Fitur Mobile JKN Ini Bantu Pengguna Mengenali Kondisi Kesehatan

- Aplikasi Mobile JKN menghadirkan fitur Skrining Riwayat Kesehatan yang membantu peserta mengenali kondisi tubuh secara dini dan meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan.
- Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam menjelaskan skrining ini memberi gambaran awal bagi peserta dan dokter, cukup dilakukan sekali setahun dengan hasil cepat dalam 5–10 menit.
- Peserta merasa proses pelayanan tetap cepat meski ada tahap skrining, sementara BPJS Kesehatan mendorong masyarakat lebih aktif memanfaatkan layanan digital untuk pencegahan kesehatan.
Jakarta, IDN Times – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menghadirkan berbagai upaya untuk memberikan kemudahan bagi peserta, salah satunya dalam hal mendeteksi secara dini akan kondisi kesehatannya. Salah satu kemudahan tersebut dihadirkan melalui pemanfaatan layanan digital yang tersedia di Aplikasi Mobile JKN.
Melalui fitur Skrining Riwayat Kesehatan yang hadir dalam aplikasi Mobile JKN peserta bisa mendapatkan informasi awal terkait kondisi kesehatan sekaligus dapat mendorong kesadaran peserta untuk lebih memperhatikan masalah kesehatannya.
1. Cerita pengguna fitur Skrining Riwayat Kesehatan

Juliyanti (45) mengaku baru pertama kali melakukan skrining secara mandiri, dan merasa terbantu dengan adanya skrining tersebut. Ia menggunakan fitur Skrining Riwayat Kesehatan yang tersedia pada aplikasi Mobile JKN.
“Dulu sempat ikut tes kesehatan gratis dari polsek dan didiagnosa punya penyakit asam urat. Sebelumnya saya juga sering merasa kebas di tangan, tapi tidak terlalu dipikirkan karena saya kira hanya pegal-pegal biasa aja, eh, sekarang bisa dideteksi lebih awal melalui aplikasi Mobile JKN, menurut saya sangat bermanfaat sekali fitur ini,” ujar Juliyanti.
2. Langkah awal kenali kondisi kesehatan

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam, Harry Nurdiansyah pada kesempatan terpisah menyebutkan kehadiran Skrining Riwayat Kesehatan berfungsi untuk membantu Peserta JKN dan juga Dokter Penanggung jawab Pelayanan pada Fasilitas Kesehatan untuk dapat mendapatkan gambaran awal kondisi dari tubuh. Dengan adanya hasil skrining, arah tindakan pengobatan menjadi lebih tertata.
“Peserta JKN yang sedang berobat, ataupun yang lagi santai di rumah bisa cek kesehatan sendiri, dan lebih cepat, cukup lewat Mobile JKN, sisihkan waktu sekitar 5-10 menit, sudah ada hasil nya langsung, terlebih lagi skrining ini hanya dilakukan sebanyak satu kali dalam satu tahun, jadi tidak terlalu menyita waktu demi kesehatan kita,” ujar Harry.
Pemanfaatan fitur Skrining Riwayat Kesehatan diharapkan dapat menjadi langkah awal peserta untuk lebih mengenali kondisi kesehatannya secara mandiri. Masyarakat dapat lebih waspada dan dapat mencegah lebih awal dengan pola hidup sehat ataupun dengan berkonsultasi ke fasilitas kesehatan.
3. Proses pelayanan tetap cepat dan responsif

Saat ditanya oleh tim Jamkesnews soal pemberlakuan skrining awal di awal tahun sebelum mendapatkan layanan kesehatan di faskes terdaftarnya, Juliyanti mengaku tidak merasa terganggu bahkan merasa hal tersebut adalah hal yang penting.
Baginya, meskipun harus mengisi skrining, ia menilai proses pelayanan yang diberikan tetapnya berjalan dengan cepat dan responsif sehingga kebutuhan pengobatan dan konsultasi kesehatan yang ia jalani dapat terpenuhi dengan baik.
“Selama berobat juga gak ada kendala, saya pribadi merasa puas sih dengan pelayanan dari fasilitas kesehatan, mereka melayani pasiennya juga cepat jadi saya gak perlu nunggu terlalu lama, meskipun tadi disuruh mengisi skrining terlebih dahulu, saya rasa ini penting biar kita mengetahui kondisi kesehatan kita,” ujar Juliyanti.
BPJS Kesehatan terus mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam memanfaatkan berbagai layanan digital seperti Mobile JKN dan juga fitur-fitur yang terdapat didalamnya. Maka dengan itu, diharapkan para peserta tidak hanya memanfaatkan layanan ketika sedang sakit, tetapi juga dapat melakukan tindakan pencegahan terhadap kesehatannya. (WEB)

















