Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Prabowo dan Raja Charles III Bakal Bahas Kerja Sama Konservasi Gajah

Presiden Prabowo Subianto (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Presiden Prabowo Subianto (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya sih...
  • Prabowo akan bahas kerja sama konservasi gajah di Aceh dengan Raja Charles III.
  • Ada penandatanganan MoU kerja sama antara Inggris dan Indonesia terkait pembuatan kapal tangkap ikan.
  • Pembahasan mengenai kerja sama di bidang pendidikan juga akan dibahas, terutama dengan perguruan tinggi unggul di Inggris.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto kini tengah berada di London, Inggris. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengatakan salah satu agenda Presiden Prabowo di London adalah bertemu dengan Raja Charles III.

Prasetyo mengatakan, pertemuan itu sudah diagendakan sejak tahun lalu. Namun, baru bisa terealisasi pada pekan ini.

"Tapi oleh karena beberapa hal jadwal itu kemudian mundur di bulan Januari," ujar Prasetyo di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (19/1/2026).

1. Agenda yang akan dibahas saat bertemu Raja Charles III

Raja Charles dan Ratu Camilla (instagram.com/theroyalfamily)
Raja Charles dan Ratu Camilla (instagram.com/theroyalfamily)

Prasetyo menerangkan, salah satu agenda yang akan dibahas bersama Raja Charles III mengenai rencana kerja sama lahan konservasi gajah di Aceh. Menurutnya, lahan tersebut merupakan milik pribadi Presiden Prabowo.

"Yang pertama, ada rencana Bapak Presiden akan melakukan pertemuan dengan Raja Charles untuk menindaklanjuti kembali komitmen dari kita berkenaan dengan konservasi gajah di daerah Provinsi Aceh, yang waktu itu ini sekaligus juga kami sampaikan kurang lebih hampir mungkin 8 bulan yang lalu kalau saya tidak salah adalah Pak Prabowo selaku pribadi ya, bukan selaku Presiden," kata Prasetyo.

Dia mengatakan perusahaan Prabowo yang mendapatkan konsesi di Aceh tersebut telah menyerahkan atau mengembalikan konsesi itu kepada negara. "Untuk statusnya dialihfungsikan bagi perlindungan atau konservasi gajah yang akan bekerjasama dengan pemerintah Inggris," tambahnya.

2. Ada sejumlah kerja sama yang akan ditandatangani

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Selain itu, ada juga kerja sama yang akan ditandatangani antara Inggris dan Indonesia. Kerja sama itu berkaitan dengan nelayan.

"Agenda yang kedua memang direncanakan akan ada beberapa penandatanganan MoU kerja sama, di antaranya adalah kerja sama untuk pembuatan kapal tangkap ikan bagi nelayan-nelayan kita, karena sebagaimana yang kita ketahui dengan luas laut kita yang sedemikian besar, hampir 2 per 3 luas negara kita adalah laut, kita masih membutuhkan puluhan ribu kekurangan kapal tangkap ikan," ucap Prasetyo.

Prasetyo menyampaikan, Indonesia terbuka terhadap kerja sama dengan negara lain. Terutama yang bisa berdampak langsung terhadap ekonomi rakyat.

"Kita membuka kerja sama dengan siapapun baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk memperbanyak kita memiliki kapal-kapal tangkap ikan. Sekali lagi ini untuk menggerakkan ekonomi, untuk membantu saudara-saudara kita yang berprofesi seperti nelayan sekaligus melindungi potensi kekayaan ikan kita supaya dinikmati oleh bangsa kita sendiri," ujar Prasetyo.

3. Ada pembahasan soal pendidikan

-
Ilustrasi Pendidikan (IDN Times/Arief Rahmat)

Tak hanya itu, pembahasan mengenai kerja sama di bidang pendidikan juga akan dibahas. Sebab, Inggris memiliki sejumlah perguruan tinggi unggul.

"Kemudian juga ada pertemuan yang akan membicarakan mengenai pendidikan di beberapa grup universitas di Inggris yang sudah beberapa kali kita melakukan penjajakan Kementerian Dikti Saintek, untuk kemudian mau difinalisasi di dalam pertemuan besok," kata dia.

Setelah dari Inggris, Presiden Prabowo melanjutkan agendanya menghadiri World Economic Forum di Davos, Swis.

"Ini bagian dari bagaimana kita harus menjalankan kerjasama-kerjasama antar negara mencari peluang-peluang ekonomi di tengah kondisi dunia yang geopolitik, dunia yang begitu dinamis. Jadi semua potensi, semua peluang coba kita jajaki," imbuhnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Banjir Sumatra Rusak Sertifikat Tanah, Pemerintah Jamin Hak Warga

19 Jan 2026, 16:01 WIBNews