Wamen Atip Kunjungi dan Sapa Siswa SMAN 12 Kota Padang Pascabanjir

- Musibah banjir tidak boleh melemahkan semangat belajar
- Proses pembelajaran harus tetap berjalan dengan menyesuaikan kondisi lapangan
Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menyapa para siswa dan guru pada hari pertama masuk sekolah awal semester genap tahun ajaran 2025/2026 di SMAN 12 Kota Padang.
Hari pertama sekolah jadi momentum di tengah suasana pemulihan pascabencana banjir di Padang pada 28 November 2025 dan kembali terendam pada 2 Januari 2026.
"Kita menerima musibah ini dengan ikhtiar, kesabaran, dan ketabahan. Keterbatasan yang kita hadapi saat ini adalah keadaan darurat, tetapi tidak boleh dijadikan alasan untuk berhenti bergerak. Justru dari keterbatasan ini kita harus lebih kreatif dan menjadikannya sebagai tantangan untuk bangkit,” ujar Atip dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (6/1/2025).
1. Musibah tidak boleh melemahkan semangat belajar

Banjir tersebut menggenangi seluruh area sekolah seluas kurang lebih 14.000 meter persegi, merendam ruang kelas, laboratorium IPA, laboratorium komputer, perpustakaan, ruang guru, hingga ruang administrasi dengan ketinggian lumpur mencapai 1 hingga 1,2 meter. Akibatnya, lebih dari 70 persen mobiler rusak dan sekitar 100 unit komputer terendam sehingga tidak dapat digunakan.
Atip menegaskan, musibah tidak boleh melemahkan semangat belajar dan mengajar di tengah keterbatasan.
2. Proses pembelajaran harus tetap berjalan

Wamen Atip juga menekankan, proses pembelajaran tetap harus berjalan dengan menyesuaikan kondisi lapangan, tanpa meninggalkan tujuan utama pendidikan.
"Bapak dan ibu guru harus menyesuaikan pembelajaran dengan situasi darurat ini. Namun tujuan kita tetap sama, yaitu menghadirkan pendidikan yang bermutu bagi peserta didik,” kata dia.
3. Tenda darurat digunakan sebagai kelas

Setelah memimpin jalannya upacara bendera, Atip meninjau langsung sejumlah ruang kelas yang terdampak banjir serta mengunjungi tenda darurat yang saat ini difungsikan sebagai ruang belajar sementara.
Wamen Atip juga memasuki salah satu ruang kelas untuk berinteraksi dengan siswa sekaligus mengikuti sesi tatap muka virtual bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang tengah berada di SMAN 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, yang juga merupakan sekolah terdampak banjir.
















