Viral Pelanggan Transcare Jatuh Digot, Transjakarta akan Evaluasi

- Pelanggan tuna netra terjatuh di saluran air karena sopir tidak menurunkan di tempat tujuan.
- Tim Transjakarta melakukan kunjungan langsung ke korban dan memantau kondisi kesehatannya.
- Transjakarta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar pelayanan disabilitas dan akan memperketat penerapan SOP.
Jakarta, IDN Times - Sebuah video yang memperlihatkan seorang tuna netra yang mengalami insiden yang tidak mengenakan saat naik layanan Transcare viral di media sosial.
Pelanggan disabilitas netra terjatuh di saluran air (got) gegara sopir Transcare tidak menurunkan pelanggan di tempat tujuan.
Menanggapi insiden tersebut, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyampaikan permohonan maaf yang tulus dan keprihatinan mendalam atas insiden yang dialami pelanggan disabilitas netra pengguna layanan Transcare, Novianis.
"Transjakarta berkomitmen penuh untuk bertanggung jawab dan menjadikan peristiwa ini sebagai momentum evaluasi menyeluruh terhadap standar pelayanan disabilitas," kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi dalam keterangan, Rabu (14/1/2025).
1. Pelanggan terjatuh ke dalam saluran air

Tjahyadi mengatakan insiden tersebut terjadi saat pelanggan turun di titik aman menuju area halte Kejaksaan Agung, yang berjarak 50 meter. Pada saat kejadian, layanan Transcare telah melanjutkan perjalanan mengantarkan 4 pelanggan lain ke lokasi lainnya.
"Kemudian kami mendapat informasi, pelanggan terjatuh ke dalam saluran air di area pedestrian yang berjarak kurang lebih 150 meter dari halte dan mengakibatkan luka lebam pada bagian punggung dan tangan," paparnya.
2. Tim Transjakarta telah melakukan kunjungan langsung

Tjahyadi menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan setiap pelanggan, terutama pelanggan disabilitas, merupakan prioritas tertinggi yang tidak dapat ditawar.
"Sebagai bentuk tanggung jawab dan empati, tim Transjakarta telah melakukan kunjungan langsung (service recovery) ke kediaman Saudari Novianis pada Senin (12/1) untuk memantau kondisi kesehatan korban serta menyampaikan permohonan maaf secara langsung," katanya.
3. Transjakarta lakukan evaluasi

Tjahyadi menambahkan bahwa Transjakarta tidak tinggal diam dan langsung mengambil langkah tegas untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
"Kami sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap seluruh pramusapa dan petugas operasional di lapangan. Kami akan memperketat penerapan Standard Operating Procedure (SOP), khususnya mengenai kewajiban petugas untuk menuntun pelanggan disabilitas hingga titik yang benar-benar aman dan terhubung dengan aksesibilitas yang memadai," katanya.
"Pelatihan sensitivitas layanan bagi pelanggan prioritas akan kami tingkatkan kembali bagi seluruh jajaran garda terdepan kami," tegasnya.
















