TOP 5: Penjelasan soal War Tiket Haji-Alasan Iran Pilih Pakistan Jadi Mediator

- Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan wacana 'War Tiket Haji' hanya berlaku untuk kuota tambahan, hasil Rakernas Kemenhaj yang fokus membenahi antrean jemaah haji nasional.
- TAUD merilis 16 nama pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus berdasarkan analisis rekaman CCTV oleh tim investigasi independen.
- Iran memilih Pakistan sebagai mediator perdamaian dengan AS dan Israel karena upaya aktif Perdana Menteri Pakistan mendorong gencatan senjata di kawasan.
Jakarta, IDN Times - Berbagai berita menarik ditayangkan di kanal News IDN Times pada Sabtu (11/4/2026). Di antaranya berita mengenai penjelasan dari Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, soal wacana "War Tiket Haji" yang belakangan menyita perhatian dan kekhawatiran publik.
Berita lainnya yakni alasan Iran lebih memilih Pakistan sebagai mediator untuk proses damai antara pihak-pihak yang berperang yakni Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Ada juga berita daftar 16 tersangka penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Untuk mengetahui selengkapnya berita-berita menarik tersebut, berikut dirangkum dalam Top 5 News IDN Times.
1. Heboh Wacana War Tiket Haji, Wamenhaj: Khusus Kuota Tambahan
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI secara resmi menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsolidasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Tahun 1447 H/2026 M pada Jumat (10/4/2026) malam. Rapat ini menelurkan sejumlah poin penting, di mana fokus utamanya adalah membenahi tata kelola antrean jemaah haji nasional.
Dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak memperjelas wacana "War Tiket Haji" yang belakangan menyita perhatian dan kekhawatiran publik.
2. TAUD Ungkap Daftar 16 Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap untuk kali pertama 16 wajah pelaku lapangan yang menyiram air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Wajah-wajah itu diperoleh dari hasil analisa terhadap rekaman CCTV yang diteliti selama beberapa hari.
TAUD memiliki tim investigasi independen yang menganalisa rekaman CCTV. Salah satunya, peneliti independen Ravio Patra. Ia bukan menjadi bagian dari TAUD. Namun, mengenal baik Andrie.
3. Detik-detik Kronologi Ahmad Sahroni Hendak Diperas KPK Gadungan
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni hendak diperas oleh seorang yang mengaku sebagai Kepala Biro Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sahroni mengatakan, peristiwa itu bermula ketika ada seorang perempuan yang belakangan diketahui berinisial D hendak menemuinya di Komisi III DPR. Saat bertemu Sahroni, D langsung mengaku Kabiro Penindakan KPK yang diutus Pimpinan dan meminta uang Rp300 juta.
4. Ini Alasan Iran Lebih Pilih Pakistan Ketimbang Indonesia Jadi Mediator
Pembicaraan negosiasi antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel dimulai pada Sabtu (11/4/2026). Namun, pembicaraan rencana perdamaian itu digelar di Islamabad, Pakistan bukan di Indonesia. Padahal, di awal terjadi serangan ke Teheran, Presiden Prabowo Subianto sudah mengajukan diri untuk menjadi mediator.
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi menjelaskan, hal itu lantaran Perdana Menteri Pakistan banyak melakukan upaya agar terjadi gencatan senjata di wilayah.
5. Dua Kapal Tanker RI Tertahan Lebih dari Sebulan, Ini Kata Dubes Iran
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi mengungkapkan kondisi Selat Hormuz hingga saat ini dalam keadaan yang tidak biasa. Padahal, sejak Selasa (7/4/2026) Amerika Serikat, Israel dan Iran sepakat melakukan gencatan senjata selama dua minggu.
Akibatnya, nasib dua kapal tanker milik PT Pertamina hingga kini masih belum jelas. Keduanya masih berada di perairan Timur Tengah. Boroujerdi menyebut agar kapal bisa lewat Selat Hormuz harus melewati sejumlah protokol. Ia menambahkan, protokol itu diberlakukan oleh pihak keamanan atau penjaga Selat Hormuz.
















