Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Resmikan Pabrik Bus-Truk Listrik, Prabowo: Kita Juga Bentuk untuk Sedan

Resmikan Pabrik Bus-Truk Listrik, Prabowo: Kita Juga Bentuk untuk Sedan
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Berbasis Listrik, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026) (YouTube.com/Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Presiden Prabowo meresmikan pabrik perakitan bus dan truk listrik pertama di Magelang milik PT Vektor Sakti Industri, menandai langkah besar menuju transportasi ramah lingkungan.
  • Prabowo menargetkan produksi 10 ribu unit bus dan truk listrik per tahun serta meningkatkan tingkat komponen dalam negeri dari 40 persen menjadi 80 persen dalam empat tahun.
  • Pemerintah juga tengah menyiapkan produksi mobil sedan listrik dan program elektrifikasi nasional 100 Gigawatt untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Berbasis Listrik, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyambut baik produksi bus dan truk listrik.

"Kita dapat hadir di acara yang sangat membanggakan ini, yaitu peresmian fasilitas perakitan kendaraan komersial pertama berbasis listrik dari PT Vektor Sakti Industri. Saya sangat menyambut baik dan menghargai kegiatan ini, inisiatif yang telah diambil sejak beberapa tahun oleh saudara Anindya Bakrie beserta keluarga semuanya, kelompok usahanya, yang terus bekerja dengan visi yang sangat jelas, visi ingin ikut serta dalam pembangunan bangsa Indonesia," ujar Prabowo dalam sambutannya yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Menurut dia, dengan penggunaan listrik menjadi bahan bakar transportasi, bisa mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM). Prabowo menyebut, penggunaan kendaraan listrik juga bisa membuat udara bersih.

"Menuju energi yang bersih, energi terbarukan. Salah satu langkah adalah akan menggunakan listrik, elektrifikasi, memakai listrik untuk tidak lagi memakai terlalu banyak BBM dari fosil, dari karbon. Jadi inisiatif yang dilaksanakan oleh Vektor ini, Vektor Industri adalah bersejarah, adalah suatu tonggak yang membanggakan, ya. Ibarat kita dulu diajarkan apa, ya, itu istilahnya, ya, pepatah gitu ya, 'Ibarat pucuk dicinta ulam pun tiba," ujar dia.

Prabowo mengatakan, hal ini juga menjadi harapan bangsa Indonesia dengan meninggalkan energi karbon dan fosil. Menurut dia, energi bukan hanya berasal dari fosil.

"Kita gunakan hanya untuk yang strategis. Tetapi sekarang avtur pun bisa dari kelapa sawit, dan kita punya banyak kelapa sawit, ya. Bahkan avtur nanti itu dari jelantah, dari limbah, dari sisanya minyak goreng, kita bisa olah menjadi avtur dan beberapa saat lagi kita akan buka pusat-pusat pengolahan, refinery-refinery untuk ini. Kita akan investasi besar-besaran di bidang itu," kata dia.

Prabowo mengaku senang karena pabrik ini menargetkan mampu memproduksi bus dan truk listrik 10 ribu per tahun.

"Dan memang rencana kita, saya berharap pada tahun 2028 kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik. Jadi sekarang sudah ada bus dari listrik, truk dari listrik, dan kemampuannya juga cukup besar, membanggakan. Saya dapat laporan kemampuan Vektor bisa produksi 10.000 bus dari listrik," ujar dia.

Prabowo menargetkan, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang diproduksi di pabrik bus dan listrik sudah 40 persen. Dia menargetkan, bisa mencapai 80 persen.

"TKDN-nya, dalam negerinya itu sekarang sudah 40 persen dan dalam waktu sebentar lagi, mungkin dua tahun lagi, akan menuju 60 dan dua tahun setelah itu akan menuju 80 persen. Ini sesuatu yang sangat membanggakan. Jadi sudah ada industri bus, industri truk," kata dia.

Prabowo mengatakan, Indonesia juga sedang menggagas pembuatan pabrik mobil listrik untuk jenis sedan.

"Kita juga sedang bentuk perusahaan untuk memproduksi sedan, sedan dari listrik. Jadi, saya sudah putuskan dan akan kita jalankan program elektrifikasi 100 Gigawatt, 100 Gigawatt yang kita harapkan bisa dicapai 2 tahun, nanti tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan diesel, menggunakan solar, tidak," ucap dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More