pertamina Mandalika International Circuit, merupakan wujud dukungan Pertamina kepada dunia balap dan talenta pembalap tanah air. Keberadaan sirkuit internasional ini menjadi sarana balap berstandar internasional, untuk menempa para pembalap muda Indonesia.
Pertamina Mandalika International Circuit Dukung Talenta Pembalap RI

- Pertamina Mandalika International Circuit di Lombok Tengah menjadi simbol dukungan Pertamina bagi dunia balap nasional dengan fasilitas berstandar internasional dan lisensi FIM kelas A.
- Pertamina menunjukkan kontribusinya lewat hak penamaan sirkuit serta mendorong pembinaan pembalap muda melalui ajang Pertamina Mandalika Racing Series menuju level internasional.
- Pembalap dan tim mekanik Indonesia mengapresiasi kesempatan berlaga di lintasan bertaraf dunia yang memberi pengalaman nyata serta motivasi untuk meningkatkan performa dan profesionalisme di ajang balap.
Pertamina Mandalika International Circuit, terletak di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika (KEK Mandalika) di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Sirkuit ini memiliki panjang lintasan 4,31 km dan 17 tikungan, dengan homologasi kelas A atau sikit dengan lisensi keselamatan dan kelayakan tertinggi yang diberikan kepada sebuah sirkuit untuk menggelar balap motor kelas dunia seperti MotoGP. Lisensi didapatkan dari FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme), badan pengatur dan penyelenggara balap motor global.
1. Hak penamaan jadi bentuk kontribusi nyata Pertamina

VP Corporatae Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, kontribusi Pertamina ditandai dengan naming rights atau hak penamaan pada sirkuit yang diresmikan pada 21 November tahun 2024 lalu.
"Keterlibatan Pertamina melalui Pertamina Mandalika International Circuit merupakan salah satu partisipasi Pertamina untuk mengembangkan pembalap-pembalap muda di Indonesia. Diharapkan sirkuit ini tidak hanya digunakan pada saat ajang MotoGP, namun juga menjadi sarana untuk mengasah pengalaman pembalap muda Indonesia khususnya yang saat ini mengikuti gelaran Pertamina Mandalika Racing Series Round 2, menuju anak tangga prestasi di tingkat Internasional," kata Baron.
2. Pembalap muda Indonesia apresiasi sirkuit Mandalika

Para pembalap muda yang ikut ambil bagian dalam Pertamina Mandalika Racing Series (Pertamina MRS) 2026, mengapresiasi hadirnya sirkuit ini, salah satunya adalah Muhammad Fadhil Musyafi, dari tim Yamaha Pikoli Global Ondolomon DRS. Ia mengaku senang bisa berkesempatan berlaga di sirkuit kelas dunia, yang mendorong semangat dan motivasi untuk tampil maksimal.
“Saya kebetulan sangat suka di beberapa area di sirkuit Mandalika terutama di sektor 3 dan 4, saya bisa dengan leluasa dan nyaman melaju, senang sekali mendapatkan kesempatan berharga menjajal sirkuit ini,” ujarnya.
3. Sensasi bertanding di sirkuit internasional

Di kesempatan yang sama, Sudarmono, seorang Mekanik Astra Motor Racing Team Yogyakarta, mengatakan, dalam aktivitas balapan, selain mesin motor, hal teknis serta individu pembalap, hal lainnya yang juga penting adalah sirkuit atau lintasan yang akan dijajal oleh pembalap.
“Sirkuit menjadi bagian penting dan harus memiliki standar khusus. Melalui gelaran Pertamina Mandalika Racing Series ini, seluruh bagian tim mulai dari mekanik, hingga pembalap dapat merasakan sensasi langsung bertanding di sirkuit berstandar internasional,” terangnya. (WEB)



















