Skema Pemerintah bagi Jemaah Umrah bila Udara di Timur Tengah Ditutup

- Pemerintah Indonesia menyiapkan skema mitigasi bagi jemaah umrah akibat situasi memanas di Timur Tengah, termasuk pembentukan tiga tim di bandara Jeddah untuk memastikan koordinasi dan pendampingan.
- Kementerian dan perwakilan RI di Arab Saudi terus berkomunikasi dengan maskapai serta memantau keamanan WNI, sambil mengimbau masyarakat tetap tenang menghadapi potensi gangguan penerbangan.
- Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dikabarkan tewas dalam serangan yang dikaitkan dengan AS-Israel, memicu masa berkabung nasional 40 hari dan reaksi dari Presiden AS Donald Trump.
Jakarta, IDN Times - Kawasan Timur Tengah sedang memanas akibat adanya perang antara Iran melawan Amerika Serikat-Israel. Iran membalas serangan dengan melancarkan sejumlah rudal ke maras besar Amerika Serikat di Qatar, Bahrain dan Kuwait.
Pemerintah Indonesia melakukan mitigasi. Terlebih, sejumlah negara seperti Qatar, Uni Emirat Arab (UAE), Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah. Sementara itu, Arab Saudi, Oman, Yordania, dan Lebanon membatasi ruang udaranya dengan status waspada.
Antisipasi itu dilakukan agar jemaah umrah yang akan berangkat atau pulau dari Arab Saudi tidak terjebak. Staf Teknis Urusan Haji KUH (Kantor Urusan Haji) Jeddah, mengatakan sudah membentuk tim mitigasi.
“KUH telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift dan disebar di tiga titik bandara, yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji. Langkah ini untuk memastikan pendampingan dan koordinasi berjalan optimal bagi jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan,” ujar Ilham dalam keterangannya, dikutip Minggu (1/3/2026).
1. Pemerintah terus komunikasi dengan maskapai penerbangan

Ilham menyampaikan, pemerintah juga terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan, terutama bagi penerbangan yang menuju Arab Saudi. KBRI Riyadh juga sudah mengeluarkan imbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) untuk tetap tenang.
Menurutnya, pemerintah Indonesia melalui perwakilan di Arab Saudi terus memantau kondisi keamanan dan keselamatan warga negara Indonesia.
2. Pemimpin tertinggi Iran tewas

Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dikabarkan telah tewas setelah serangan militer yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh kantor berita Iran Tasnim dan Fars, dikutip Al Jazeera, Minggu (1/3/2026). Fars menyampaikan pemerintah Iran telah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari, serta tujuh hari libur umum.
Dikabarkan juga Khamenei tewas terbunuh di kantornya saat "melakukan tugas yang diberikan kepadanya" pada dini hari Sabtu pagi.
3. Donald Trump juga menyebut Ayatollah Ali tewas

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menulis di platform Truth Social bahwa Khamenei terbunuh dalam serangan yang dimulai pada Sabtu dini hari.
"Ia tidak mampu menghindari sistem intelijen dan pelacakan canggih milik AS dan Israel," tulis Trump, dikutip Al Jazeera, Minggu (1/3/2026).

















