Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dua Kapal Tanker Kena Proyektil di Dekat Selat Hormuz

Dua Kapal Tanker Kena Proyektil di Dekat Selat Hormuz
Dua kapal tanker minyak sedang berlayar di Laut. (pexels.com/Edu Raw)
Intinya Sih
  • Dua kapal tanker minyak terkena proyektil di lepas pantai Oman dekat Selat Hormuz pada 1 Agustus 2026; satu mengalami kerusakan ruang mesin, sementara lainnya tidak rusak.
  • Asal proyektil belum diketahui, meski sejumlah pihak menduga Iran. Selat Hormuz masih ditutup Iran sejak 11 Juli setelah sebelumnya dibuka pascadraf kesepakatan damai dengan AS.
  • Sebelum insiden tanker, Iran menyerang fasilitas vital Kuwait dengan drone tanpa korban jiwa, di tengah eskalasi konflik dengan AS setelah serangan dan balasan militer di Yordania serta Iran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Dua kapal tanker minyak dilaporkan terkena serangan proyektil saat sedang berlayar di lepas pantai Oman, dekat Selat Hormuz, pada Sabtu (1/8/2026) siang waktu setempat. Kabar tersebut disampaikan oleh lembaga pemantau lalu lintas laut asal Inggris, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO).  

Menurut UKMTO, proyektil pertama menghantam kapal yang berlayar sekitar 11 mil atau 17 kilometer dari Kota Lima, Oman. Serangan itu dilaporkan merusak ruang mesin kapal. Sementara itu, proyektil kedua menghantam kapal yang berlayar sekitar 21 mil atau 33 kilometer dari Kota Khasab. Serangan kedua dilaporkan tidak menyebabkan kerusakan pada kapal.

1. Dalang serangan belum diketahui

Tanda tanya.
ilustrasi belum diketahui (pexels.com/Pixabay)

Hingga saat ini, belum diketahui dari mana kedua proyekti tersebut berasal. Namun, sejumlah pihak menduga serangan tersebut berasal dari Iran. Sebab, pesisir Kota Lima dan Kota Khasab yang terletak di Semenanjung Musandam, Oman, merupakan pintu masuk utama menuju Selat Hormuz yang kini dikuasai oleh Iran. 

Saat ini, Selat Hormuz masih ditutup oleh Iran. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) memutuskan untuk kembali menutup Selat Hormuz pada 11 Juli. Langkah ini dilakukan karena ada kapal yang melintas di sana di luar jalur yang sudah ditentukan. Padahal, Iran sudah membuka jalur strategis ekspor dan impor minyak global dunia itu usai meneneken draf kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS) pada pertengahan Juni.

2. Iran menyerang Kuwait menggunakan drone

Drone militer untuk berperang.
potret drone militer (pexels.com/Barıs Karagoz)

Dilansir Jerusalem Post, serangan terhadap dua kapal di dekat Selat Hormuz tadi terjadi usai Iran menyerang Kuwait menggunakan sejumlah drone. Serangan itu terjadi pada Sabtu pagi. Sebetulnya, beberapa pesawat nirawak itu berhasil dilumpuhkan oleh sistem pertahanan udara Kuwait. Namun, sisanya berhasil menghantam target serangan.  

Angkatan bersenjata Kuwait mengatakan, drone Iran menyasar fasilitas vital yang ada di negaranya. Mereka mengatakan, fasilitas penting milik pemerintah di Pulau Bubiyan rusak akibat serangan tersebut. Namun, mereka tidak menjelaskan secara rinci fasilitas apa yang dimaksud. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa akibat serangan tersebut.

3. Konflik Iran dan AS kembali memanas

Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Serangan Iran di Kuwait ini diduga merupakan balasan terhadap AS. Sebab, di negara tersebut, ada banyak pangkalan militer AS yang selama ini dipakai untuk menggempur Iran. Terlebih, konflik Teheran dan Washington saat ini juga kembali memanas.

Pada Selasa (28/7/2026), Iran kembali menyerang pangkalan militer AS yang ada di Yordania. Imbas serangan ini, Presiden AS, Donald Trump, mengamuk dan langsung meminta pasukan Komando Tengah (CENTCOM) militer AS yang bertugas di Timur Tengah untuk menggempur Iran. Tidak lama setelah itu, CENTCOM pun meluncurkan serangan balasan ke Iran pada Rabu (29/7/2026) malam waktu setempat.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More