Prabowo Sindir yang Takut Dolar Naik Bakal Jadi Bangsa Lemah

- Presiden Prabowo menyoroti pihak yang takut terhadap pelemahan rupiah dan kekurangan BBM, menyebut ketakutan itu bisa membuat Indonesia menjadi bangsa lemah.
- Dalam rapat paripurna penyampaian KEM dan PPKF RAPBN 2027, Prabowo menegaskan pentingnya sikap optimis menghadapi tantangan ekonomi nasional.
- Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah yang harus dimanfaatkan secara maksimal agar negara bisa menjadi makmur dan kuat.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyindir pihak yang selalu takut nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah dan Indonesia kekurangan bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, ketakutan itu bisa menyebabkan Indonesia menjadi bangsa lemah.
Hal itu Prabowo sampaikan saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, dalam rapat paripurna ke-19 masa persidangan V Tahun sidang 2025-2026.
"Bahwa kemungkinan besar kita akan menjadi bangsa yang lemah, bangsa yang selalu takut kurs dolar, takut BBM tidak cukup, takut ini takut itu, bangsa yang takut, bangsa yang elite-nya takut," ujar Prabowo, Rabu (20/5/2026).
Prabowo mengatakan, Indonesia merupakan negara yang dikarunia kekayaan alam yang melimpah. Oleh karena itu, Prabowo tak ingin Indonesia menjadi bangsa pesimis.
"Padahal kita diberi karunia yang luar biasa oleh Yang Maha Kuasa. Fakta juga telah menunjukkan bahwa terjadi mengalir keluarnya kekayaan kita sejak lama, bahkan sejak Orde Baru," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Prabowo optimis Indonesia menjadi negara kaya. Prabowo kemudian menegaskan, kekayaan alam harus bisa dimanfaatkan dengan baik.
















