Jakarta, IDN Times - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyebut semua warganya akan bahu membahu untuk melindungi aset-aset negara dari ancaman Amerika Serikat. Aset-aset yang dimaksud terdiri dari fasilitas nuklir dan kumpulan senjata yang dimiliki pasukan militer Iran, seperti rudal.
Mojtaba Khamenei: Warga Iran Akan Lindungi Aset Negara dari Ancaman AS

- Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyerukan seluruh warga untuk melindungi aset negara seperti fasilitas nuklir dan persenjataan dari ancaman Amerika Serikat.
- Amerika Serikat dikabarkan berencana melakukan serangan ke infrastruktur publik Iran di tengah gencatan senjata serta memperpanjang blokade kapal Iran di Selat Hormuz.
- Mojtaba menegaskan bahwa Iran akan menjaga Selat Hormuz dari ancaman AS dan menghentikan segala bentuk eksploitasi yang dilakukan terhadap wilayah perairan internasional tersebut.
“Warga Iran akan menjaga aset-aset ini (fasilitas nuklir dan kumpulan alutsista) sebagaimana mereka menjaga perbatasan maritim, darat, dan udara mereka," bunyi pidato Mojtaba yang dibacakan oleh stasiun televisi nasional Iran pada Kamis (30/4/2026), seperti dilansir Jerusalem Post.
1. AS berencana melakukan serangan ke Iran di tengah gencatan senjata

Pernyataan tadi disampaikan oleh Mojtaba tidak lama usai AS dikabarkan berencana untuk melakukan serangan baru ke Iran di tengah gencatan senjata yang sedang berlangsung. Menurut laporan Axios, serangan tersebut akan ditargetkan ke infrastruktur publik yang ada di Iran. Mereka justru tidak menargetkan fasilitas nuklir dan fasilitas senjata milik Teheran.
Untuk melakukan serangan tersebut, Presiden AS, Donald Trump, dikabarkan telah melakukan rapat dengan Kepala Pusat Komando AS (CENTCOM), Dan Caine pada Kamis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa serangan berjalan efektif. Namun, Gedung Putih dan CENTCOM hingga kini belum mengonfirmasi soal kabar tersebut kepada media.
2. AS juga berencana memperpanjang blokade kapal Iran di Selat Hormuz

Selain berencana melakukan serangan, AS juga menegaskan akan memperpanjang blokade terhadap kapal Iran yang berlayar di Selat Hormuz. Dalam pernyataannya pada Rabu (29/4/2026), Trump mengatakan tidak akan menghentikan blokade terhadap kapal milik Iran di selat tersebut sampai mereka setuju untuk menghentikan program senjata nuklir.
"Mereka (Iran) tercekik seperti babi yang dijejali dan keadaan akan menjadi lebih buruk bagi mereka. Mereka tidak bisa memiliki senjata nuklir. Mereka ingin berdamai. Mereka tidak ingin saya mempertahankan blokade. Namun, saya tidak ingin (mencabut blokade) karena saya tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir," kata Trump.
3. Iran berjanji akan menjaga Selat Hormuz dari ancaman AS

Rencana tersebut juga menuai respons dari Iran. Dalam pidatonya, Mojtaba mengatakan bahwa AS tidak berhak memblokade kapal Iran yang berlayar di Selat Hormuz. Sebab, selat tersebut merupakan wilayah perairan internasional.
Oleh karena itu, Mojtaba berjanji akan menjaga Selat Hormuz dari ancaman AS. Ia juga berjanji akan menghentikan segala bentuk eksploitasi yang dilakukan Negeri Paman Sam di selat tersebut. "Iran akan mengakhiri eksploitasi Selat Hormuz oleh musuh yang bermusuhan," tegas Mojtaba.


















