Seorang Warga Binaan Diduga Akhiri Hidup di Rutan Cipinang
.jpg)
- Ditemukan luka ikatan di leher korban
- Kronologi penemuan korban
Jakarta, IDN Times – Seorang pria yang merupakan warga binaan berinisial SAK (38) ditemukan tewas. Dia diduga mengakhiri hidup di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Cipinang, Jakarta Timur pada Kamis (22/1/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan, terpidana kasus penipuan itu ditemukan sudah tidak bernyawa dalam kondisi tergantung di pintu teralis besi akses tangga lantai liga sekitar pukul 18.02 WIB.
“Benar terjadi seorang warga binaan berinisial SAK ditemukan meninggal dunia diduga bunuh diri dengan cara gantung diri di Rumah Tahanan Kelas 1 Cipinang, pada Kamis sekitar pukul 18.02 WIB,” kata Budi, Jumat (23/1/2026).
1. Ditemukan luka ikatan di leher korban

Budi mengatakan, dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan dengan luka ikatan di bagian leher. Di lokasi kejadian, petugas turut mengamankan barang bukti berupa kain yang dilinting dan diikat menyerupai tali.
“Jenazah telah dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan saat ini peristiwa tersebut masih dalam proses pendalaman serta penyelidikan oleh Polres Metro Jakarta Timur,” ujar dia.
2. Kronologi penemuan korban

Berdasarkan laporan kepolisian, kejadian ini bermula saat lonceng steril dibunyikan sekitar pukul 16.30 WIB sebagai tanda seluruh warga binaan kembali ke blok masing-masing.
Namun, situasi berubah mencurigakan ketika alarm blok kembali dibunyikan pada pukul 17.00 WIB dan petugas mendapati korban tidak berada di dalam selnya.
Menyadari adanya kejanggalan tersebut, petugas rutan bersama sejumlah warga binaan langsung melakukan penyisiran di sekitar gedung.
3. Penemuan korban dilaporkan Polsek Jatinegara

Pencarian itu berakhir sekitar pukul 18.02 WIB, ketika seorang warga binaan lainnya menemukan korban dalam kondisi tergantung di pintu teralis area tangga lantai tiga Gedung R.A. Koesnoen.
Temuan tersebut segera dilaporkan kepada petugas rutan dan diteruskan ke Polsek Jatinegara serta Polres Metro Jakarta Timur guna penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.
Disclaimer: Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah terdapat lebih dari 3.000 Puskesmas yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Kamu bisa menghubungi atau langsung mendatangi Puskesmas terdekat untuk mengetahui apakah mereka melayani kesehatan jiwa.

















