Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

AS Konfirmasi 5 Kasus Lalat Ulat Sekrup, Karantina Hewan Diberlakukan

AS Konfirmasi 5 Kasus Lalat Ulat Sekrup, Karantina Hewan Diberlakukan
ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/chris robert)
Intinya Sih
  • Departemen Pertanian AS mengonfirmasi lima kasus lalat ulat sekrup di Texas dan New Mexico, menandai kemunculan kembali parasit setelah puluhan tahun dinyatakan bebas.
  • Parasit ini menyerang hewan berdarah panas dengan memakan jaringan luka terbuka, berpotensi fatal jika tak segera ditangani, namun pasokan daging komersial tetap dinyatakan aman.
  • Pemerintah AS menerapkan Teknik Serangga Steril dan karantina hewan radius 20 km untuk membatasi penyebaran serta menekan populasi lalat ulat sekrup di wilayah terdampak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times- Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) secara resmi mengonfirmasi penambahan tiga kasus baru parasit lalat ulat sekrup Dunia Baru, pada Senin (8/6/2026). Penambahan ini membuat total kasus infeksi yang terdeteksi di Amerika Serikat menjadi lima kasus.

Kasus-kasus tersebut diidentifikasi menyerang beberapa jenis hewan berdarah panas di negara bagian Texas dan New Mexico. Temuan ini menjadi perhatian serius bagi otoritas kesehatan hewan, mengingat Amerika Serikat telah dinyatakan bebas dari hama tersebut selama puluhan tahun.

1. Deteksi kasus baru lalat ulat sekrup di Texas dan New Mexico

lalat ulat sekrup (commons.wikimedia.org/Entomology, CSIRO)
lalat ulat sekrup (commons.wikimedia.org/Entomology, CSIRO)

Berdasarkan data Badan Inspeksi Kesehatan Hewan dan Tanaman (APHIS) USDA, larva lalat ini ditemukan pada seekor anak sapi di La Salle County dan seekor kambing di Gillespie County, Texas. Satu kasus lainnya terdeteksi pada seekor anjing peliharaan di Lea County, New Mexico.

Penemuan di New Mexico menandai meluasnya penyebaran parasit hingga melintasi batas negara bagian. Anjing tersebut awalnya diperiksa di Andrews County, Texas, sebelum akhirnya dikonfirmasi berada di wilayah Eunice, New Mexico.

Pejabat federal menyatakan kasus pada anjing peliharaan ini merupakan kejadian terisolasi, namun investigasi riwayat perjalanan tetap dilakukan. Otoritas setempat kini berkoordinasi cepat untuk mendeteksi potensi penyebaran di kawasan perbatasan.

"Selama sepekan terakhir, USDA telah mengidentifikasi dan dengan cepat menangani empat kasus terkonfirmasi lalat ulat sekrup Dunia Baru. Sementara kami menangani kasus-kasus darurat ini dan terus mengambil sampel dari kasus yang dicurigai, kami secara bersamaan berupaya membasmi hama ini sepenuhnya," kata Wakil Menteri Pertanian Bidang Pemasaran dan Program Regulasi, Dudley Hoskins.

2. Dampak parasit pemakan daging bagi kesehatan hewan

Ilustrasi ternak sapi (freepik.com)
Ilustrasi ternak sapi (freepik.com)

Lalat ulat sekrup Dunia Baru merupakan parasit yang berkembang biak dengan bertelur di luka terbuka atau selaput lendir inangnya. Larva yang menetas kemudian bertahan hidup dengan memakan jaringan daging dari hewan berdarah panas tersebut.

Jika tidak segera ditangani, infeksi larva dapat memicu luka parah hingga berakibat fatal bagi hewan. Para peternak diimbau segera melaporkan gejala klinis pada ternak guna mencegah penularan meluas yang dapat mengancam pasokan daging sapi nasional.

Meski demikian, otoritas berwenang menegaskan bahwa pasokan makanan komersial tetap aman. Larva lalat ini hanya menginfeksi hewan yang masih hidup dan tidak mencemari daging olahan di pasaran.

"Ini dapat diobati dan dikelola, tetapi membutuhkan kerja sama. Mengobati hewan Anda jika mereka terjangkit adalah suatu keharusan, karena Anda tidak bisa membiarkan larva ini terus merusak jaringan. Mereka pada akhirnya akan membunuh hewan tersebut," jelas Ahli Entomologi Peternakan Texas A&M AgriLife Extension, Sonja Swiger, dilansir Texas Public Radio.

3. Upaya penanggulangan ketat melalui teknik serangga steril

ilustrasi lalat
ilustrasi lalat (unsplash.com/Mohd Azrien Awang Besar)

Pemerintah AS saat ini menerapkan strategi pembasmian melalui Teknik Serangga Steril (SIT). Miliaran lalat jantan mandul yang dibiakkan di laboratorium dilepaskan ke alam liar untuk kawin dengan lalat betina. Perkawinan tersebut tidak akan menghasilkan keturunan, sehingga populasi hama di alam liar diharapkan menyusut drastis. Fasilitas pelepasan darat juga telah disiagakan di berbagai titik strategis di sekitar zona deteksi.

Sebagai langkah pencegahan tambahan, zona karantina hewan dengan radius 20 kilometer telah ditetapkan di sekitar lokasi temuan. Kebijakan ini bertujuan membatasi pergerakan hewan yang berpotensi membawa parasit ke luar area deteksi.

"Jika petugas menemukan keberadaan lalat parasit tersebut di suatu area, prosedur pemeriksaan hewan di wilayah itu akan makin ditingkatkan," ujar Dokter Hewan Negara Bagian New Mexico, Samantha Holeck.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More