Korban Penyiraman Air Keras di Bekasi Penyintas Strok, Pelaku Masih Buron

- Tri Wibowo, pria 54 tahun penyitas strok, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal sepulang salat subuh di Tambun Selatan, Bekasi.
- Warga sekitar mengenal Tri sebagai sosok pendiam dan rajin beribadah, serta berharap polisi segera menangkap pelaku agar tidak ada korban lain.
- Polisi dari Polsek Tambun Selatan dan Polres Metro Bekasi telah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi, namun motif pelaku masih diselidiki.
Bekasi, IDN Times - Pria paruh baya bernama Tri Wibowo, 54 tahun, yang menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK), ternyata penyitas strok. Tri mengalami teror sepulang salat subuh dari musala di Kawasan Perumahan Bumi Sani, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin, 30 Maret 2026.
Salah satu warga sekitar bernama Cepi menyampaikan, korban telah menderita strok sejak dua tahun terakhir. Bahkan, korban yang sempat menjadi buruh pabrik telah berhenti bekerja setelah penyakit yang dialaminya.
“Sudah gak kerja. Karena dia itu memang sedang sakit stroke, untuk ngomong saja gak bisa. Makanya kita bingung kenapa orang seperti itu kok jadi korban?” katanya, Rabu (1/4/2026).
1. Korban dikenal rajin beribadah

Cepi mengatakan, korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan rajin beribadah. Dia menduga kondisi korban yang berjalan perlahan, membuat pelaku mudah melancarkan aksinya.
“Kami gak tahu alasannya apa, yang jelas ini korbannya sudah yang kedua. Sebelumnya mobil Pajero juga disiram,” kata dia.
2. Berharap polisi bisa tangkap pelaku

Atas kejadian tersebut, lanjut Cepi, ia meminta kepada kepolisian untuk segera menangkap pelaku, agar tidak ada korban penyiraman air keras lainnya.
“Makanya, untuk yang kali ini karena menyangkut jiwa manusia, kami laporkan ke polisi untuk diusut,” kata Cepi.
3. Polisi masih lakukan penyelidikan

Sebelumnya, Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti, mengatakan pihaknya bersama Satuan Reskrim Polres Metro Bekasi telah memeriksa tempat kejadian perkara (TKP).
"Sudah monitor. Tadi kami sudah lakukan olah TKP bersama Satuan Reskrim Polres," kata Wuriyanti, Selasa, 31 Maret 2026.
Wuriyanti belum dapat memberikan keterangan detail mengenai kronologi hingga motif teror penyiraman air keras ini.
“Saat ini masih dalam penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi," ucapnya.



















