Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Trump: Kami Tak Butuh Bantuan Inggris untuk Lawan Iran

Trump: Kami Tak Butuh Bantuan Inggris untuk Lawan Iran
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
Intinya Sih
  • Donald Trump menegaskan Amerika Serikat tidak membutuhkan bantuan Inggris untuk menghadapi Iran, meski Inggris berencana mengirim kapal perang ke Timur Tengah.
  • Sebelumnya, Trump sempat terbuka menerima dukungan dari sekutu seperti Ukraina yang kini membantu AS melawan serangan drone Iran di kawasan tersebut.
  • AS dan Israel masih melanjutkan serangan terhadap Iran, sementara Trump menuntut Iran menyerah tanpa syarat sebelum ada kesepakatan baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan dirinya tidak membutuhkan bantuan Inggris untuk berperang melawan Iran. Pernyataan ini disampaikan karena Inggris berencana mengirim dua kapal perang untuk memantau situasi di Timur Tengah yang sedang memanas karena serangan AS-Israel ke Iran. 

"Inggris, yang dulunya sekutu hebat kita, mungkin yang terhebat dari semuanya, akhirnya mempertimbangkan dengan serius untuk mengirim dua kapal induk ke Timur Tengah," kata Trump, seperti dilansir CNA.

"Tidak apa-apa, Perdana Menteri Starmer. Kita tidak membutuhkan mereka lagi. Namun, kita akan mengingatnya. Kita tidak membutuhkan orang-orang yang bergabung dalam perang setelah kita menang!" lanjut Trump.

1. Trump pernah mengatakan akan menerima semua bantuan buat lawan Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menghadiri pertemuan.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Sebetulnya, Trump pernah menyatakan bahwa dirinya siap menerima semua tawaran bantuan dari negara-negara sekutunya, termasuk Inggris, untuk melawan Iran. “Tentu saja saya akan menerima bantuan apa pun dari negara mana pun,” ujar Trump dilansir Iran International

Sebelumnya, Trump juga sudah meminta Ukraina untuk membantu AS dan sekutu di Timur Tengah untuk menghalau serangan drone Iran. Permintaan tersebut sudah disetujui oleh Presiden Volodymyr Zelenskyy. Saat ini, Zelenskyy juga sudah mengirim tentara Ukraina ke Timur Tengah untuk membantu AS dan sekutunya melawan drone Iran. 

AS meminta bantuan Ukraina karena pasukan mereka punya banyak pengalaman dalam menghalau serangan drone dari Rusia. Terlebih, jenis drone yang dipakai Iran sama dengan drone yang dipakai Rusia untuk menyerang Ukraina. Oleh karena itu, pasukan militer Ukraina sudah memahami secara detail bagaimana cara menangkal drone Iran dengan cara yang lebih efisien.

2. Inggris juga sudah memberikan bantuan ke AS

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, sedang berada di kantornya.
potret Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer (flickr.com/Prime Minister Sir Keir Starmer Official Portrait via commons.wikimedia.org/Prime Minister’s Office)

Selain Ukraina, Inggris juga sudah membantu AS untuk perang melawan Iran. Sebab, beberapa waktu lalu, Inggris mengizinkan AS untuk memakai pangkalan militernya untuk menyerang Iran.

Inggris sebetulnya sempat menolak permintaan AS menggunakan pangkalan militernya untuk melawan Iran. Sebab, Inggris menegaskan tidak akan ikut campur dalam perang melawan negara mayoritas Islam Syiah tersebut. Namun, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, akhirnya memenuhi permintaan AS karena mereka berjanji akan menggunakan pangkalan militernya untuk serangan terbatas dan terencana.

Sayangnya, keputusan tersebut banyak menuai kritik dari warga Inggris. Apalagi, warga Inggris juga mengecam serangan yang dilakukan AS dan Israel ke Iran. Menurut mereka, mengizinkan AS untuk memakai pangkalan militer Inggris untuk menyerang Iran sama saja membantu Washington untuk memperkeruh konflik di Timur Tengah. 

3. AS dan Israel masih menyerang Iran hingga saat ini

Bendera Amerika Serikat dan Israel.
potret bendera Amerika Serikat dan Israel (pexels.com/www.kaboompics.com )

Hingga saat ini, AS dan sekutunya, Israel, masih melakukan serangan ke Iran. Bahkan, Trump berjanji akan terus menyerang Iran jika mereka tidak mau menuruti perintah AS untuk menyerah tanpa syarat.

“Tidak akan ada kesepakatan dengan Iran, kecuali menyerah tanpa syarat!” tulis Trump di laman Truth Social miliknya, seperti dilansir BBC .

“Setelah itu dan setelah terpilihnya pemimpin yang hebat dan dapat diterima, kami dan banyak sekutu kami yang luar biasa dan sangat berani, akan bekerja keras untuk membawa Iran kembali dari ambang kehancuran, menjadikannya lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat secara ekonomi,” lanjutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More