Rapat dengan Presiden, Gubernur Aceh Minta Bantuan Kebutuhan Pokok

- Pemulihan Aceh akibat banjir butuh biaya Rp25,41 triliun
- Gubernur Mualem sambut kedatangan Presiden Prabowo di Aceh
- Prabowo pimpin rapat bahas penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat
Aceh, IDN Times - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, atau yang akrab disapa Mualem mengungkapkan beberapa kebutuhan pokok yang saat ini sangat dibutuhkan korban bencana di Aceh. Kebutuhan pokok tersebut antara lain fasilitas kesehatan, pakaian, peralatan ibadah, gas elpiji 3 kg, dan sembako.
"Saya cuma ingin menambahkan sedikit, pak, yang paling urgent di kesehatan, obat-obatan pak, sudah mulai pada gatal-gatal pak, kekurangan sekali pak obat-obatan. Terus yang kedua, pakaian pak, karena mereka semua di bawah lumpur," ujar Mualem dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Posko Terpadu Penanganan Bencana Alam Aceh di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (7/12/2025) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Mualem juga meminta Meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian agar menertibkan para pedagang, karena harga bahan sembako di Aceh sangat melambung.
"Barang dagangan, mereka para pedagang memainkan harga sesuka hati, telur satu papan sampai Rp100 ribu pak, jadi pedagang-pedagang saya mohon diamankan pak," pinta Mualem.
1. Pemulihan Aceh akibat banjir butuh biaya Rp25,41 triliun

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengatakan per Minggu (7/12/2025), kerusakan rumah warga di Aceh akibat banjir bandang mencapai 37.546 unit. Angka tersebut meliputi rumah rusak berat atau hilang tersapu banjir, rusak sedang, dan rusak ringan.
"Kemudian (termasuk) jembatan, jalan, tempat ibadah sekolah, rumah sakit, pondok pesantren, puskesmas. Kemudian termasuk juga kerugian lahan pertanian, ternak, sawah, kebun, tambak dan perkantoran," ujarnya.
Setelah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Suharyanto mengatakan, untuk memulihkan Aceh seperti sediakala membutuhkan biaya sekitar Rp25,41 triliun.
2. Mualem sambut kedatangan Presiden Prabowo

Sebuah pemandangan hangat terekam saat Presiden Prabowo Subianto mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, Minggu. Kedatangan Kepala Negara disambut langsung Mualem.
Momen keakraban keduanya menjadi sorotan. Dalam unggahan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet, terlihat Prabowo memberikan pelukan hangat kepada Mualem sesaat setelah menuruni pesawat.
"Presiden Prabowo langsung meninjau pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane, ruas vital penghubung Bireuen-Takengon di Kabupaten Bireuen. Jembatan sementara ini, akan segera bisa digunakan dalam 2-3 hari," ujar Teddy.
3. Prabowo pimpin rapat bahas penanganan bencana di Sumatra

Presiden Prabowo Subianto segera menggelar rapat terbatas (ratas) di Banda Aceh, Minggu (7/12/2025) malam, usai meninjau langsung lokasi bencana di Kabupaten Bireuen, Aceh. Rapat digelar untuk mengevaluasi langkah penanganan darurat serta merumuskan percepatan pemulihan pascabencana di Tanah Rencong.
Dalam pembukaannya, Prabowo menyoroti sejumlah isu krusial, mulai dari perbaikan infrastruktur jembatan hingga kerusakan lahan pertanian. Dia mengawali rapat dengan menceritakan hasil tinjauannya di Bireuen. Ia melihat langsung proses pengerjaan jembatan darurat (Bailey) yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan bantuan personel TNI.
“Banyak bendungan-bendungan cukup banyak yang jebol, yang besar-besar maupun yang kecil-kecil,” ucap dia.
Saat membahas masalah pertanian ini, Prabowo sempat mencari keberadaan Menteri Pertanian di ruang rapat.
“Menteri Pertanian ada di sini? Tidak ada ya, nanti dicatat saja,” kata dia.
Presiden juga menerima laporan langsung dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, serta para bupati terkait dampak kerusakan hunian warga. Banyak rumah memerlukan bantuan pemerintah untuk dibangun kembali.



















