Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Terungkap! Ricky Rizal Bisik-Bisik ke Bharada E: Kamu Dipanggil Bapak

Terungkap! Ricky Rizal Bisik-Bisik ke Bharada E: Kamu Dipanggil Bapak
Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Richard Eliezer (kanan) dan Ricky Rizal (kiri) bersiap menjalani sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (12/12/2022). Sidang itu beragenda mendengarkan keterangan saksi Putri Candrawathi (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Terdakwa Ricky Rizal sempat menolak perintah Ferdy Sambo untuk menembak Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Eks Kadiv Propam Polri itu sempat memerintahkan Ricky memanggil Richard Eliezer alias Bharada E untuk naik ke lantai tiga rumah Saguling, Jakarta Selatan.

Ricky kemudian turun memanggil Bharada E yang sedang berada dengan ajudalan lainnya. Oleh karena itu, Ricky berbisik-bisik ke Bharada E bahwa ia dipanggil Sambo ke lantai tiga.

Namun, Ricky saat itu tidak memberitahu Bharada E tentang perintah Sambo untuk menembak Yosua.

Hal itu diungkap Penasihat Hukum Bripka Ricky Rizal, Erman Umar dalam sidang terdakwa Ricky dengan agenda pemeriksaan saksi ahli Psikologi Forensik Universitas Indonesia (UI) Nathael di Pengadil Negeri Jakarta Selatan, Senin (2/1/2023).

Awalnya, Erman menjelaskan, Bripka Ricky dan rombongan tiba di rumah Sambo di Saguling, pada Jumat, 8 Juli 2022. Sambo tiba-tiba memanggil ajudannya itu melalui handy talkie (HT) untuk menghadap ke lantai tiha rumah Saguling.

"Di situ FS sampaikan, 'kamu tahu gak ada kejadian di Magelang?' Karena pertanyaan yang seperti itu, Ricky menyatakan karena dilihat muka (Sambo) marah, 'saya tidak tahu, Pak'. Yang dia tahu hanya pertengkaran yang tidak dijelaskan apa," ujar Erman.

Erman mengatakan, Sambo memberitahu Ricky bahwa Brigadir J telah melecehkan istri Sambo, Putri Candrawathi.

Menurut pengakuan Ricky, Sambo menyatakan itu sambil marah dan menangis. Usai memberitahu hal tersebut, Sambo meminta kesediaan Ricky menembak Brigadir J.

"Kemudian dia minta saudara Ricky, 'kalau saya panggil Yosua, kalau dia melawan, berani gak kamu backup dan tembak Yosua?' Jawaban Ricky, 'saya tidak berani, Pak. Karena mental saya tidak kuat'," tuturnya.

Erman mengungkapkan, Ricky dalam kondisi kebingungan usai perintah Sambo untuk menembak Brigadir J. Namun, karena Ricky menolak perintah Sambo, Sambo pun meminta Ricky agar memanggil Bharada E.

Erman menegaskan, perintah Sambo untuk memanggil Bharada E saat itu tidak menyinggung sama sekali terkait penembakan atau perencanaan pembunuhan Brigadir J.

Saat Ricky turun ke lantai bawah, Bharada E sedang bersama-sama dengan ajudan Sambo yang lain, seperti Adzan Romer dan Daden.

Akan tetapi, walau sedang ramai-ramai, Ricky tidak berani terang-terangan saat memanggil Bharada E. Ricky hanya berbisik kepada Bharada E.

"Padahal kondisi di bawah ada semua ajudan, ada Romer, ada Daden, dan lain-lain. Tetapi kenapa kok Ricky tidak ada kemampuan untuk menyampaikan ramai-ramai itu? Dia hanya berbisik dan menyampaikan ke Eliezer, 'Richard, kamu dipanggil Bapak?' 'Ada apa, Bang?' 'Gak tahu saya'," jelas Erman.

Erman mengatakan, Ricky tetap tidak membuka pembicaraan apapun dengan ajudan di bawah, meski baru saja diperintah menembak Brigadir J.
Dia memprediksi Ricky saat itu dalam kondisi kebingungan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More

UNICEF Sebut Gencatan Senjata Gaza Ilusi, Soroti Serangan ke Anak-anak

22 Jun 2026, 10:30 WIBNews