Ditanya soal Reshuffle, Teddy: Nanti Bapak Presiden yang Cerita

- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menolak berkomentar soal isu reshuffle dan menyebut Presiden Prabowo Subianto yang akan menjelaskan langsung kepada publik.
- Presiden Prabowo telah melakukan lima kali reshuffle kabinet sejak 2025, termasuk mengganti sejumlah menteri, kepala badan, dan wakil menteri di berbagai posisi strategis.
- Pada reshuffle terakhir Februari 2026, Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan menggantikan Thomas Djiwandono yang kini menjabat Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, enggan berkomentar terkait isu reshuffle Kabinet Merah Putih. Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto yang akan menceritakan langsung tentang hal tersebut.
"Tunggu saja, nanti Bapak Presiden yang menceritakan," ujar Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/4/2026).
1. Prabowo sudah reshuffle empat kali

Hingga saat ini, Prabowo sudah empat kali melakukan reshuffle kabinet. Pertama, Prabowo mengganti Satrya Soemantri Brodjonegoro sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, pada Rabu (19/2/2025).
Kemudian, Prabowo melakukan reshuffle kedua pada Senin (8/9/2025) dengan mengganti Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Menteri Keuangan, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Menteri Pemuda dan Olahraga, dan Menteri Koperasi.
Ketika itu, Prabowo tak langsung melantik Menko Polkam dan Menpora yang baru. Selang 10 hari, yakni Rabu (17/9/2025), Prabowo merombak kabinetnya dengan melantik Menko Polkam dan Menpora.
2. Daftar menteri yang dilantik pada reshuffle kabinet jilid III

Prabowo juga menggabungkan pelantikan anggota kabinet reshuffle jilid II dan III pada Rabu (17/9/2026). Ada sejumlah menteri, kepala badan, dan wakil menteri yang dilantik. Mereka adalah Menko Polkam Djamari Chaniago dan Menpora Erick Thohir serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka.
Dalam acara tersebut, Prabowo juga melantik tiga wakil menteri. Di antaranya posisi Wakil Menteri Koperasi dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang kosong sejak reshuffle kabinet jilid II. Presiden juga melantik Wakil Menteri Kehutanan baru.
Presiden melantik Wakil Kepala Badan Jaminan Penyelenggara Produk Halal Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan baru. Afriansyah menggantikan Immanuel Ebenezer yang dipecat usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.
Afriansyah bukan orang baru di Kementerian Ketenagakerjaan. Dia pernah menjabat sebagai Wamenaker pada 2022, saat era Presiden ke-7 RI Joko "Jokowi" Widodo.
Presiden juga melantik Farida Farichah sebagai Wakil Menteri Koperasi. Farida mengisi kursi kosong yang ditinggalkan Wamen Koperasi sebelumnya, Ferry Juliantono. Ferry dilantik Presiden Prabowo sebagai Menteri Koperasi menggantikan Budi Arie Setiadi pada reshuffle kabinet jilid II.
Pada kesempatan ini, Prabowo juga mencopot Wakil Menteri Kehutanan Sulaiman Umar. Kursi yang ditinggalkan ipar dari taipan Haji Isam itu diisi Bendahara Partai Gerindra Jawa Tengah, Rohmat Marzuki.
Rohmat Marzuki kini menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Jateng. Pria yang memiliki gelar Sarjana Kehutanan ini menduduki posisi sebagai Anggota Komisi B DPRD Jateng yang membidangi perekonomian dan keuangan.
Wakil Kepala Staf Kepresidenan M Qodari naik jabatan usai dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Qodari menggantikan AM Putranto yang diberhentikan pada reshuffle kabinet jilid III.
3. Pejabat yang dilantik di reshuffle jilid IV

Kemudian, reshuffle jilid IV dilakukan. Presiden Prabowo pada Jumat (6/2/2026) melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan. Juda Agung menggantikan Thomas Djiwandono yang menjabat Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Jabatan Juda Agung sebelumnya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.


















