Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Taklimat Lengkap Prabowo untuk Pejabat Negara pada 8 April 2026

Taklimat Lengkap Prabowo untuk Pejabat Negara pada 8 April 2026
Presiden Prabowo Subianto memberi arahan kepada menteri, kepala badan, wakil menteri hingga pejabat eselon I di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Presiden Prabowo menegaskan pemerintahannya fokus pada ketahanan pangan, energi, dan air, serta mengajak pejabat negara bekerja cepat dan kompak menghadapi krisis global tanpa sikap sektoral.
  • Prabowo memastikan subsidi BBM tetap untuk rakyat kecil, menurunkan biaya haji 2026 sekitar dua juta rupiah, dan merencanakan pembangunan 1.000 desa nelayan hingga akhir tahun 2026.
  • Ia memerintahkan evaluasi izin tambang bermasalah, menekankan pentingnya hukum dan konstitusi, serta menyerukan kerja keras tanpa libur demi menjaga kepentingan nasional di tengah tantangan dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat saat memimpin Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Acara tersebut dihadiri menteri, kepala lembaga hingga pejabat eselon I kementerian.

Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah arahan, mulai dari isu ekonomi, energi, politik hingga menjelaskan alasannya sering ke luar negeri.

Presiden Prabowo juga menyampaikan kepada semua pihak untuk tidak menganggap enak menjadi Presiden Indonesia. Ia melontarkan pernyataan tersebut setelah awalnya menegaskan bahwa semua pernyataan terkait program kerja tercatat dengan baik. Semua yang disampaikan ada datanya.

"Saudara-saudara, jadi 2 tahun lagi, 3 tahun lagi, you catat ya, ini kan ada rekaman, Prabowo Subianto omdo, ada rekaman. Semua yang saya sampaikan ada tolok ukur matematik, saya katakan bahwa saya merencanakan akan membangun 1.000 desa nelayan tahun 2026 ini, Desember 2026 kita akan cek saudara, nanti bisa nagih ke Prabowo berapa desa nelayan yang selesai," ujar Prabowo.

Oleh karena itu, Prabowo menyebut tidak enak menjadi Presiden. Sebab, ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

"Jadi, berdiri di sini saudara-saudara, jangan anggap ini pekerjaan yang enak, yang mau jadi presiden, selamat, benar-benar aku sudah terlanjur," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengaku tidak memiliki hari libur selama menjadi presiden. "Jadi, aku harus kerja sekarang, ini gak ada libur," ucap dia.

Berikut pernyataan lengkap Presiden Prabowo:

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat siang, salam sejahtera untuk kita sekalian, Shalom, Salve, Om Swastiastu Namo Buddhaya Salam Kebaikan, Rahayu, Rahayu.

Yang saya hormati, Wakil Presiden Indonesia, Saudara Gibran Rakabuming Raka, para menteri, para kepala badan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Gubernur Bank Indonesia, para penasihat dan Staf Khusus Presiden, Jaksa Agung, Kepala Badan Intelijen Negara, Panglima TNI, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Kepala Staf Angkatan, para wakil menteri dan seluruh anggota Kabinet Merah Putih yang hadir, seluruh pejabat eselon I kementerian/lembaga dan badan-badan pemerintah, serta para Direktur Utama perusahaan-perusahaan BUMN. Sebagai insan yang bertakwa, marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Tuhan Maha Besar, yang memiliki sekalian alam, atas segala karunia kesehatan dan kedamaian yang masih diberikan kepada kita, sehingga kita dapat hadir pada siang hari ini dalam keadaan sehat walafiat,.

Masih dalam bulan Syawal, saya pribadi mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua selalu dalam keadaan kesehatan dan berkah dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Besar.

Hari ini adalah tanggal 8 April 2026, saya sengaja saya kumpulkan para menteri para kepala badan, dan pejabat dari cabang eksekutif, termasuk di sini, seluruh eselon I KL termasuk dirut BUMN. maksud dan tujuan rapat kerja ini, ini adalah kesempatan saya menyampaikan arahan-arahan bisa dikatakan tahap satu tahun lebih kita menjalankan mandat kita, sebagai mandataris rakyat kita sejak oktober 2024, kita sudah lewati oktober 2025, 1 tahun dan sekarang kita berada di bulan april, bisa dikatakan satu tahun 6 bulan. pelaksanaan tugas kita.

Di tahun pertama kita, tidak dapat dipungkiri kita telah mencapai, tonggak-tonggak prestasi yang nyata, di tengah prestasi yang nyata ini, kita menghadapi keadaan dunia, yang penuh dengan ketidakpastian, dengan penuh konflik, peperangan di mana-mana. yang telah mengakibatkan goncangan-goncangan stabilitas dunia, alhamdullilah pemerintah kita di mana-mana, saudara-saudara adalah bagian dari pemerintah yang saya pimpin sudah 1,5 tahun, alhamdullilah kita dapat mengendalikan arah perkembangan, arah bernegara bangsa kita, kita dapat menavigasi melalui hal-hal yang berbahaya, tapi 1,5 tahun ini alhamdullilah kita telah membuktikan bahwa pemerintah kita efektif pemerintah kita handal, dan pemerintah kita dapat melaksanakan tugas bernegara dengan benar dan baik

Hal-hal ini ditandai oleh prestasi-prestasi nyata prestasi yang dapat diukur secara matematis dan fisik di lapangan. Saudara-saudara dari sejak awal kita membentuk pemerintahan bahkan sebelumnya, selama bertahun-bertahun saya berkiprah sebagai pemimpin politik dan pemimpin dan pelaku ekonomi bertahun-bertahun saya telah memimpin parpol cukup lama, dari 2008, sebelumnya saya terlibat dalam politik dari sejak 2004.

Saya juga pelaku ekonomi sebagai pengusaha, dan saya juga sebagai mantan prajurit, mantan panglima, mantan jenderal TNI, dalam sekian tahun saya telah meyakini dan telah menyebarluaskan hal-hal pokok yang saya yakini adalah dasar keselamatan bangsa.

Saudara-saudara, dan ini dibenarkan oleh PBB, oleh PBB, United Nations membenarkan ini, dalam SDGs yang mereka umumkan, dimana berapa tahun lalu PBB sudah meramalkan bahwa krisis dunia krisis yang melandai dunia adalah 3 hal yaitu krisis pangan, energi, dan krisis air.

Food, energy, and water ini sudah dicanangkan oleh PBB dan ini sudah saya perjuangkan dimana-mana, bertahun-tahun belasan tajun dan saya buktikan bahwa saya kalau tidak salah apa sudah dibagikan atau belum ke pejabat buku-buku saya selama berapa dasawarsa ini, ini bukti bahwa sekian puluh tahun hitam di atas putih, bahwa masalah dasar bagi negara adalah 3 hal itu, pangan, energi dan air, alhamdullilah negara kita masalah air tidak sebenarnya menjadi masalah. masalahnya kadang-kadang kita kelebihan air, kita ketawa kelebihan air, ini karunia, satu hari air turun, di bogor satu hari di Bogor sama dengan satu tahun air turun di Australia barat.

Demikian berkah yang kita terima dari Yang Maha Kuasa di bagian tertentu negara kita, Indonesia timur pulau tertentu masih ada kesulitan air, tapi kita dapat mengatasi karena airnya ada. Tnggal mampu atau tidak mendapatkannya dan menjaganya, karena kadang-kadang kita sendiri yang tidak dapat menjaga alam kita, hutan kita babat, pohon di gunung kita babat, akhirnya air tidak dapat ditahan, terjadi kekeringan tapi hal-hal itu dapat kita atasi.

Ada negara yang kaya migas tidak punya air, apa yang ingin saya sampaikan, hal-hal ini begitu penting, hal-hal ini begitu mendasar dan hal-hal telah digarisbawahi pendiri bangsa kita, dalam UUD 1945 jelas disampaikan bahwa bumi dan air dan semua kekayaan itu harus dikuasai negara karena begitu menentukan kehidupan bangsa.

Jadi saudara-saudara apa yang kita alami sekarang krisis yang terjadi, di Timur Tengah, yang membuat harga energi menjulang, sebenarnya kita harus yakini dan kita harus syukuri bahwa kondisi bangsa kita berada dalam kondisi yang jauh lebih baik dari bangsa-bangsa lain. Saya telah mempelajari data-data, angka-angka dan dalam kesempatan hari ini saya kira kesempatan yang baik dimana saya setelah saya mempelajari angka-angka dapat laporan dari menteri-menteri saya, ternyata kondisi kita cukup aman. Ada tantangan, ada kesulitan tapi kita mampu menghadapi dan atasi.

Memang saudara-saudara ada satu fenomena yang kita rasakan bersama bahwa ada kelompok-kelompok di masyarakat, saudara-saudara kita juga, warga negara kita juga, keluarga besar NKRI juga, yang mempunyai satu sikap yang bisa dikatakan sangat tidak mau kerja sama.

Kita hormati, kita tidak ada masalah, saya katakan kalau di suatu tempat, ya kan di suatu desa, rakyat desa melihat ada kebutuhan bangun jembatan kemudian sebagian besar desa itu memutuskan bangun jembatan, dan gotong royong bangun jembatan tapi ada sekelompok yang tidak mau ikut bangun jembatan, ya tidak ada masalah, yang mau bangun ayo, yang gak mau ya gak ada masalah, silahkan saudara duduk nonton atau apa, boleh, kritik boleh. Hanya saya juga tidak mengerti kalau saya lagi mau bangun jembatan, ada yang duduk, dia gak mau bangun jembatan, dia kritik. Kamu goblok kamu, kayunya salah jangan di situ, pakunya salah harus di sini, rantainya salah. Salah aja, tapi gak jadi-jadi itu jembatan kita yang mau bangun jembatan, apa sikap kita, apa kita lihat? Goblok kamu, kamu mau jembatan goblok, saya goblok tapi rakyat desa ini minta jembatan.

Jadi, saudara-saudara, ini fenomena tapi ini ada di banyak negara, nanti saya jelaskan fenomena ini bukan satu dua tahun sudah ratusan tahun, bahwa waktu kita diganggu dijajah bangsa asing selalu ada saudara-saudara kita dari bangsa kita sendiri, yang juga mempermudah bangsa asing itu menjajah kita, merampok kekayaan kita, membuat kita budak itu saudara kita juga, jadi ini bukan fenomena baru, ini biasa, bibit-bibit dengki, iri, sirik itu bagian dari manusia, kebencian dendam sakit hati, ini bagian dan memang ada, itu ada, kita ndak boleh, istilahnya kaget yang sekarang jadi masalah sedikit adalah teknologi, bahwa dengan sekarang teknologi dengan teknologi AI, kecerdasan buatan, dengan teknologi informatika digital, satu orang dia bisa punya 1.000 account, dia bisa beli alat tidak terlalu mahal, dari 1.000 ini bisa diperbanyak lagi, seolah-olah jadi yang agak repot 100 orang 200 orang, 1.000 orang, 5.000 orang bisa bikin heboh ini namanya echo chamber ada dalam pelajaran intelijen ada, bagaimana mau merusak negara lain dulu kirim pasukan bom, sekarang tidak perlu, mungkin permainan sosmed, fitnah, hoaks.

AI bisa membuat seorang dia bicara yang dia tidak bicara, saya sering itu, saya ini suara saya jelek ndak bisa nyanyi, ada di YouTube, Prabowo nyanyi, suara saya bagus banget, saya kaget, boleh juga nih kalau menguntungkan, boleh, kalau tidak bagaimana? Ada lagi saya pidato dalam bahasa Mandarin, ada lagi saya pidato dalam bahasa Arab, karena waktu itu kampanye, saya kira di daerah tapal kuda menguntungkan, ini jadi saya diem juga. Kalau menguntungkan kita diem, Ini masalah bagi kita, waspada nanti kita terima koreksi-koreksi itu, kalau kita difitnah, dihujat anggaplah itu sebagai peringatan supaya kita waspada, Prabowo bodoh, wah saya harus waspada kalau saya bodoh, saya harus kumpulin orang-orang pinter bantu saya, yang terakhir itu Prabowo keras kepala, kalau saya dibilang keras kepala iya, saya harus terima itu sebagai, saya harus pegang kepala saya ini keras ndak, atau harus apa.

Kadang-kadang keras kepala dalam suatu pekerjaan dibutuhkan, sekarang orang mengatakan rakyat Iran keras kepala, pejuang Iran keras kepala, bolak-balik diancam, bolak-balik mau dihabisi terakhir apa itu, saya tidak ikut politik negara lain, tapi bagi sebuah bangsa kadang-kadang keras kepala butuh, dulu bapak-bapak pendiri bangsa keras kepala, lebih baik mati daripada dijajah kembali, keras kepala tidak mau kita dijajah lagi, keras kepala pemimpin-pemimpin kita, keras kepala, merah putih harga mati, gak ada itu urusan.

Jadi saudara-saudara, kita sikapi dengan ketenangan, kita sikapi dengan kearifan tapi prinsip-prinsip kita pegang teguh, yaitu prinsip-prinsip bernegara harus kita teguh, tidak ada negara tanpa hukum tidak ada negara tanpa UUD, tanpa konstitusi, tanpa UUD tidak ada negara yang ada adalah kekuatan rimba, hukum rimba, hukum senjata dan rakyat kita tidak menghendaki itu, semua unsur yang bertanggung jawab yang arif harus bekerja keras, harus berjuang untuk menegakkan hukum konstitusi, hukum berdasarkan kesepakatan, hukum berdasarkan konsensus, konsensus itu adalah kesepakatan kita yang besar, kesepakatan kita yang cemerlang adalah 2 kali dalam sejarah, 1928, dan Sumpah Pemuda, Satu Nusa Satu Bangsa, Satu Bahasa. Konsensus besar kita tidak mau dipecah-dipecah, dikotak-kotak, Jong Java, Jong Ambon, kita satu bangsa, satu bangsa Indonesia, satu nusa satu bahasa Indonesia, konsensus besar, kita tidak memilih bahasa mayoritas, kalau prinsip demokrasi, di mana-mana dikatakan rule of the majority, bisa saja dulu bangsa Jawa yang paling banyak, saya mayoritas kita ngotot bahasa Jawa jadi bahasa kebangsaan.

Pemimpin kita arif. Bung Karno orang Jawa, tidak; Soepomo tidak. Tokoh-tokoh kita dulu begitu besar pemikirannya. Kita pilih bahasa suatu suku di Sumatra, dari Riau, daerah situlah bahasa Melayu jadi bahasa kebangsaan dan rakyat mayoritas menerima. Kita sekarang punya bahasa persatuan, dari Sabang sampai Merauke berbahasa Indonesia. Dan bahasa Indonesia sudah diterima di PBB kalau tidak salah tahun lalu, resmi diakui PBB sebagai bahasa UNESCO.

Jadi saudara-saudara, konsensus kedua yang terhebat adalah 1945, di mana pendiri bangsa kita merumuskan sebuah konstitusi, sebuah UUD. Juga dibutuhkan jiwa besar mayoritas, jadi waktu itu kita rumuskan negara dengan ideologi Pancasila, membentuk Republik yang tidak mengangkat agama resmi agama mayoritas, mengakui semua agama sebagai agama yang dihormati. Di situ kehebatan Pancasila.

Jadi, kondisi seperti ini kita selalu berpegang pada konsensus besar. Kita telah memilih bernegara secara demokrasi, kedaulatan di tangan rakyat. Tidak ada masalah kalau ada pemerintah yang dinilai tidak baik, ya gantilah pemerintah itu. Ada mekanismenya dengan baik, dengan damai. Bisa melalui pemilihan umum, tidak ada masalah. Bisa juga melalui impeachment, tidak ada masalah, tapi impeachment melalui saluran DPR, MPR, MK dilakukan tidak masalah. Dalam sejarah kita telah terjadi beberapa pergantian; Bung Karno turun dengan damai, Pak Harto turun dengan damai, Gus Dur turun dengan damai melalui proses, tidak melalui kekerasan.

Jadi saudara-saudara, percayalah pada sistem yang telah dibangun pendiri bangsa kita, percayalah pada kekuatan kita sendiri, pada Indonesia.

Itu yang ingin saya buka sambil menggarisbawahi sekali lagi bahwa kadang-kadang kita tidak sadar, kita ini sebagai pemimpin pilihan tidak sadar betapa besarnya bangsa Indonesia, betapa kaya bangsa Indonesia, betapa kuatnya bangsa Indonesia. Kita tidak sadar, kita terbawa oleh pemikiran kita yang jangka pendek. Kita terbawa ambisi dan ego masing-masing. "Ini saya ingin ini, itu," "saya, kami, kita," "aku," "aku harus." Kita tidak sadar justru ratusan tahun ego ambisi ini digunakan kekuatan asing, itu namanya divide et impera. Ini bukan hal baru, ini ada di buku sejarah ribuan tahun.

Sejarah Tiongkok, perang antar kerajaan ratusan tahun. Eropa, perang ratusan tahun. Timur Tengah, belajarlah sejarah. Saudara-saudara, kalau kita belajar sejarah kita paham. Sekarang perang di Timur Tengah itu membuktikan satu selat, satu Selat Hormuz, itu menentukan hidupnya bangsa, menentukan harga minyak. Satu selat, 33 mil, 60 km.

Yang sekarang dikunci, Hormuz itu dipegang satu negara. Tapi sadarkah kita bahwa 70 persen kebutuhan energi Asia Timur, 70 persen energi dan 70 persen perdagangan lewat laut-laut Indonesia. Sadarkah kita bahwa Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Makassar, dan sebagainya itu laut Indonesia. Sadarkah kita betapa pentingnya Indonesia? Sadarkah kita betapa kuncinya Indonesia? 70 persen energi Korea, Jepang, Taiwan, Tiongkok, Filipina.

Jadi saudara-saudara, kita harus mengerti bahwa kita menjadi perhatian dunia. Baik maksud dan tujuan pengarahan ini karena pentingnya peran kita, makanya kita harus memimpin bangsa ini dengan baik, dengan tepat, dan dengan handal.

Saudara-saudara, beberapa hari lalu melalui rapat-rapat menghadapi kondisi global yang penuh krisis yang mengakibatkan suplai energi menjadi masalah, ternyata setelah mengkaji, kita punya kekuatan ekonomi yang cukup kuat. Nanti saya minta beberapa menteri untuk memaparkan singkat untuk kita mengerti posisi kita dari semua K/L (Kementerian/Lembaga). Dan setelah paparan itu tentang kondisi kita, sebagian langkah-langkah sudah kita umumkan untuk kita kendalikan konsumsi bahan bakar untuk jangka pendek ini. Jangka pendek yang saya anggap kritis satu tahun ke depan ini, 12 bulan ke depan. Setelah 12 bulan kita akan menjadi sangat kuat.

Nanti langkah-langkah kita jelaskan, tapi intinya kita siap, kita kuat menghadapi satu tahun ini setelah kita pelajari kondisinya. Karena apa? Karena sumber-sumber migas kita tidak terlalu banyak yang lewat Selat Hormuz.

Kita bisa mencari alternatif lain selain kita memiliki kekuatan dalam negeri yang kuat. Ada periode yang harus kita atasi bersama, tapi saya terima kasih tim saya, menteri ekonomi saya handal. Mereka laporkan, "Pak, tenang, untuk BBM yang bersubsidi kita akan pertahankan untuk rakyat kecil dan rakyat miskin." Kita pertahankan 80 persen rakyat kita.

Tapi pada saatnya orang-orang kuat, orang-orang kaya, kalau mau pakai bensin mahal ya dia harus bayar harga pasar. "Lu udah kaya minta subsidi lagi." Yang kita bela ya rakyat miskin.

Saya terima kasih, dan ini hanya periode tertentu. Ini juga benar baik, kita tidak boleh jadi bangsa yang terlalu santai. Mari kita koreksi diri kita, bangsa kita terlalu banyak diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Maka kita ini kumaha engké (bagaimana nanti), tenang saja. Pak Bahlil bilang aman, jadi tenang. Aman bukan berarti kita santai-santai, kita bekerja, kita waspada.

Krisis ini bagi saya adalah sebuah peluang. Krisis, kesulitan, tantangan, hambatan, rintangan adalah peluang. Membuat kita harus bekerja lebih baik, harus bekerja lebih efisien, tidak boleh boros, tidak boleh ada kebocoran, tidak boleh ada korupsi.

Sekarang kita harus menghimpun kekuatan kita. Saya minta Dikti, Saintek, saya telah minta profesor-profesor di kampus-kampus harus bekerja, dan mereka sudah bekerja. Kita punya teknologi sekarang, teknologi bersihkan sampah buatan kita sendiri, tidak terlalu mahal. Tidak usah beli teknologi terlalu mahal dari luar. Dalam waktu 2-3 tahun, sampah seluruh Indonesia akan kita selesaikan. Tidak akan ada kota atau bagian Indonesia yang bau oleh sampah. Kita akan selesaikan masalah sampah dari Sabang sampai Merauke.

Ini saudara-saudara, kita sudah punya rencana, kita punya strategi hitam di atas putih. Tapi krisis dunia ini bagi saya adalah peluang, ini mempercepat kita, bikin kita fokus. Oh, berarti strategi kita sudah benar, tapi kita harus mempercepat bahwa energi kita harus terbarukan, energi kita harus dari Indonesia sendiri. Dan sekali lagi kita bersyukur ke hadirat Allah SWT.

Saudara-saudara, saya punya data sumber-sumber baru. Dua tiga hari ini cadangan-cadangan kita sangat besar, bahkan batu bara kita banyak sekali. Dari batu bara kita bisa hasilkan solar, bensin. Dari batu bara, dari singkong, dari jagung.

Saudara-saudara, jadi 2 tahun lagi, 3 tahun lagi, Anda catat ya. Ini kan ada rekaman, apa Prabowo Subianto omdo (omong doang)? Ada rekaman. Semua yang saya sampaikan ada tolok ukur matematik. Saya katakan bahwa saya merencanakan akan membangun 1.000 desa nelayan. Tahun 2026 ini, Desember 2026, kita akan cek. Saudara nanti bisa nagih ke Prabowo berapa desa nelayan yang selesai.

Jadi berdiri di sini saudara-saudara, jangan anggap ini pekerjaan yang enak. Yang mau jadi Presiden, selamat. Benar-benar aku sudah terlanjur.

Jadi aku harus kerja sekarang ini, tidak ada libur. Dibilang Prabowo senang jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara, untuk amankan minyak ya saya harus ke mana-mana. Kita ke Jepang kemarin ya, kita dapat ini. Saya berangkat lagi, aku mau berangkat lagi ke sebuah negara. Nanti begitu aku berangkat, kau tahu ke mana, amankan juga.

Sebelum saya berangkat, advance team tenang. Jadi saya confident (percaya diri), bagi saya Indonesia gelap itu tidak ada. Cerah! Di saat banyak negara susah. Kalau ini tidak susah, tepuk tangan, karena saudara-saudara, kalau terjadi perang dunia ketiga, negara mana yang aman? Indonesia termasuk papan atas, lho.

Sekarang kau ke Bali, kau lihat berapa orang Rusia di situ, orang Ukraina di situ. Rencana kita mau bikin Special Financial Center. Kita lagi cari tempat. Kalau Pak Luhut sarankan di Bali, tidak tahu Pak Luhut senang banget Bali itu. Tapi kita semua senang Bali.

Tapi gagasan ini yang sering dibicarakan Pak Luhut ini, uang-uang yang ada di Timur Tengah dia mau ke mana? Saudara-saudara, negara mana yang tidak perang sekarang, kasih tahu? Indonesia salah satu yang paling diminati. Jadi saudara-saudara, intinya adalah kita sangat banyak potensi tapi ini juga yang saya katakan, sekarang harus lebih keras, teliti. Maka dari itu saya kumpulkan supaya kita satu bahasa, satu rencana kerja. Tidak boleh ada pemikiran sektoral, tidak boleh ada satu departemen kementerian memikirkan institusi sendiri. Kita harus kerja sama.

Makanya kita semua mengarah pada seamless (tanpa hambatan), suatu pemerintahan yang bekerja dengan cepat, dengan integralistik, dengan lancar, tidak dengan saling mempertahankan pemikiran-pemikiran sektoral.

Jadi ini antara lain adalah tujuan rapat ini. Hal-hal yang ingin saya sampaikan sebelum lebih rinci, tadi saya katakan kita harus menyesuaikan pada saatnya pada kondisi harga BBM di dunia. Tapi yang jelas kepentingan rakyat paling bawah akan kita jaga. Kemudian langkah-langkah kita amankan BBM yang kita sudah putuskan adalah—yang boleh saya umumkan sekarang adalah pelaksanaan haji tahun 2026 ini—kecuali pemerintah Arab Saudi menentukan lain kalau kita laksanakan, kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026 kita turunkan harganya sekitar 2 juta rupiah.

Walaupun harga avtur naik, tapi kita berani menurunkan biaya haji untuk tahun ini. Demikian komitmen pemerintah untuk melindungi rakyat paling bawah.

Kita berjuang dan alhamdulillah antrean haji tidak lagi 48 tahun. Mulai 2026 antrean haji paling lama 26 tahun dan saya akan berjuang agar bisa lebih ringkas lagi. Untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia diberi kehormatan, kita sekarang sudah punya lahan di kota suci Mekkah.

Lahan itu sekitar—Menteri Agama berapa hektar? 45 hektar yang lama dan baru, total 45 hektar. Di sini ada Danantara? Pak Rosan ke luar negeri ya? Berapa hektar totalnya? 45 hektar. Di 45 hektar itu kita akan bikin perkampungan haji Indonesia, sekian belas menara, sekian puluh menara yang bisa menampung. Bahkan saya sudah mengajukan dan secara prinsip sudah disetujui, saya minta izin dari Kerajaan Arab untuk Indonesia punya terminal khusus haji.

Jadi terminal itu khusus haji kita supaya bisa lebih cepat masuk dan keluar. Di sini ada Dirut Garuda dan Danantara, saya telah instruksikan mendekati Saudi Air supaya Garuda dan Saudi Air membuat JV (Joint Venture). Jadi selama ini pesawat Garuda bawa haji ke tanah suci pulangnya kosong, ini tidak ekonomis, tidak masuk akal. Arab Saudi juga mengembalikan jemaah kita ke Indonesia, kembalinya kosong. Saya katakan, kenapa tidak kerja sama bikin anak usaha 50:50? Kita pesawat terbang ini ke Arab penuh, ke Indonesia penuh, harga bisa turun lagi, waktu bisa lebih singkat lagi. Ini supaya bisa dikerjakan.

Sudah dikerjakan belum? Saya perintah kurang lebih 2 bulan lalu. Ini harus kerja cepat, pemerintah ini kerja cepat. Nanti Dirut Garuda menghadap saya. Tambah botak kepala dia.

Saudara-saudara, saya juga telah memerintahkan Menteri ESDM, saya dapat laporan ada ratusan tambang tidak jelas atau IUP (Izin Usaha Pertambangan) tidak jelas di hutan lindung dan di hutan-hutan. Saya cek Menteri Kehutanan, saya cek alhamdulillah Menteri Kehutanan ini oke juga ya, dia belum kasih izin potong kayu.

Mana Menteri Kehutanan, ada? Kau ya, Menteri Kehutanan waduh dia berbinar-binar dia itu. Saya tidak tanya partai apa kau.

Jadi ini ada sekian ratus, Menteri ESDM segera evaluasi. Kalau tidak jelas, cabut semua itu IUP. Kita sudah tidak ada waktu. Tidak ada kasihan, sekarang kita hanya membela kepentingan nasional dan rakyat. Kepentingan kawan, kepentingan konco, keluarga, kelompok, itu nomor belakang.

Evaluasi segera, berapa hari ke saya? 2 minggu? Enak saja 2 minggu. 1 minggu!

Kita cabut semua IUP yang prinsip-prinsipnya tidak beres. Kita cabut, harus di tangan negara dan kita bisa nanti memperkuat institusi-institusi kita, lembaga-lembaga kita. Saudara-saudara, saya kira itu sementara tahap pertama. Dengan demikian saya ucapkan terima kasih media terhormat. Sekarang saya kira waktu minum teh. Saudara bisa keluar dengan baik.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More