Sayangnya, mengambil uranium milik Iran tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab, Pemerintah Iran sudah berulang kali menegaskan tidak akan membiarkan uraniumnya dicuri oleh Negeri Paman Sam.
Kenapa Trump Ngebet Ambil Uranium Iran? Ini Alasannya

- Donald Trump berambisi mengambil seluruh uranium Iran untuk menghentikan program senjata nuklir yang dianggap mengancam keamanan global dan posisi Amerika Serikat.
- Trump menyebut rencana pengambilalihan uranium Iran juga bertujuan untuk kepentingan hubungan masyarakat, yang dinilai sebagai upaya pencitraan agar terlihat kuat di mata dunia.
- Trump telah mengancam akan menyerang Iran jika tidak menyerahkan uraniumnya, namun hingga kini Iran tetap menolak dan belum ada bukti penghentian produksi uranium.
Jakarta, IDN Times - Belakangan ini, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, makin berambisi untuk mengambil semua uranium milik Iran. Trump berencana untuk membawa semua uranium tersebut ke AS.
Lantas, apa yang sebenarnya membuat Trump begitu ingin mengambil semua uranium milik Iran? Berikut alasannya.
1. Trump ingin menghentikan program senjata nuklir Iran

Salah satu alasan mengapa Trump begitu ngebet untuk mengambil alih uranium milik Iran adalah karena ingin menghentikan program pengembangan senjata nuklir mereka. Ini menjadi alasan utama mengapa Trump ingin sekali mewujudkan misi tersebut.
Dilansir Al Jazeera, Iran saat ini memiliki cadangan uranium yang sudah diperkaya sebesar 440 kilogram. Jumlah ini setara dengan 60 persen dari total kebutuhan uranium untuk membuat senjata nuklir. Jika ingin membuat senjata nuklir, stok uranium Iran harus mencapai 90 persen.
Kendati demikian, menurut Kepala International Atomic Energy Agency (IAEA), Rafael Grossi, cadangan uranium yang dimiliki Iran saat ini sebetulnya sudah cukup untuk membuat sekitar sepuluh hulu ledak nuklir. Inilah yang membuat Trump ketar-ketir dan ingin segera mengambil uranium milik Iran. Sebab, Trump menganggap jika Iran berhasil membuat senjata nuklir, itu akan menjadi ancaman global, termasuk bagi AS.
2. Trump ingin mengambil uranium Iran untuk pencitraan

Dalam pernyataan terbarunya, Trump mengatakan dirinya ingin mengambil cadangan uranium milik Iran untuk kepentingan hubungan masyarakat. Pernyataan itu ia ungkapkan dalam sebuah wawancara pada Kamis (14/5/2026) malam waktu setempat.
“Sebenarnya, saya merasa lebih baik jika mendapatkannya (uranium milik Iran). Namun, menurut saya, ini (pengambilan uranium milik Iran) lebih ditujukan untuk hubungan masyarakat daripada hal lainnya,” kata Trump, seperti dilansir The Strait Times.
Sebetulnya, Trump tidak menjelaskan secara detail apa maksud dari ungkapan tadi. Namun, sejumlah pengamat menganggap bahwa kepentingan hubungan masyarakat yang dimaksud Trump adalah pencitraan. Jadi, Trump ingin mengambil uranium Iran sebetulnya bukan untuk tujuan apa pun, melainkan hanya untuk pencitraan agar dirinya terlihat kuat di mata dunia.
3. Trump sudah mengancam Iran agar segera menyerahkan uraniumnya

Sebetulnya, Trump sudah mengancam akan menyerang Iran dengan kekuatan yang lebih besar jika mereka tidak mau memberikan uraniumnya ke AS. Ancaman ini dilontarkan Trump pada 6 Mei lalu. Namun, Iran hingga kini tetap enggan memberikan uraniumnya ke AS.
Pada Selasa (12/5/2026), Trump mengatakan dirinya sangat yakin Iran bakal menghentikan produksi uraniumnya agar bisa berdamai dengan AS. Ia juga yakin bahwa Iran akan segera menghentikan pengembangan senjata nuklirnya.
Namun, itu semua hanya klaim belaka. Sebab, tidak ada bukti konkret yang menunjukkan bahwa Iran akan menghentikan produksi uranium dan menghentikan program senjata nuklirnya.

















