Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mendagri: 2 Provinsi Sumatra Masuk Fase Pemulihan 6 Bulan Pascabanjir

Mendagri: 2 Provinsi Sumatra Masuk Fase Pemulihan 6 Bulan Pascabanjir
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian saat menyampaikan pengarahan pada acara Apel Komandan Satuan TNI Tahun 2026 di Universitas Pertahanan, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026)(dok. Kemendagri)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Dua provinsi di Sumatra, yaitu Sumatra Utara dan Sumatra Barat, kini memasuki fase pemulihan enam bulan pascabanjir, sementara Aceh masih dalam tahap transisi menuju pemulihan penuh.
  • Pemerintah pusat telah menyalurkan tambahan transfer Rp10,6 triliun untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi terdampak, dengan pengawasan ketat agar dana digunakan tepat sasaran.
  • Mendagri Tito Karnavian menyiapkan rencana induk pemulihan Sumatra dalam bentuk Perpres dengan target pelaksanaan hingga 2028 dan kebutuhan dana mencapai Rp100,2–Rp130 triliun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengatakan, enam bulan pascabanjir hebat menghantam Pulau Sumatra, kini pelan-pelan mulai dilakukan pembangunan kembali.

Dia mengatakan, masa tanggap darurat telah dilalui sehingga saat ini wilayah yang terdampak sudah berangsur-angsur memasuki tahap transisi menuju ke pemulihan.

"Untuk Sumatra Utara dan Sumatra Barat, masa transisi disebut hampir selesai. Sedangkan, Aceh diperpanjang sedikit sebelum masuk ke tahapan pemulihan penuh. Karena sekarang ini sebetulnya kita sedang masuk, sudah melewati (fase) darurat, masuk ke sekarang transisi (menuju pemulihan)," ujar Tito di dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5/2026).

Pernyataan itu disampaikan oleh Tito usai rapat progres percepatan rehabilitas dan rekonstruksi pascabencana Sumatra bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno di Kantor Kementerian Dalam Negeri.

Tito menjelaskan sejumlah layanan dasar di daerah terdampak telah kembali berjalan normal. Contohnya, layanan rumah sakit di seluruh Kabupaten Aceh Tamiang sudah kembali normal, meskipun masih ada beberapa puskesmas pembantu di desa-desa yang dalam proses penanganan.

1. Pasokan listrik diklaim hampir sepenuhnya pulih

Mendagri Tito kunjungi korban banjir bandang di Aceh Tamiang
Mendagri Tito kunjungi korban banjir bandang di Aceh Tamiang. (Dok. Kemendagri)

Tito mengatakan, pasokan listrik hampir sepenuhnya pulih, kecuali di wilayah yang masih terisolasi akibat akses jalan yang terputus. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah menyalurkan genset sebagai solusi sementara.

Distribusi bahan bakar minyak (BBM) melalui stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), jaringan internet, jalan nasional dan jembatan nasional juga telah kembali berfungsi.

Sementara, pemulihan di sektor pendidikan dilakukan dengan mempercepat perbaikan fasilitas pendidikan berdasarkan skala prioritas. Pemerintah, kata Tito, telah berkoordinasi dengan kontraktor dan pihak lainnya.

"Terutama yang sekolah-sekolah yang belum ideal untuk proses belajarnya (dikebut pembangunannya). Tetapi, proses belajarnya sudah 100 persen meskipun belum ideal," ujar dia.

2. Kemendagri telah salurkan tambahan transfer Rp10,6 triliun

Mendagri Tito kunjungi korban banjir bandang di Aceh Tamiang
Mendagri Tito kunjungi korban banjir bandang di Aceh Tamiang. (Dok. Kemendagri)

Tito mengatakan, anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat untuk membantu pemulihan di tiga provinsi di Pulau Sumatra. Dia mengatakan, pemerintah pusat telah menyalurkan tambahan transfer ke daerah sebesar Rp10,6 triliun.

"Sudah ditransfer semua, tuntas sudah. Februari, Maret, April, tiga kali. Sudah tuntas. Totalnya mencapai Rp10,6 triliun," kata Tito.

Dana tersebut, kata Tito, kini berada di pemerintah daerah tingkat provinsi, kabupaten dan kota sehingga pemerintah pusat terus mengawal agar penggunaannya tepat sasaran dan cepat. Terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mendesak.

Dia mengatakan, selain anggaran transfer daerah, dukungan finansial juga datang dari kementerian atau lembaga lain.

"Salah satunya Kementerian Pertanian yang menyiapkan anggaran untuk menangani lahan pertanian terdampak. Ada pula bantuan sosial dari Kementerian Sosial. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga terus mendukung pembangunan hunian sementara dan dana tunggu hunian," kata dia.

3. Tito siapkan rencana induk pemulihan Sumatra yang dikemas dalam bentuk Perpres

-
Kondisi Sekolah Rakyat Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, setelah dihantam hujan dan angin kencang pada Senin (16/2/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Tito juga menjelaskan pemerintah telah menyiapkan rencana induk pemulihan bagi Sumatra pascabanjir. Rencana induk itu, kata Tito, akan diproses menjadi Peraturan Presiden (Perpres).

"Rencana itu memiliki target pelaksanaan selama tiga tahun hingga 2028 dengan tahapan kerja setiap tahun. Nah, ini kalau nanti sudah disetujui oleh Bapak Presiden maka otomatis speed-nya akan lebih kencang lagi," ujar Tito.

Sementara, estimasi dana yang dibutuhkan hingga tiga tahun mendatang untuk pemulihan tiga provinsi mencapai Rp100,2 triliun-Rp130 triliun.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Related Articles

See More