Prabowo Ingin Pendidikan Gratis Mulai dari TK hingga Perguruan Tinggi

- Presiden Prabowo Subianto mewacanakan pendidikan gratis dari TK hingga perguruan tinggi, dengan sekolah negeri menjadi tahap awal pelaksanaan.
- Untuk pendidikan dasar dan menengah, pemerintah menyiapkan penguatan dana BOS dan PIP; Kemendikdasmen mencatat 23 persen TK berstatus negeri.
- Prabowo membentuk tim khusus menghitung anggaran kuliah negeri gratis, mengkaji UKT, IPI, dan pendapatan kampus dengan sumber dana APBN, bukan Danantara.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto ingin pendidikan gratis mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi. Pendidikan gratis itu diwacanakan dimulai dari sekolah negeri terlebih dulu.
"Kami sampaikan bahwa dalam rapat terbatas tadi, Pak Presiden memberikan penekanan terhadap komitmen beliau untuk memberikan layanan pendidikan gratis bagi murid di pendidikan dasar dan menengah. Ini juga dimulai dari taman kanak-kanak sehingga itu yang perlu kami tekankan," ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
1. Pemerintah ingin kuatkan dana BOS dan PIP

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti (IDN Times/Ilman Nafi'an) Mu'ti mengatakan, pendidikan gratis dilakukan dengan memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP).
"Terkait dengan penguatan pendidikan gratis itu, kami sampaikan mengenai penggunaan dana BOS dan juga PIP," kata dia.
Berdasarkan data Kemendikdasmen, kata dia, ada 23 persen TK berstatus negeri.
"TK itu negeri ada, ada 23 persen itu TK negeri. dan nanti jumlahnya berapa nanti akan kami sampaikan termasuk dalam kaitannya terkait komitmen wajib belajar 13 tahun," ujar Mu'ti.
2. Prabowo bentuk tim khusus untuk menghitung dana kuliah gratis

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto (IDN Times/Ilman Nafi'an) Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengatakan, Presien Prabowo membentuk tim khusus untuk menghitung anggaran pendidikan di perguruan tinggi negeri gratis.
"Bapak Presiden juga menginstruksikan untuk dilakukan telaah lebih dalam lagi, dibentuk tim khusus yang dipimpin Pak Menko PMK untuk mem-breakdown lagi hitungan-hitungan," kata Brian.
Brian mengatakan, tim khusus itu nantinya akan berisi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara dan kementerian/lembaga terkait lain. Nantinya, tim akan memberikan laporan kepada Presiden Prabowo.
"Nantinya kita akan melaporkan kembali kepada Bapak Presiden, dipimpin oleh Pak Menko, untuk menetapkan bagaimana langkah-langkah dan tahapan-tahapannya, sehingga keinginan dan arahan Bapak Presiden untuk menggratiskan perguruan tinggi negeri ini dapat dilakukan," kata dia.
3. Apa saja yang akan dikaji?

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto (IDN Times/Ilman Nafi'an) Brian menjelaskan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi telah mengkaji sejumlah perhitungan awal. Mulai dari analisis biaya uang kuliah tunggal (UKT), iuran pengembangan institusi (IPI), dan komponen lainnya yang selama ini menjadi pendapatan kampus.
"Selanjutnya angka-angka yang tadi kita sdah hasilkan itu kita juga tentu akan mendiskusikan mendiskusikan opsi-opsi yang ada pada kaitannya dengan ruang sikal ayng tersedia dari APBN kita," ujar dia.
Brian menegaskan, sumber pendidikan gratis bersumber dari APBN, bukan dari Danantara.
"Ini semuanya kan tentu tidak ada hubungannya dengan Danantara, ya," ucap dia.



















