Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Polemik Banjir Akibat Berdirinya Pabrik di Madiun Kian Mengerucut 

Polemik Banjir Akibat Berdirinya Pabrik di Madiun Kian Mengerucut
Kapolsek Mejayan, Kabupaten Madiun Kompol Pujiyono (kiri) sedang melakukan mediasi antara warga terdampak banjir dengan perwakilan PT Global Way Indonesia, Kamis (14/5). IDN Times/Nofika Dian Nugroho

Madiun, IDN Times – Permasalahan banjir sebagai dampak pembangunan pabrik PT Global Way Indonesia (GWI) di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun makin mengerucut. Sejumlah warga terdampak luapan air mendatangi saluran irigasi yang tertutup akses masuk pabrik, Kamis (14/5).

Kedatangan warga Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun itu dikawal petugas Satpol PP, Polsek Mejayan, dan Babinsa Koramil Mejayan. Dalam kesempatan itu warga mendesak agar pihak pabrik segera menormalisasi saluran air yang dinilai menjadi biang keladi banjir.

1.Demam berdarah dikhawatirkan merebak karena air di selokan selalu menggenang

Genangan air di selokan sebagai dampak tertutupnya saluran air (IDN Times/Nofika Dian Nugroho)
Genangan air di selokan sebagai dampak tertutupnya saluran air (IDN Times/Nofika Dian Nugroho)

Tarum Hadi Purnomo, salah seorang warga Desa Ngampel mengatakan bahwa sebelum pabrik berdiri kawasan tempat tinggalnya bebas banjir. Sebab, irigasi di tepi jalan raya Caruban – Pilangkenceng berjalan normal. Namun, setelah tempat produksi alat olahraga milik PT GWI berdiri maka setiap hujan deras air meluber hingga ke sejumlah rumah, sawah dan akses tranportasi.

“Genangan di selokan depan rumah saya tidak pernah surut. Kami khawatir terjadi masalah baru selain COVID-19, yaitu demam berdarah,” kata Tarum.

2.Petani tidak dapat memanen padinya

Saluran irigasi yang dinilai menjadi penyebab banjir di wilayah Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. IDN Times/Nofika Dian Nugroho
Saluran irigasi yang dinilai menjadi penyebab banjir di wilayah Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. IDN Times/Nofika Dian Nugroho

Selain dari saluran di tepi jalan raya, ia melanjutkan, luapan air juga muncul di belakang rumahnya. Lokasi tepatnya di depan bangunan pabrik PT GWI yang baru beberapa hari ini beroperasi. Saluran di titik setempat dinilai kurang besar sehingga tidak mampu menampung debit air yang tinggi setiap musim hujan.

Dampaknya menimpa lahan persawahan. Sejumlah petani di wilayah perbatasan Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan – Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng – Desa Bajulan, Kecamatan Saradan sudah beberapa kali tidak dapat memanen padinya. Sebab, tergenang banjir.

3.PT Global Way Indonesia dituding sengaja mengolor waktu

Pintu gerbang utama pabrik PT Global Way Indonesia di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. IDN Times/Nofika Dian Nugroho
Pintu gerbang utama pabrik PT Global Way Indonesia di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. IDN Times/Nofika Dian Nugroho

Dengan kondisi semacam itu, Tarum dan sejumlah warga mendesak agar PT GWI segera menormalisasi saluran air. Apalagi, pihak perusahaan telah menyepakati tentang perbaikannya dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis (13/9/2019). Namun, hingga kini tidak segera ditindaklanjuti.

“Ini sengaja diulur-ulur oleh PT GWI karena selama ini hanya disanggupi tapi tidak direalisasikan. Dengan disakisikan pejabat negara (Muspika Kecamatan Mejayan) mudah-mudahan bisa segera ditindaklanjuti tuntutan kami,” Tarum menjelaskan.

4. Pihak pabrik sepakat merampungkan permasalahan selama dua bulan

Anggota Satpol PP Kabupaten Madiun mengecek saluran irigasi sawah di depan pabrik PT Global Way Indonesia yang dinilai sebagai penyebab banjir di Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan, Selasa (12/5). IDN Times/Nofika Dian Nugroho
Anggota Satpol PP Kabupaten Madiun mengecek saluran irigasi sawah di depan pabrik PT Global Way Indonesia yang dinilai sebagai penyebab banjir di Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan, Selasa (12/5). IDN Times/Nofika Dian Nugroho

Menanggapi itu, pimpinan proyek PT GWI di Madiun, Andi Kiswanto menyatakan bahwa pihaknya segera menindaklajuti desakan warga. Untuk saluran irigasi di tepi jalan raya akan rampung dinormalisasi pada Kamis (21/5) pekan depan. Sedangkan saluran air di depan pabrik disanggupi selesai pada dua bulan mendatang.

“Kami catat apa yang menjadi keinginan warga,” katanya singkat saat diminta komentarnya oleh wartawan. Andi dan dua orang dari pihak GWI langsung masuk ke kawasan pabrik. Adapun petugas keamanan langsung menutup pintu gerbang tempat produksi alat olahraga tersebut.

5.Satpol PP siap beri sanksi tegas

Anggota Satpol PP Kabupaten Madiun sedang mengecek saluran air yang dinilai sebagai penyebab banjir di kawasan pabrik PT Global Way Indonesia, Selasa (5/2). IDN Times/Nofika Dian Nugroho
Anggota Satpol PP Kabupaten Madiun sedang mengecek saluran air yang dinilai sebagai penyebab banjir di kawasan pabrik PT Global Way Indonesia, Selasa (5/2). IDN Times/Nofika Dian Nugroho

Sementara itu, Kabid Penegak Produk Hukum Daerah Satpol PP Kabupaten Madiun, Danny Yudi Satriawan menyatakan bahwa pihaknya akan mengawal tindak lanjut dari PT GWI. Apabila kesepakatan normalisasi diabaikan maka akan ada tindakan tegas.

“Kami akan mengkaji dengan dinas terkait. Bila sampai batas waktu yang ditentukan tidak dipenuhi, peringatan mungkin penangguhan perizinan akan dilakukan,” ujar dia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest in News

See More

Keluarga Prajurit TNI yang Gugur di UNIFIL Dapat Santunan Rp1,8 M

01 Apr 2026, 19:39 WIBNews