Sekjen PKB: Pernyataan Amien Rais Gak Penting untuk Bangsa

- Cak Udin menilai pernyataan Amien Rais tidak penting bagi bangsa dan mengingatkan semua pihak agar berhati-hati serta beretika dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.
- Ia menegaskan energi tokoh bangsa sebaiknya difokuskan pada solusi menghadapi krisis global, bukan menyerang personal tanpa data yang justru merugikan demokrasi Indonesia.
- Partai Ummat melalui Aznur Syamsu menegaskan pernyataan Amien Rais bersifat pribadi dan tidak mewakili sikap partai, sekaligus menyayangkan ucapan tersebut karena tak relevan dengan isu kebangsaan.
Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hasanuddin Wahid yang akrab disapa Cak Udin menanggapi video Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais, terkait kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Cak Udin meminta semua pihak harus berhati-hati menyampaikan pernyataan kepada publik.
Menurut dia, pernyataan yang diutarakan di media sosial juga tetap harus memperhatikan adab dan etika. Alih-alih menyerang personal, ia pun mengajak semua pihak untuk menyikapi isu aktual seperti kondisi geopolitik global.
"Kalau kita sih ukurannya kepantasan ya. Berbangsa dan bernegara ini urusan kepantasan. Bahwa siapapun dia, mau tokoh bangsa, mau politisi, itu harus berhati-hati dalam apa namanya, harus berhati-hati dalam membuat pernyataan ke publik," kata Cak Udin di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (4/5/2026).
1. Energi tokoh bangsa sebaiknya difokuskan terhadap situasi global

Menurut dia, situasi global saat ini memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen bangsa, terutama akibat konflik internasional yang belum mereda dan berdampak terhadap kondisi ekonomi dunia.
"Kalau nggak ada buktinya buat apa ngomong gitu? Lebih baik semua para tokoh bangsa bicara tentang bagaimana kita bisa membantu pemerintah dan negara ini selamat dari krisis global karena ada perang Iran, ada Ukraina belum selesai, ada harga minyak dunia yang meroket dan sebagainya," ujar Cak Udin.
Ia menilai, energi para tokoh bangsa sebaiknya diarahkan untuk mencari solusi menghadapi tantangan ekonomi dan geopolitik global yang dapat berdampak langsung terhadap masyarakat Indonesia.
"Lebih baik energi para tokoh-tokoh bangsa disatukan untuk membantu negara ini untuk keluar dari krisis yang akibat global. Itu lebih baik daripada ngurusi orang personal-personal ya, orang per orang gitu," kata dia.
2. Berbicara tanpa data bahaya bagi demokrasi

Anggota Komisi XI DPR RI ini mengatakan, berbicara tanpa data justru mengkhawatirkan ruang demokrasi Indonesia. Ia menyebut, pernyataan yang membuat gaduh hanya merugikan bangsa ini. Ia lantas menyinggung jejak Amiem Rais di politik yang sudah lama.
"Pak Amien sudah lama ya jadi politisi. Dia tahulah mana yang dia harus minta maaf dan sebagainya. Tapi buat kami, keadaban politik itu penting. Buat kami bicara tanpa data itu sangat mengkhawatirkan buat demokrasi," kata Cak Udin.
Ia berharap isu yang disampaikan oleh Amien Rais tak bergulir lagi. Ia menilai, pembicaraan Amien Rais tak penting untuk menjadi konsumsi publik.
"Kalau dibicarakan terus, Amien Rais jadi terkenal lagi. Menurut saya bicara yang lain aja lah, yang lebih penting buat bangsa. Apakah pembicaraan Amien Rais penting untuk bangsa? Saya pikir nggak," kata dia.
3. Partai Ummat buka suara soal pernyataan Amien Rais

Ketua DPP Partai Ummat, Aznur Syamsu, menanggapi pernyataan Amien Rais yang menyinggung soal kedekatan Prabowo dan Teddy Indra Wijaya. Aznur memastikan, pernyataan Amien Rais tersebut pendapat pribadi, bukan mewakili sikap Partai Ummat.
"Itu pernyataan pribadi Pak Amien, tidak ada kaitannya dengan Partai Ummat," kata dia kepada IDN Times, Minggu (3/5/2026).
Aznur turut menyayangkan pernyataan yang disampaikan Amien Rais tersebut. Terlebih, Amien merupakan salah satu tokoh ternama di Indonesia. Di samping itu, menurut Aznur, pernyataan Amien tak berkaitan dengan persoalan bangsa dan negara.
"Kami dari Partai Ummat menyayangkan pernyataan seperti itu dari Pak Amien Rais, apalagi beliau seorang tokoh, paling tidak pernah menjadi tokoh. Tidak ada kaitan dengan persoalan bangsa dan negara saat ini. Pak Amien Rais offside," kata dia.















