Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rano Karno: Film Punya Peran Strategis untuk Tanamkan Ideologi Negara

Rano Karno: Film Punya Peran Strategis untuk Tanamkan Ideologi Negara
Instagram.com/@si.rano
Share Article

Jakarta, IDN Times - Politikus PDI Perjuangan Rano Karno mengatakan film tidak hanya sebagai sarana hiburan, namun juga mempunyai peran yang sangat strategis, untuk menanamkan ideologi bernegara kepada rakyat.

Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009, tentang Perfilman, sekaligus memajukan kebudayaan nasional.

1. Pemerintah bertanggung jawab untuk memajukan film di tanah air

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Pria yang dikenal sebagai lakon Doel dalam film Si Doel Anak Sekolahan ini menuturkan, pemerintah memiliki peran penting dalam memajukan industri perfilman tanah air, agar bisa melahirkan karya-karya terbaik dari anak bangsa.

"Jadi ini memang untuk self defense, agar ideologi kita tidak terganggu. Karena itu negara bertanggung jawab untuk memajukan perfilman," kata Rano dalam webinar bertajuk Rakyat Sumber Kebudayaan Nasional, Selasa (16/6).

2. Film sebagai strategi untuk memajukan kebudayaan nasional

Instagram.com/yessy_gusman
Instagram.com/yessy_gusman

Anggota Komisi X DPR RI itu menjelaskan, film juga kerap dijadikan bagi para pejuang bangsa sebagai alat kemerdekaan. Dengan menanamkan semangat gotong-royong, Indonesia bisa bangkit melawan penjajahan.

"Jadi memang sejak zaman perjuangan, film itu adalah sebuah strategi untuk memajukan sebuah kebudayaan nasional. Jadi film itu bukan hanya sebagai hiburan semata, memiliki tujuan yang dilakukan Indonesia pada waktu itu," kata Rano.

3. Bung Karno dikenal dengan ideologi Marhaenisme untuk melawan kapitalisme

Presiden RI Sukarno (Repro Buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat)
Presiden RI Sukarno (Repro Buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat)

Menurut Rano, kebudayaan adalah sebuah adat istiadat, akal pikiran, maupun budi pekerti yang lahir dari komunikasi antar manusia, untuk menciptakan sebuah karya dalam bentuk audio visual yang menarik.

Ia mencontohkan, penemuan besar hasil dari komunikasi yang dilakukan Bung Karno adalah, saat dirinya menciptakan ideologi Marhaenisme untuk melawan ideologi kapitalisme yang menjamur di Indonesia kala itu.

Marhaen adalah seorang petani sederhana yang ditemui Bung Karno sekitar 1920. "Kemudian aku menanyakan nama petani itu dia menyebut namanya Marhaen. Nah saat itu cahaya ilham melintas di otakku," kata Rano, mengutip pernyataan Bung Karno.

"Bertemu dengan Marhaen seorang petani kurus kering tidak punya apa-apa tercetus ilham, aku akan menamakan semua petani yang bernasib malang seperti dia adalah Marhaen," lanjut Rano, kembali menirukan pernyataan Presiden pertama RI itu.

Share Article
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
Fitang Budhi Adhitia
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More

Kantor BGN Berangsur Sepi, Tak Terlihat Lagi Aktivitas Penggeledahan

03 Jun 2026, 23:41 WIBNews