Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Suarakan Perdamaian dan Lingkungan, SBY Art Community Gelar Pameran di TIM

Suarakan Perdamaian dan Lingkungan, SBY Art Community Gelar Pameran di TIM
Suarakan Isu Bencana, SBY Art Community Gelar Pameran di TIM (Dok.SBY Art Community)
  • SBY Art Community menggelar pameran “Art for Peace and a Better Future: Collaboration” di TIM Jakarta pada 19–30 Agustus 2026, mengangkat isu perdamaian, lingkungan, dan bencana.
  • Pameran yang didukung pemerintah serta Kornfeld Galerie Berlin ini melibatkan 21 seniman lintas generasi, dengan seni rupa sebagai medium menyuarakan kemanusiaan, resolusi konflik, dan kelestarian ekosistem.
  • Karya seperti “Greener World, No More Choice” menyoroti kerusakan alam; sebagian penjualan lukisan akan mendukung pelukis anak berkebutuhan khusus dan kampanye pelestarian lingkungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Bencana alam dan krisis ekosistem yang melanda berbagai wilayah belakangan ini menjadi perhatian para seniman rupa Tanah Air. Melalui pameran lukisan bertema "Art for Peace and a Better Future: Collaboration", yang diinisiasi oleh SBY Art Community (SAC), para seniman rupa mengingatkan publik akan pentingnya menjaga lingkungan dan merawat perdamaian dunia.

Pameran lukisan ini digelar di Galeri Emiria Soenassa dan Oesman Effendi, Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta , dari 19 hingga 30 Agustus 2026.

  1. 1. Untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-81 RI

    Suarakan Isu Bencana, SBY Art Community Gelar Pameran di TIM (Dok.SBY Art Community)
    Suarakan Isu Bencana, SBY Art Community Gelar Pameran di TIM (Dok.SBY Art Community)

    Pameran ini merupakan yang kedua, yang digelar SBY Art Community. Pameran kali ini bertujuan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-81 RI dan HUT DKI Jakarta ke-499.

    Dengan mengusung tema perdamaian dan lingkungan, pameran ini berlangsung berkat kolaborasi dan dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta galeri internasional Kornfeld Galerie Berlin.

  2. 2. Peringatan bencana alam lewat karya lukis raksasa

    Suarakan Isu Bencana, SBY Art Community Gelar Pameran di TIM (Dok.SBY Art Community)
    Suarakan Isu Bencana, SBY Art Community Gelar Pameran di TIM (Dok.SBY Art Community)

    Salah satu karya utama pameran ini adalah lukisan berukuran besar yakni 200 x 300 cm karya Akbar Linggaprana berjudul "Greener World, No more Choice". Lukisan bergenre surealis ini menampilkan gambaran hutan dan laut yang rusak, lengkap dengan figur ikan besar yang keluar dari air serta pepohonan gersang.

    Karya tersebut menggambarkan kegelisahan dan ancaman nyata dari penebangan liar, polusi, hingga dampak mencairnya gletser dan kebakaran hutan di berbagai wilayah dunia.

    “Apa yang kita hadapi seperti kebakaran hutan, banjir bahkan runtuhnya gletser atau bongkahan es di wilayah pegunungan Himalaya dekat perbatasan Nepal-Tibet adalah peringatan nyata untuk kita memperbaiki alam dan lingkungan kita," jelas Akbar.

  3. 3. Hasil penjualan lukisan disalurkan untuk program sosial

    ilustrasi donasi
    ilustrasi donasi (pexels.com/Defrino Maasy)

    Seluruh karya lukis dalam pameran ini terbuka untuk dibeli oleh publik maupun kolektor seni. Sebagian dari hasil penjualan lukisan beserta dukungan para mitra akan dialokasikan untuk kegiatan sosial, termasuk pemberdayaan pelukis dari kelompok anak berkebutuhan khusus serta kampanye pelestarian ekosistem lingkungan.

    Dengan hal itu, publik yang hadir dan kolektor yang berpartisipasi turut serta dalam gerakan budaya untuk perdamaian dan pelestarian lingkungan.

  4. 4. Pameran lukisan melibatkan 21 pelukis

    Suarakan Isu Bencana, SBY Art Community Gelar Pameran di TIM (Dok.SBY Art Community)
    Suarakan Isu Bencana, SBY Art Community Gelar Pameran di TIM (Dok.SBY Art Community)

    Gagasan pameran dan pembentukan komunitas SBY Art Community (SAC) berasal dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang ingin menjadikan seni rupa sebagai sarana menyuarakan keadilan dan perdamaian global. Didalamnya, visi perdamaian dielaborasi melalui tiga pilar tematik, yakni resolusi konflik dan perdamaian, penegakan kemanusiaan, dan kelestarian lingkungan.

    Pameran edisi 2026 ini memamerkan deretan karya dari 21 seniman lintas generasi, di antaranya Susilo Bambang Yudhoyono, Naufal Abshar, I Gede Arya Sucitra, Masdibyo, Willy Himawan, Agung Fitriana, Agus TBR, Akbar Linggaprana, Bambang Sugiarto, Catur Nugroho, Cia Syamsiar, Flavia Giulietta, Guntur Wibowo, Imam Bawon, Koelo Maryam, La Ode Umar Arsuria, Ricki Roganda Sitepu, Rizky Romansyah, Tjokorda Bagus Wiratmaja, Tony Siswoyo, Willy Himawan, dan Zusfa Roihan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More