Imbas Perang Iran Lawan AS-Israel, Pelancong Indonesia Pilih Liburan di Asia

- Penerbangan Indonesia tetap aman meski ada perang Iran-AS, namun wisatawan lokal lebih memilih liburan ke negara Asia seperti China dan Jepang.
- Selama libur Lebaran 2026, jumlah penumpang transportasi umum naik 10,87 persen dengan peningkatan signifikan pada sewa jet pribadi dan moda darat hingga laut.
- Tingkat ketepatan waktu transportasi umum mencapai lebih dari 70 persen, sementara kendaraan keluar Jabodetabek meningkat 4 persen dibanding tahun sebelumnya.
Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana mengatakan, penerbangan internasional dan domestik di Indonesia tidak terpengaruh signifikan dengan adanya perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Meski demikian, wisatawan Indonesia yang biasa berlibur ke Eropa, lebih memilih berkunjung ke negara di Asia.
"Memang beberapa penerbangan yang melewati zona larangan terbang karena akibat perang tentu kita evaluasi, karena memang sangat membahayakan. Tapi syukur alhamdulillah beberapa kegiatan saudara-saudara kita memberangkatkan ibadah umrah dan haji tetap berjalan," ujar Suntana di kantor KSP, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
"Memang kemarin ada perpindahan tujuan itu, teman-teman yang dulu mendaftarnya Eropa untuk liburan itu, kemarin geser karena memang pesawatnya alami zona terbang, jadi geser liburannya ke wilayah China, Jepang, dan lain-lain," sambungnya.
1. Ada kenaikan sewa jet pribadi selama libur Lebaran

Suntana mengatakan, ada peningkatan penumpang untuk penggunaan transportasi umum selama libur Lebaran Idul Fitri 1446 H/2026 M. Salah satu yang mengalami peningkatan adalah pemesanan sewa jet pribadi.
"Nggak ada pengaruh, everything is okay lah gitu ya. Karena jumlah penerbangan di data sekarang ini mengalami kenaikan termasuk private jet, pemesanan private jet juga bertambah untuk tahun Lebaran ini," kata dia.
Suntana kemudian menyampaikan, untuk moda angkutan udara, ada peningkatan sebesar 6,97 peren pada libur Lebaran 2026. Kemudian moda angkutan jalan meningkat 11,64 persen, moda angkutan laut 9,86 persen.
Terkait moda angkutan kereta api, jumlah penumpang meningkat 10,13 persen dan moda penyeberangan 15,36 persen.
"Jumlah total penumpang angkutan umum pada masa Lebaran tahun ini sebesar 23,54 juta, mengalami kenaikan sebesar 10,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 21,23 juta penumpang," kata dia.
2. Ketepatan waktu transportasi umum lebih dari 70 persen

Ketepatan waktu transportasi umum di libur Lebaran 2026 ini lebih dari 70 persen. Berikut datanya:
- Moda darat: 74,93 persen
- Moda laut: 96,99 persen
- Moda penyeberangan: 94,74 persen
- Moda udara domestik: 76,15 persen
- Moda udara internasional: 74,08 persen
- Moda kereta api antarkota: 96,90 persen
- Moda kereta api perkotaan regional: 98,90 persen.
3. Kendaraan yang keluar Jabodetabek meningkat 4 persen

Suntana kemudian menyampaikan data jumlah kendaraan yang keluar dari Jabodetabek pada libur Lebaran 2026 sebanyak 2,96 juta. Angka tersebut mengalami peningkatan 4 persen dibanding tahun 2025.
"Tahun sebelumnya, sebanyak 2,85 juta kendaraan," ucap Suntana.



















