Rentetan Kasus Daycare di Indonesia, Alarm Keras bagi Keamanan Anak

- Serangkaian kasus kekerasan dan kelalaian di berbagai daycare Indonesia, termasuk Yogyakarta, Depok, Medan, Denpasar, dan Samarinda, memicu kekhawatiran besar soal keamanan anak.
- Kasus terbaru di Little Aresha Yogyakarta mengungkap 53 anak mengalami kekerasan fisik dan verbal, menyoroti lemahnya pengawasan serta praktik pengasuhan yang tidak manusiawi.
- Beragam insiden tragis seperti penyiraman air panas hingga kematian bayi menunjukkan perlunya standar ketat dan kontrol emosional bagi tenaga pengasuh di tempat penitipan anak.
Jakarta, IDN Times -Tempat penitipan anak atau daycare seharusnya menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak, sekaligus memberi rasa tenang bagi orangtua yang harus beraktivitas. Namun beberapa waktu terakhir, terjadi kasus di sebuah daycare di Yogyakarta yang kembali menyita perhatian publik.
Peristiwa ini menambah daftar panjang persoalan di tempat penitipan anak di Indonesia, sekaligus memicu kekhawatiran baru di kalangan orangtua. Kejadian tersebut pun mengingatkan kembali pada sejumlah kasus serupa yang sempat viral dalam beberapa tahun terakhir. Dari kekerasan fisik hingga kelalaian fatal, berbagai peristiwa ini menjadi catatan penting soal lemahnya pengawasan di sejumlah daycare.
Berikut deretan kasus daycare yang pernah terjadi di Indonesia!
1. Kasus daycare Little Aresha Yogyakarta

Kasus daycare Little Aresha Yogyakarta terungkap setelah penggerebekan oleh aparat kepolisian pada Jumat, 24 April 2026. Dari hasil pendataan, diketahui sebanyak 103 anak pernah dititipkan di daycare tersebut.
Polisi kemudian memverifikasi bahwa 53 anak mengalami kekerasan fisik dan verbal selama berada di sana. Anak-anak ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, mulai dari tanpa pakaian hingga tubuh yang diikat.
Hasil pemeriksaan medis mengungkap adanya berbagai luka serius, seperti kulit melepuh, bekas cubitan dan cakaran, luka pada bagian punggung hingga bibir, serta infeksi paru-paru atau pneumonia yang dialami mayoritas korban. Kasus ini menjadi sorotan karena jumlah korban yang besar serta dugaan adanya praktik kekerasan yang terjadi secara berulang.
2. Kasus daycare Kiddy Space Depok

Peristiwa daycare Kiddy Space Depok terjadi pada 2 Desember 2024 dan melibatkan seorang pengasuh yang melakukan kekerasan terhadap bayi yang dititipkan oleh orangtuanya sejak pagi hari.
Kejadian bermula ketika bayi terbangun dan menangis setelah buang air besar. Alih-alih menenangkan, pengasuh justru terpancing emosi. Pelaku mengambil air panas yang baru dimasak, lalu menyiramkannya ke tubuh korban sebanyak dua gayung di bagian belakang.
Tindakan tersebut menyebabkan luka serius pada bayi dan memicu kecaman luas dari masyarakat. Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana emosi yang tidak terkontrol dapat berujung pada tindakan kekerasan yang membahayakan keselamatan anak.
3. Kasus daycare Wensen School Indonesia

Kasus daycare Wensen School Indonesia mencuat pada Juni 2024 setelah rekaman CCTV beredar di media sosial dan menjadi viral. Video tersebut memperlihatkan berbagai tindakan kekerasan terhadap balita di dalam daycare.
Dalam rekaman, terlihat seorang anak yang menangis berusaha keluar dari ruangan, tetapi ditahan menggunakan kaki oleh seorang perempuan yang diduga pengelola. Anak tersebut kemudian diseret, dicubit, dipukul, hingga ditendang.
Orangtua korban yang curiga kemudian memeriksakan kondisi anak ke dokter setelah menemukan luka lebam di dada dan punggung. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa lebam tersebut disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah akibat kekerasan, bukan karena kondisi medis tertentu.
4. Kasus Murni Daycare Medan

Kasus di Murni Daycare Medan terjadi pada Oktober 2024 menjadi perhatian publik setelah video CCTV yang memperlihatkan penganiayaan terhadap balita berusia 1,3 tahun tersebar luas di media sosial. Dalam rekaman, pengasuh terlihat menyuapi korban secara paksa dengan nasi yang masih panas. Selain itu, pelaku juga melakukan tindakan kekerasan lain seperti mencubit dan menjambak rambut korban.
Peristiwa ini menimbulkan kemarahan publik dan menyoroti pentingnya pengawasan terhadap tenaga pengasuh di daycare, terutama dalam hal kompetensi dan pengendalian emosi saat menghadapi anak-anak.
5. Kasus Princess House Childcare Denpasar

Kejadian tragis di Princess House Childcare Denpasar terjadi pada Mei 2019, ketika seorang bayi berusia 3 bulan meninggal dunia di tempat penitipan anak tersebut.
Korban diduga ditinggalkan dalam kondisi dibedong dengan posisi tengkurap selama sekitar 30 menit oleh pengasuh. Kondisi tersebut membuat bayi mengalami kesulitan bernapas hingga akhirnya lemas.
Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Pihak kepolisian kemudian menetapkan pemilik daycare dan seorang perawat sebagai tersangka atas dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian.
6. Kasus PAUD Jannatul Adfaal Samarinda

Kasus yang terjadi pada Desember 2019 ini menjadi salah satu yang paling menggemparkan karena melibatkan hilangnya nyawa seorang balita berusia 4 tahun.
Korban dilaporkan hilang saat dititipkan di daycare oleh orangtuanya. Setelah pencarian selama dua minggu, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tanpa kepala.
Polisi menduga kejadian ini dipicu oleh kelalaian dalam pengawasan, yang menyebabkan korban terjatuh ke parit. Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan dampak fatal dari kurangnya pengawasan terhadap anak di lingkungan daycare.


















