Heboh Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Rp27 M, Brand Lokal Sebut Harga Rp150 Ribuan

- Stradenine menegaskan tidak terlibat dalam pengadaan sepatu Sekolah Rakyat senilai Rp27 miliar dan hanya mengetahui produknya digunakan tanpa pesanan langsung dari pihak kementerian.
- Brand lokal asal Surabaya itu menyebut harga sepatunya berkisar Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per pasang, jauh di bawah nilai anggaran yang ramai dibicarakan publik.
- Menteri Sosial Syaifullah Yusuf memastikan seluruh proses penganggaran dan pengadaan di program Sekolah Rakyat dilakukan transparan, diawasi ketat, serta difokuskan untuk kebutuhan siswa.
Jakarta, IDN Times - Brand sepatu lokal Stradenine buka suara terkait sorotan publik atas pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat yang nilainya mencapai sekitar Rp27 miliar. Pasalnya, harga sepatu yang dianggarkan sebesar Rp700 ribu per pasang.
Nama brand tersebut ikut ramai diperbincangkan setelah beredar foto yang menampilkan Menteri Sosial Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memakaikan sepatu bermerek Stradenine pada siswa Sekolah Rakyat.
"Foto produk yang beredar di pemberitaan memang merupakan salah satu artikel kami, dengan harga Rp 179.900," kata Stradenine dalam keterangan di akun Instagram resminya, @stradenine, Senin (4/5/2026)
1. Brand tersebut tidak pernah terlibat pengadaan

Namun demikian, Stradenine menegaskan, tidak memiliki keterlibatan dalam proses pengadaan yang sedang disorot.
“Stradenine tidak pernah terlibat, mengetahui, atau menerima pesanan secara langsung dalam pengadaan sepatu yang sedang diberitakan,” tulis mereka dalam pernyataan tersebut.
2. Harga sepatu sampai Rp300 ribuan

Stradenine juga menegaskan posisinya sebagai brand lokal asal Surabaya yang berfokus menghadirkan produk terjangkau bagi masyarakat luas. Mereka menyebut telah menjual lebih dari satu juta pasang sepatu di seluruh Indonesia, dengan rentang harga produk mulai dari Rp100 ribuan hingga Rp300 ribuan per pasang.
Stradenine memiliki visi untuk menjadi brand lokal Surabaya yang dapat dijangkau oleh semua kalangan. Disebutkan, sudah lebih dari 1 juta pasang sepatu yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Semua sepatu Stradenine dapat dimiliki dengan harga dari Rp100.000-an sampai dengan Rp300.000-an per pasang," tulisnya.
Berdasarkan penelusuran IDN Times, foto yang beredar merupakan dokumentasi saat acara Dialog Pilar Pilar Sosial se-Malang Raya bersama Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, di Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (2/5/2025).
Di akhir acara, Mensos dan Khofifah memakaikan sepatu kepada calon Siswa Sekolah Rakyat.
3. Anggaran di Kemensos sudah direncanakan

Namun yang disorot publik adalah anggaran pengadaan sepatu Sekolah Rakyat yang mencapai Rp27 miliar pada tahun anggaran 2026. Terkait hal ini, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menegaskan, bahwa seluruh proses penganggaran di lingkungan Kementerian Sosial telah direncanakan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Iya, untuk penganggaran nanti detailnya bisa dikonfirmasi lebih lanjut ya. Semua penganggaran di lingkungan Kementerian Sosial, khususnya Sekolah Rakyat, telah direncanakan. Pelaksanaannya harus dikawal bersama-sama, dilihat secara bersama-sama,” ujar Gus Ipul saat menjawab pertanyaan IDN Times, di Gedung PM, Rabu (29/4/2026)
Ia menambahkan, anggaran tersebut pada dasarnya dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan siswa secara menyeluruh, termasuk kebutuhan dasar dalam menunjang kegiatan belajar.
“Pada dasarnya penganggaran kita semua untuk siswa. Semua untuk siswa. Untuk harga, tentu ya itu nanti kan alokasinya,” kata dia.
3. Proses transparan dan diawasi

Terkait mekanisme pengadaan, Gus Ipul menegaskan, seluruh proses akan dilakukan secara transparan dan diawasi ketat. Ia juga telah mengingatkan jajaran di Kementerian Sosial agar tidak bermain dalam proses pengadaan barang dan jasa.
“Intinya, penganggaran di Sekolah Rakyat itu semua adalah untuk kebutuhan siswa, di samping untuk kebutuhan operasional seperti makan, minum, seragam, termasuk sepatu dan lain sebagainya,” ujarnya.
“Kalau soal harga, tentu kami menyerahkan sepenuhnya kepada proses pengadaan yang ada. Kami sudah sampaikan kepada teman-teman yang bertanggung jawab terhadap pengadaan di Kementerian Sosial untuk tidak main-main. Kerjanya diawasi,” ujarnya.

















