Pramono Beberkan Proyek MRT, LRT hingga Penataan Blok M dan Kota Tua

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan proyek strategis seperti LRT fase 1B, MRT fase 2A, dan pembangunan pedestrian deck untuk memperkuat konektivitas kota menjelang usia 500 tahun Jakarta.
- Penataan kawasan ikonik seperti Kota Tua, Blok M, Pasar Baru, Glodok, dan Pecinan difokuskan untuk menghidupkan ekonomi kreatif serta menciptakan ruang interaksi baru bagi warga Jakarta.
- Pemprov DKI menyiapkan langkah menghadapi perubahan iklim dengan memperluas ruang hijau, meningkatkan akses air bersih, membangun resapan air, serta mendorong budaya memilah sampah di masyarakat.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memaparkan sejumlah proyek strategis yang akan menjadi fondasi transformasi Jakarta menuju kota global menjelang perayaan 500 tahun pada 2027.
Dalam pidato HUT ke-499 Kota Jakarta di Monumen Nasional (Monas), Pramono mengatakan, Jakarta tengah menyiapkan lompatan pembangunan yang lebih terhubung, cerdas, dan berkelanjutan.
"Menyongsong babak baru Jakarta, sejumlah agenda strategis dilakukan guna mempersiapkan lompatan peradaban yang lebih terhubung, cerdas, dan berkeadilan," kata Pramono, Senin (22/6/2026).
1. Persiapan LRT fase baru hingga MRT

Pramono menyebut sejumlah proyek transportasi massal menjadi prioritas pemerintah daerah. Di antaranya persiapan operasional LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai, pembangunan MRT Jakarta Fase 2A, hingga pembangunan pedestrian deck di kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas.
"Mulai dari persiapan pengoperasian LRT fase 1B Velodrome-Manggarai, pembangunan MRT fase 2A, hingga pembangunan pedestrian deck di kawasan TOD Dukuh Atas yang telah terintegrasi," ujarnya.
2. Penataan kawasan ikonik Jakarta, perkuat ekonomi

Selain transportasi, Pramono juga menyoroti penataan sejumlah kawasan ikonik Jakarta untuk memperkuat sektor ekonomi dan pariwisata.
Kawasan Kota Tua, Blok M, Pasar Baru, Glodok, dan Pecinan akan dikembangkan sebagai pusat aktivitas ekonomi baru, sekaligus ruang interaksi masyarakat.
"Sementara itu, penataan kawasan di berbagai titik seperti Kota Tua, Blok M, Pasar Baru, Glodok, dan Pecinan ditujukan sebagai hub-hub baru dalam membangkitkan aktivitas ekonomi dan pariwisata, sekaligus menjadi ruang interaksi bagi warga," kata Pramono.
3. Jakarta hadapi perubahan iklim

Di sisi lain, Pramono mengingatkan Jakarta juga menghadapi tantangan besar berupa perubahan iklim. Fenomena El Nino dinilai berpotensi memicu kemarau ekstrem, yang berdampak pada ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, dan aktivitas ekonomi warga.
Karena itu, Pemprov DKI akan memperluas ruang terbuka hijau, meningkatkan akses air bersih, membangun daerah resapan, memperkuat pengendalian banjir, serta mengembangkan urban farming.
Pramono juga menyoroti persoalan sampah yang dinilai tidak boleh diwariskan kepada generasi berikutnya menjelang usia lima abad Jakarta. Menurut dia, gerakan memilah sampah harus menjadi budaya baru yang dimulai dari rumah tangga hingga lingkungan masyarakat.
Maka, Pramono mengungkapkan momentum HUT ke-499 Jakarta bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pijakan menuju transformasi ibu kota menjadi kota global yang berbudaya.








![[QUIZ] Tebak Nama Presiden Negara Peserta Piala Dunia 2026 Saat Ini, Bisa Jawab?](https://image.idntimes.com/post/20260626/upload_eb303502a2c25570fd881db56061c870_42c4a4ab-ef89-471a-80da-777dc3f4c599.jpg)










