Teror Penyiraman Air Keras Kembali Terjadi, Korban Lansia di Bekasi

- Seorang lansia bernama Tri Wibowo di Bekasi disiram air keras oleh dua pelaku tak dikenal sepulang salat subuh, menyebabkan luka serius dan kehebohan warga sekitar.
- Ketua RT setempat menyebut insiden serupa pernah terjadi pada Oktober 2025, ketika mobil warga disiram air keras, dan berharap polisi segera menangkap pelaku terbaru.
- Pihak kepolisian Tambun Selatan telah melakukan olah TKP serta memeriksa saksi-saksi, namun motif penyerangan masih diselidiki dan masyarakat diminta bersabar menunggu hasil penyidikan.
Bekasi, IDN Times - Seorang pria lanjut usia, Tri Wibowo, menjadi korban penyerangan dengan air keras oleh orang tak dikenal (OTK) sepulang salat subuh dari musala di Kawasan Perumahan Bumi Sani, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin, 30 Maret 2026.
Ketua RT setempat, Mastuki, mengungkapkan peristiwa penyiraman air keras tersebut bukan pertama kali terjadi di wilayah itu. Peristiwa penyiraman air keras pernah terjadi pada Oktober 2025, namun pelaku saat itu menyiram air keras ke sebuah mobil yang sedang terparkir.
"Penyiram waktu itu mobil Pajero tapi bukan milik korban (Tri Wibowo)," kata Mastuki kepada jurnalis, Selasa (31/3/2026).
1. Berharap polisi bisa tangkap pelaku

Saat itu, lanjut Mastuki, ia sempat menyarankan kepada pemilik mobil untuk melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian. Namun, ia tidak mengetahui pasti kelanjutan kasus penyiraman air keras ke mobil tersebut.
"Waktu itu saya menyarankan korban untuk melapor ke Polsek, tapi selanjutnya tidak tahu," ujar dia.
Mastuki berharap kepolisian dapat segera menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap warganya yang bernama Tri Wibowo.
2. Polisi sudah datangi lokasi kejadian

Sebelumnya, berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, pelaku berjumlah dua orang. Mereka berboncengan menggunakan sepeda motor dan memakai helm tertutup. Keduanya menyiramkan air keras ke tubuh korban, lalu melarikan diri.
Dalam rekaman CCTV, korban terlihat berjalan meronta kesakitan sambil mengelap wajah menggunakan pakaian yang dipakainya.
Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, pihaknya bersama Satuan Reskrim Polres Metro Bekasi telah mengecek tempat kejadian perkara (TKP).
"Sudah monitor. Tadi kami sudah lakukan olah TKP bersama Satuan Reskrim Polres," kata Wuriyanti, dikutip Selasa.
3. Masih dilakukan penyelidikan

Wuryanti belum dapat memberikan keterangan detail mengenai kronologi hingga motif atas kejadian ini.
“Saat ini masih dalam penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi," ucapnya.
Wuryanti meminta kepada masyarakat luas bersabar, karena pihaknya masih mendalami kasus ini. "Mohon doanya ya, semoga kasus ini segera terungkap," tuturnya.

















