Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kemenhut Tangani Konflik Beruang Madu di Riau, Warga Diserang di Kebun

Kemenhut Tangani Konflik Beruang Madu di Riau, Warga Diserang di Kebun
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menindaklanjuti laporan dugaan konflik antara satwa liar jenis beruang madu (Helarctos malayanus) dengan seorang warga di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau (dok. Kemenhut)
Intinya Sih
Gini Kak
  • BBKSDA Riau mengerahkan Tim Wildlife Rescue Unit ke Desa Pangkalan Gondai, Pelalawan, setelah seorang warga diserang beruang madu dari belakang saat berada di kebun.
  • Korban mengalami luka, kehilangan banyak darah hingga pingsan, lalu dibawa keluarga ke RS Selasih Pangkalan Kerinci untuk mendapat penanganan medis.
  • Tim memasang kandang jebak bersama pemerintah desa dan aparat pada 6 Agustus 2026, sambil mengutamakan keselamatan warga serta perlindungan beruang madu dan habitatnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menindaklanjuti laporan dugaan konflik antara satwa liar jenis beruang madu (Helarctos malayanus) dengan seorang warga di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau. Penanganan dilakukan segera setelah laporan diterima dengan mengerahkan Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) ke lokasi untuk melakukan mitigasi dan mencegah konflik serupa terulang.

Langkah ini merupakan komitmen Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni menjalankan perintah Presiden RI, Prabowo Subianto dalam memperkuat mitigasi konflik manusia dan satwa liar melalui penanganan yang cepat, kolaboratif, dan berbasis konservasi. Kebijakan ini diarahkan untuk memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga tanpa mengabaikan perlindungan satwa liar beserta habitat alaminya.

1. Korban diserang seekor beruang madu saat sedang berada di kebun

ilustrasi beruang madu (commons.wikimedia.org/Rushen)
ilustrasi beruang madu (commons.wikimedia.org/Rushen)

Sesaat setelah menerima laporan, BBKSDA Riau langsung mengerahkan Tim WRU dari Pekanbaru menuju lokasi kejadian. Tim membawa satu unit kandang jebak (box trap) sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan dalam penanganan konflik satwa liar.

Setibanya di Desa Pangkalan Gondai, tim langsung berkoordinasi dengan Sekretaris Desa Pangkalan Gondai. Selanjutnya, tim menuju Kantor Desa untuk memperoleh informasi awal serta kronologis kejadian sebagai langkah awal dalam proses penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan pemerintah desa, korban diserang seekor beruang madu saat sedang berada di kebun miliknya. Satwa tersebut dilaporkan menyerang korban dari arah belakang. Korban kemudian melakukan perlawanan sehingga beruang melepaskan serangannya dan melarikan diri dari lokasi kejadian.

2. Korban pingsan karena kehilangan banyak darah

beruang madu
beruang madu (commons.wikimedia.org/Rushenb)

Meskipun berhasil menyelamatkan diri, korban mengalami luka akibat serangan tersebut. Setibanya di rumah, korban dilaporkan kehilangan banyak darah hingga akhirnya pingsan. Pihak keluarga segera membawa korban ke Rumah Sakit Selasih Pangkalan Kerinci untuk mendapatkan penanganan medis.

Saat ini kondisi korban telah berada dalam penanganan tenaga medis. Sementara itu, Tim BBKSDA Riau terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, aparat setempat, serta pihak terkait untuk mengidentifikasi penyebab konflik dan menentukan langkah-langkah mitigasi guna mencegah kejadian serupa.

Sebagai tindak lanjut, pada Kamis (6/8/2026), Tim WRU BBKSDA Riau bersama pemerintah desa dan aparat setempat melakukan pemasangan kandang jebak di sekitar lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan untuk memantau keberadaan satwa sekaligus sebagai upaya mitigasi apabila beruang kembali memasuki kawasan yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

3. Keselamatan masyarakat jadi prioritas utama

ilustrasi beruang madu (unsplash.com/Darren Welsh)
ilustrasi beruang madu (unsplash.com/Darren Welsh)

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan konflik satwa liar.

"Setiap laporan konflik satwa liar kami tindak lanjuti dengan menurunkan tim WRU ke lapangan. Penanganan dilakukan secara terukur dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat serta menjaga kelestarian satwa liar yang dilindungi. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat agar langkah mitigasi dapat berjalan secara efektif," kata Supartono dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

Beruang madu merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, setiap penanganan konflik dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan keselamatan manusia sekaligus menjaga kelestarian satwa beserta habitatnya.

Adapun, Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni menekankan pentingnya penguatan sistem mitigasi konflik manusia dan satwa liar sebagai bagian dari pengelolaan konservasi yang adaptif. Menurutnya, perlindungan keanekaragaman hayati harus berjalan seiring dengan upaya memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar kawasan hutan maupun habitat satwa liar.

BBKSDA Riau mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kebun maupun kawasan yang berbatasan dengan habitat satwa liar agar meningkatkan kewaspadaan, menghindari bekerja seorang diri, serta segera melaporkan kepada BBKSDA Riau atau aparat setempat apabila menemukan keberadaan satwa liar di sekitar permukiman maupun areal perkebunan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More