PGI Tegur Aparat soal Kekerasan Massa: Jangan Lindas Suara Rakyat

- PGI mengatakan, kekerasan, penggunaan gas air mata, maupun meriam air hanya menunjukkan wajah negara yang kurang empati.
- PGI mengingatkan ekspresi kemarahan rakyat lahir dari janji-janji penguasa yang tidak terealisasi, kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat kecil, dan kepemimpinan yang nir-empati.
- PGI mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menghentikan segala bentuk kekerasan pada massa dan menangani kasus tewasnya Affan dengan serius, jujur, dan transparan. DPR juga diminta
Jakarta, IDN Times- Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) memberikan pernyataan sikap soal tragedi kekerasan massa di Jakarta pada 28 Agustus 2025 yang menewaskan driver ojek online Affan Kurniawan.
PGI menegaskan bahwa aparat keamanan seharusnya melindungi, bukan menindas dengan tindakan represif.
“Jangan lindas suara rakyat. Bangsa ini harus dibangun dengan refleksi, bukan represi,” kata Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn F. Manuputty dalam keterangannya, dikutip Minggu (31/8/2025).
1. Kondisi kekerasan tunjukkan negara kurang berempati

PGI mengatakan, kekerasan, penggunaan gas air mata, maupun meriam air hanya menunjukkan wajah negara yang kurang empati.
PGI mengingatkan ekspresi kemarahan rakyat lahir dari janji-janji penguasa yang tidak terealisasi, kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat kecil, dan kepemimpinan yang nir-empati.
2. Minta Kapolri hentikan segala bentuk kekerasan

PGI mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menghentikan segala bentuk kekerasan pada massa dan menangani kasus tewasnya Affan dengan serius, jujur, dan transparan.
DPR juga diminta untuk menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat atas sikap dan pernyataan anggotanya yang melukai hati publik, sekaligus benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat banyak.
Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto diingatkan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat kecil, memberantas korupsi, serta memastikan pembangunan berkeadilan sosial.
3. Kutipan ayat dari Yesaya 1:17 soal keadilan

PGI menyerukan seluruh penyelenggara negara agar menempatkan moralitas, etika, dan kemanusiaan sebagai kompas dalam setiap kebijakan. Aparat diminta profesional dan humanis dalam merespons aspirasi rakyat.
Jacklevyn mengutip satu ayat yang ada di Kitab Yesaya pasal 1 ayat 17, dengan bunyi “Belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan”.
Ini kata dia, menjadi dasar seruan PGI untuk membela kehidupan, menegakkan keadilan, dan berpihak kepada yang lemah.