Pramono: Jakarta Kirim Sampah 8.000 Ton per Hari ke TPST Bantargebang

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut volume sampah ibu kota mencapai 7.400–8.000 ton per hari, dengan peningkatan signifikan saat akhir pekan.
- Beban TPST Bantargebang makin berat, sehingga Pemprov DKI menyiapkan pembatasan pengiriman dan memperkuat pemilahan sampah sebelum dikirim.
- Longsor di TPST Bantargebang menyebabkan lima orang meninggal dunia, sementara pencarian korban tambahan masih dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, produksi sampah dari Jakarta yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang mencapai 7.400 hingga 8.000 ton per hari. Jumlah tersebut biasanya meningkat saat akhir pekan.
“Sekarang ini harian sampah kita antara 7.400 sampai dengan 8.000 ton. Delapan ribu ton itu biasanya pada akhir pekan,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (9/3/2026).
1. Menambah beban Bantargebang

Besarnya volume sampah tersebut dinilai memberikan tekanan besar terhadap daya tampung TPST Bantargebang di Kota Bekasi, Jawa Barat. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menyiapkan langkah pembatasan pengiriman sampah ke lokasi tersebut.
Salah satu langkah yakni memperkuat proses pemilahan sampah sebelum dikirim ke Bantargebang.
“Bantargebang memang harus mulai ada pembatasan karena daya tampungnya sudah sangat terbatas. Untuk itu kami akan melakukan proses pemilahan di ujung agar tidak semuanya dikirimkan ke Bantargebang,” kata dia.
2. Pengiriman sampah untuk sementara akan diarahkan ke zona 3

Selain itu, Pemprov DKI juga menyiapkan pengaturan zona penampungan sampah di area TPST Bantargebang. Sambil menunggu zona 4A selesai dipulihkan, pengiriman sampah untuk sementara akan diarahkan ke zona 3 serta dua zona baru yang sedang disiapkan sebagai lokasi sementara.
"Untuk sementara ini, sambil menunggu Zona 4A diselesaikan, maka Zona 3 dan dua zona baru sedang kita persiapkan untuk bersifat temporary, sementara, jadi tidak permanen dan harapan kami adalah untuk Zona 4 ini, 4A, segera bisa dipulihkan kembali," kata dia.
3. Longsor Bantargebang lima orang meninggal

Saat ini, Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban akibat longsor gunung sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Tim SAR kembali menemukan korban tertimbun longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Senin (9/3/2026) siang.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 12.05 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
"Sekitar pukul 12.05 WIB satu korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," kata Desiana.
Terkini, jumlah korban meninggal dunia akibat longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang yang terjadi pada Minggu (8/3/2026) berjumlah lima orang.



















