Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pramono Pastikan Stok Sapi di Jakarta Aman Jelang Idul Adha

Pramono Pastikan Stok Sapi di Jakarta Aman Jelang Idul Adha
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima sapi impor dari Australia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Intinya Sih
Timeline
Gini Kak
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan stok dan harga hewan kurban di Jakarta menjelang Iduladha tetap stabil tanpa indikasi kenaikan signifikan di pasar.
  • Perumda Dharma Jaya menyiapkan 900 ekor sapi kurban yang telah melewati seleksi ketat serta pemeriksaan kesehatan untuk menjamin standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
  • Infrastruktur Rumah Pemotongan Hewan Cakung dioptimalkan dengan kapasitas 200–250 ekor per hari, melibatkan 100 personel profesional dan sistem pengemasan higienis sesuai regulasi lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan persiapan menjelang Hari Raya Idul Adha di Jakarta berjalan lancar. Dia menyampaikan hingga saat ini belum ada indikasi kenaikan harga yang signifikan di pasar.

"Untuk kurban, sampai hari ini kami belum mendapatkan isu mengenai kenaikan. Jadi harganya masih sesuai dengan yang ada," ujar Pramono dikutip website resmi Pemprov DKI, Rabu (13/5/2026).

1. Kenaikan harga di batas wajar

Pramono Pastikan Stok Sapi di Jakarta Aman Jelang Idul Adha
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima sapi impor dari Australia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Pramono menjelaskan, Perumda Dharma Jaya sendiri telah melakukan berbagai persiapan untuk merayakan Hari Raya Idul Adha sejak jauh hari. Sehingga stok hewan kurban dipastikan akan aman untuk memenuhi kebutuhan warga.

Pramono meyakini jika nantinya terjadi kenaikan harga hewan kurban, maka masih dalam tahap wajar.

"Dharma Jaya sendiri sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari. Sehingga dengan demikian, mudah-mudahan kurban di Jakarta kalau toh naiknya tidak lebih dari inflasi," ujar dia.

2. Perumda siapkan 900 ekor sapi kurban

Pramono Pastikan Stok Sapi di Jakarta Aman Jelang Idul Adha
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima sapi impor dari Australia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Sementara, Perumda Dharma Jaya menargetkan penyediaan hewan kurban 900 ekor sapi, guna memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Langkah strategis ini diambil untuk menjamin ketersediaan hewan kurban yang memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) bagi warga ibu kota.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengatakan seluruh unit hewan kurban yang disediakan telah melalui prosedur seleksi dan pemeriksaan kesehatan yang ketat.

“Prioritas kami adalah memberikan jaminan keamanan bagi konsumen. Setiap ekor sapi didatangkan dari wilayah telah terverifikasi dan wajib melewati proses karantina serta pemeriksaan ulang oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta,” ujarnya.

3. Perumda Dharma Jaya telah mengoptimalkan infrastruktur Rumah Pemotongan Hewan (RPH)

Pramono Pastikan Stok Sapi di Jakarta Aman Jelang Idul Adha
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima sapi impor dari Australia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Raditya menjelaskan Perumda Dharma Jaya telah mengoptimalkan infrastruktur Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Cakung, yang tersertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan Halal. Fasilitas pemotongan semi-mekanik ini memiliki kapasitas operasional mencapai 200 hingga 250 ekor per hari.

Raditya menjelaskan, Perumda Dharma Jaya mengerahkan 100 personel profesional, sebagai bagian dari standardisasi layanan, termasuk Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat serta tim pengemasan.

Perusahaan juga menawarkan layanan pengelolaan daging kurban secara komprehensif, mulai dari pemotongan, pemisahan karkas, hingga pengemasan khusus (customized packaging) dalam takaran kilogram untuk memudahkan distribusi bagi masyarakat.

“Melalui sistem layanan terpadu ini, kami memastikan aspek higienitas tetap terjaga mulai dari hulu hingga hilir. Selain itu, kami juga menjamin manajemen limbah hasil pemotongan dilakukan sesuai dengan regulasi lingkungan hidup yang berlaku,” jelasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Related Articles

See More