Prabowo: Menurut Keyakinan Saya, Bangsa Kita Telah Menyimpang

- Presiden Prabowo Subianto menilai Indonesia telah menyimpang dari pemikiran dan warisan para pendiri bangsa, terutama dalam menjalankan nilai-nilai dasar yang telah dirancang sebelumnya.
- Prabowo menyoroti bahwa generasi penerus kini mengabaikan rancangan ekonomi berbasis asas kekeluargaan sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945, yang dianggap hanya menjadi slogan tanpa penerapan nyata.
- Ia menegaskan pentingnya kembali pada cetak biru pembangunan bangsa agar fondasi negara tidak runtuh akibat penyimpangan dari prinsip-prinsip dasar yang telah digagas oleh para pendiri.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto meyakini, Indonesia telah menyimpang dari pemikiran para pendiri bangsa.
Hal itu Prabowo sampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Lampung, Rabu (10/9/2026).
"Menurut pandangan saya, menurut keyakinan saya bahwa bangsa kita, telah menyimpang dari pemikiran, dari warisan pendiri-pendiri bangsa kita sendiri," ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan, generasi penerus kini berpura-pura jika rancangan yang sudah dibuat oleh pendiri bangsa tidak penting.
"Kita sudah diberi rancang bangun blueprint, tetapi kita pura-pura bahwa itu tidak penting. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan ini lips service," ujar dia.
Prabowo mencontohkan, salah satu gagasan yang sudah dibuat oleh pendiri bangsa tertuang dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Pasal tersebut berisi mengenai sistem perekonomian Indonesia.
"Di tengah itu semua, kita juga harus mengakui bahwa apa yang diberikan oleh pendiri bangsa kita selain Pancasila adalah UUD 1945 itu pun kita tinggalkan. Pasal 33 UUD 1945 yang sangat jelas dan sangat gamblang itu tidak mau dibicarakan. Tidak mau dibicarakan, apalagi diberlakukan," kata Prabowo.
Prabowo menyampaikan, generasi penerus juga sudah meninggalkan cetak biru yang sudah digagas para pendiri bangsa. Sebab, generasi penerus sudah menganggap tidak penting.
"Masalahnya adalah menurut keyakinan saya bahwa kita telah meninggalkan sendi-sendi yang paling penting, yaitu sendi rancang bangun bangsa. Bagaimana kita mau mendirikan gedung tanpa suatu blueprint tanpa suatu gambar teknis. Kalau kita menyimpang dari blue print, dari cetak biru menyimpang, gedung itu runtuh," ujar Prabowo.

















