Profil Eisha Rachbini, Ekonom Perempuan di Balik Arah Riset INDEF

- Eisha merupakan lulusan dari tiga kampus bergengsi
- Eisha bergabung dengan INDEF pada 2021
- Eisha akan satu panel dengan Menteri Koperasi di program Semangat Awal Tahun
Jakarta, IDN Times - Tidak banyak sosok ekonom perempuan yang menonjol dan berbicara lugas di Tanah Air. Sosok Eisha Maghfiruha Rachbini merupakan satu dari sedikit ekonom perempuan yang pandangannya dirujuk oleh media.
Eisha kini menjabat sebagai Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). Ia memimpin dan mengoordinasikan agenda riset kebijakan ekonomi INDEF, khususnya pada isu ekonomi makro, kebijakan fiskal, ketenagakerjaan, inklusi keuangan dan UMKM. Pilihan kariernya kini menyerupai sang ayah, ekonom senior dan Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini. Didik sendiri juga tercatat sebagai salah satu pendiri INDEF bersama mendiang Faisal Basri dan Didin S. Damanhuri.
Eisha menjadi salah satu pembicara di program tahunan IDN Times 'Semangat Awal Tahun' (SAT) yang digelar di The Plaza, IDN HQ pada Rabu dan Kamis, 14-15 Januari 2026.
1. Eisha merupakan lulusan dari tiga kampus bergengsi

Tidak banyak sumber yang menyebutkan informasi lebih detail mengenai kehidupan pribadi Eisha. Tetapi, salah satu yang diketahui yakni Eisha merupakan lulusan dari tiga universitas bergengsi. Eisha menempuh pendidikan tingkat tinggi dan mendapat gelar sarjana sebagai lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Indonesia pada 2009 silam.
Tak lama kemudian, ia melanjutkan pendidikan di luar negeri. Eisha berhasil mendapat gelar magister pada 2010 setelah lulus sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Groningen Belanda.
Tak sampai di situ, Eisha kembali menempuh pendidikan Studi Kebijakan Ekonomi Internasional dan mendapat gelar doktor dari Waseda University pada 2018 lalu.
2. Eisha bergabung dengan INDEF pada 2021

Mengutip dari akun Linked-in, Eisha memulai karier sebagai dosen di Universitas Indonesia pada 2011, mengajar berbagai mata kuliah ekonomi seperti Ekonomi Matematika, Ekonomi Statistik, Mikroekonomi, Makroekonomi, dan Ekonomi Moneter. Eisha beralih ke dunia profesional dan kemudian kembali mengajar sebagai dosen di Universitas Indonesia pada 2021 selama satu tahun. Ia mengampu program Sarjana dan Pascasarjana di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Eisha kemudian bergabung dan mengajar di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada Agustus 2022 sebagai dosen tetap. Seiring perjalanan kariernya, ia dipercaya menjadi Sekretaris Program Studi Magister Ilmu Ekonomi sejak Juli 2023. Kemudian, pada Desember 2024, ia diangkat sebagai Asisten Profesor di IPB, menandai pencapaiannya dalam dunia akademik dan riset.
Eisha bergabung dengan INDEF pada Agustus 2021, dan mengawali jabatannya sebagai Head of Digital Economy and SMEs. Ketika menduduki jabatan ini, Eisha aktif melakukan riset, menulis publikasi, serta menyusun kebijakan terkait perkembangan ekonomi digital dan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selama lebih dari tiga tahun, ia berkontribusi dalam bidang ini sebelum akhirnya dipromosikan menjadi Direktur Program pada Agustus 2024.
3. Eisha akan satu panel dengan Menteri Koperasi di program Semangat Awal Tahun

Sementara, di program Semangat Awal Tahun (SAT), Eisha akan satu panel dengan Menteri Koperasi, Ferry Juliantono pada Kamis (15/1/2026). Ia akan berbicara mengenai topik Koperasi Desa/Kota Merah Putih, Mendorong Pertumbuhan Berkualitas.
Belum ada pandangan Eisha terkait Koperasi Merah Putih. Tetapi, INDEF pada 2025 lalu pernah mengingatkan ada potensi risiko besar yang membayangi Kopdes Merah Putih. Sebagai moral hazard akibat persepsi bantuan gratis, ketergantungan pada subsidi negara dan eksposur APBN terhadap risiko gagal bayar.
"Sentralisasi fungsi distribusi oleh koperasi juga dikhawatirkan bakal menyingkirkan pelaku UMKM lokal," demikian disampaikan INDEF di dalam pernyataannya pada Juli 2025 lalu.


















