3 Prajurit yang Gugur di UNIFIL Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

- Tiga prajurit TNI yang gugur di misi UNIFIL mendapat kenaikan pangkat anumerta dan penghargaan Medal 'Dag Hammarskjold' dari PBB sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka.
- Panglima TNI memberikan santunan miliaran rupiah kepada keluarga ketiga prajurit, mencakup asuransi, beasiswa anak, dana pensiun, serta santunan kematian dari PBB dan lembaga terkait.
- Jenazah Praka Farizal Rhomadhon masih dievakuasi sebelum dipulangkan ke Indonesia untuk prosesi penghormatan resmi pemerintah bersama dua prajurit lainnya yang gugur di Lebanon.
Jakarta, IDN Times - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan tiga prajurit TNI yang gugur di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) mendapat kenaikan Pangkat Luar Biasa Operasi Militer Selain Perang Anumerta (KPLB OMSPA) hingga penghargaan Medal 'Dag Hammarskjold'. Medal 'Dag Hammarskjold' merupakan penghargaan PBB yang diberikan kepada personel militer atau polisi yang gugur dalam operasi penjaga perdamaian PBB.
"Saya juga menyampaikan gaji terusan selama 12 bulan yang terdiri dari gaji pokok, uang lauk pauk dan tunjangan jabatan. Kemudian ada pula dana pensiun janda setelah gaji terusan selesai dibayarkan," ujar Agus di dalam keterangan pada Rabu (1/4/2026).
Jenderal bintang empat itu juga menyempatkan diri berkunjung ke rumah orang tua Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di area Cimahi, Bandung. Suasana haru menyelimuti kediaman orang tua dari prajurit Kopassus itu. Bahkan, Agus terlihat memeluk ayah Zulmi yang menangis dan masih terkejut atas kepergian sang anak.
1. Panglima TNI juga berikan santunan kepada keluarga tiga prajurit yang gugur

Selain itu, Agus turut memberikan santunan dan hak-hak ketiga prajurit yang gugur di misi UNIFIL. Santunan akan diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Santunan dan hak-hak untuk Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar sebesar Rp1.894.688.236, Sertu Muhammad Nur Ikhwan sebesar Rp1.846.309.049 dan Praka Farizal Rhomadhon senilai Rp1.854.075.205," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu.
Ia menambahkan santunan itu terdiri dari nilai tabungan asuransi, santunan risiko kematian khusus, beasiswa untuk dua anak, santunan kematian dari PBB, Tabungan Wajib Prajurit (TWP) Angkatan Darat (AD), personal accident, dana watzah hingga santunan gugur dari perbankan.
2. Jenazah Praka Farizal Rhomadhon masih dievakuasi

Sementara, berdasarkan keterangan dari Komandan Brigif Infanteri 25/Siwah, Kolonel Dimar Bahtera mengatakan jenazah Praka Farizal Rhomadhon masih dalam proses evakuasi. Ia pun tak menampik masih terjadi konflik di sekitar markas UNIFIL.
Setelah jenazah berhasil dievakuasi maka akan dilakukan mekanisme dari PBB yakni autopsi. "Kemungkinan baru bisa dilakukan hari Rabu (autopsi) jika keadaannya kondusif," ujar Dimar di Yogyakarta pada Selasa kemarin.
Setelah itu baru dilakukan proses pemulangan jenazah oleh PBB. Ia juga menjelaskan ada beberapa tahapan repatriasi termasuk verifikasi dokumen.
"Setelah dokumen lengkap baru diterbangkan ke Indonesia," tutur dia.
Ia mengatakan rute penerbangannya akan melewati Mesir atau Yordania. Sebab, wilayah udara di Lebanon ditutup untuk penerbangan sipil.
"Sehingga, harus melibatkan bandara-bandara di negara sekitar dan sudah langsung di-handle sama Kementerian Luar Negeri, khususnya atase pertahanan," kata perwira menengah itu.
3. Pemerintah akan berikan penghormatan bagi tiga prajurit yang gugur

Kolonel Dimar menambahkan setelah jenazah tiba di Indonesia maka kemungkinan akan ada mekanisme penghormatan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap tiga prajurit yang sudah gugur.
"Mungkin akan dilakukan di Mabes TNI atau Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) atau di Kemhan. Lalu, dibawa ke sini di Kulon Progo," kata Dimar.
Ia mengenang sosok Prakra Fahrizal sebagai sosok yang luar biasa dan menjadi panutan bagi adik-adiknya.
"Saya pun yang senior dan atasan pun sangat menghargai dia," tuturnya.
Tiga prajurit TNI yang bertugas di UNIFIL, Lebanon, gugur pada 29 Maret dan 30 Maret 2026 lalu. Menurut Dimar, Praka Fahrizal tewas akibat terkena artileri militer Israel. Momen itu terjadi ketika ia tengah menunaikan salat Isya.
Sementara, dua prajurit TNI lainnya gugur pada Senin kemarin ketika melakukan pengawalan kegiatan operasional











![[QUIZ] Menurutmu Andrie Yunus Diteror karena Motif Pribadi atau Bukan?](https://image.idntimes.com/post/20260325/upload_2b9b957f1322ac600bb4db96b8a0efba_b6dc01e5-de83-4416-89bc-27e4f57b06d0.jpg)







