Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Fakta Los Choneros, Geng di Balik Kerusuhan Penjara Ekuador

6 Fakta Los Choneros, Geng di Balik Kerusuhan Penjara Ekuador
Jorge Luis Zambrano alias Rasquiña saat ditangkap. (twitter.com/skhunt92)

Jakarta, IDN Times - Kerusuhan antar tahanan di dalam penjara Ekuador berlangsung secara terus menerus di tahun ini. Bahkan pertikaian yang tak kunjung selesai ini telah berdampak pada tewasnya 116 tahanan hanya dalam satu tahun. 

Sementara itu, latar belakang utama kerusuhan narapidana ini lantaran adanya perang antar geng kriminal di Ekuador. Salah satu geng kriminal terbesar yang memiliki peran besar terhadap pertikaian ini adalah Los Choneros dengan ribuan orang pasukannya. 

Semakin intensnya kerusuhan penjara di Ekuador juga diperparah adanya persekutuan dan pengaruh dari organisasi kartel narkoba besar dari Meksiko terhadap geng kriminal di negara Amerika Selatan itu. 

1. Los Choneros terbentuk di Kota Chone pada tahun 1990an

Pemandangan Kota Manta di Ekuador.(twitter.com/Ecuaprincessa)
Pemandangan Kota Manta di Ekuador.(twitter.com/Ecuaprincessa)

Los Choneros terbentuk di tahun 1990an di Kota Chone yang berlokasi di Provinsi Manabi, tepatnya di pesisir Pasifik Ekuador. Sedangkan, nama Choneros diambil dari tempat didirikannya geng itu, yang berarti warga Kota Chone dalam Bahasa Spanyol. 

Perkembangan geng kriminal ini, membuatnya terus berekspansi dan kini memiliki basis utama di Kota Manta. Kota itu dikenal sebagai yang terbesar kedua di Manabi sekaligus salah satu kota pelabuhan besar di Ekuador.

Sementara itu, pendiri Los Choneros adalah Jorge Bismarck Véliz España alias Teniente España yang mengawali karier dalam dunia kriminal sebagai seorang penjual narkoba jalanan. Namun, mulanya otoritas setempat menganggap geng kriminal ini sebagai tangan kanan kartel narkoba asal Kolombia untuk mengirimkan kokain ke AS dan Meksiko. 

Selain itu, geng kriminal ini melakukan berbagai macam aksi kriminal area kekuasaannya, terutama di Provinsi Manabi, termasuk di antaranya perampokan, penculikan, pemerasan dan pembunuhan berencana, dilansir dari Insight Crime

2. Los Choneros sempat berperang dengan geng rival Los Queseros

Mobil yang ditumpangi geng rival untuk menculik anak bos Los Choneros, El Fito. (instagram.com/teleproducciones_ecuatorianas)
Mobil yang ditumpangi geng rival untuk menculik anak bos Los Choneros, El Fito. (instagram.com/teleproducciones_ecuatorianas)

Menurut laman La Hora, ekspansi Los Choneros di tahun 2000an juga mampu diimbangi oleh geng rival bernama Los Queseros yang berbasis di Kota Manta. Selain itu, Teniente España melihat ekspansi dan penguasaan terhadap Pelabuhan Manta sebagai rencana strategis untuk meningkatkan distribusi narkoba ke luar negeri.

Hal itulah yang mengakibatkan terjadinya perseteruan antara Los Choneros dan Los Queseros yang menyulut kenaikan kasus kekerasan di Manabi. Puncak perseteruan antara keduanya terjadi setelah terbunuhnya istri Teniente España di tahun 2005 atas suruhan dari bos Los Queseros, Carlos Vera Cedeño. 

Teniente España yang marah mengumumkan perang kepada Los Queseros yang berujung kehancuran geng itu. Bahkan, hampir seluruh anggota Los Queseros tewas, termasuk pemimpinnya Carlos Vera Cedeño dan hanya menyisakan istrinya. 

Sejak saat itu, Los Choneros menjadi salah satu geng terkuat di Ekuador dan berhasil merekrut ribuan anggota baru. Alhasil, geng asal Chone itu selalu mampu mengalahkan seluruh lawan-lawannya, termasuk serangan dari Los Carreño yang merupakan sekutu dari Los Queseros. 

3. Los Choneros telah berevolusi sebagai geng penjara

Suasana di dalam penjara di Ekuador. (twitter.com/PrimeraPlanaECU)
Suasana di dalam penjara di Ekuador. (twitter.com/PrimeraPlanaECU)

Tepat di tahun 2007, Los Choneros mendapatkan pukulan keras, setelah pemimpinnya, Jorge Busmarck Véliz España tewas dalam pertempuran dengan geng Los Queseros di Santo Domingo, Manabi. 

Sejak saat itu, Los Choneros mengalami kekosongan kekuasaan dan sempat bergonta-ganti pemimpin hingga tahun 2010 akibat tewas dalam petikaian dengan geng rival. Namun, Jorge Luis Zambrano alias Rasquiña terpilih kembali sebagai pemimpin geng di awal 2010 dan kembali berhasil menguatkan kedudukan Los Choneros. 

Meskipun Rasquiña akhirnya ditangkap oleh aparat kepolisian dan dijatuhi hukuman penjara di tahun 2011, tetapi ia merupakan orang di balik transisi Los Choneros. Mengingat semakin banyaknya anggota geng yang ditahan, secara bertahap geng itu bertransformasi menjadi geng penjara. Sementara pemimpinnya tetap berkuasa dan dapat menjalankan bisnisnya meski berada di balik jeruji besi. 

Dari titik ini, terjadi perubahan orientasi kelompok ini yang sebelumnya berfokus pada penyelundupan narkoba internasional menjadi penyelundupan berskala mikro, pembunuhan berencana, pemerasan dan penyelundupan barang ilegal lainnya. 

4. Tewasnya Jorge Luis Zambrano sebabkan rentetan kerusuhan penjara

Dikutip dari GK, Jorge Luis Zambrano alias Rasquiña yang sudah memimpin Los Choneros lebih dari satu dekade lamanya akhirnya dibunuh oleh pembunuh bayaran pada 28 Desember 2020. Ia dibunuh oleh diduga pembunuh bayaran geng rival ketika ia berada d sebuah mall di Manta dan insiden ini disebut sebagai pemula rentetan kerusuhan penjara di Ekuador. 

Selama menjalani masa tahanan antara September 2011-Juni 2020, Zambrano pernah melarikan diri dari penjara La Roca di Guayaquil pada Februari 2013. Setelah menjadi buronan selama beberapa bulan, ia berhasil ditangkap kembali di Kolombia pada bulan November 2013 dan dipindahkan ke Latacunga. 

Di samping kematian Rasquiña, kebijakan eks Presiden Lenin Moreno di tahun 2019 untuk mengurangi kasus kekerasan dalam penjara juga disebut sebagai akar bentrokan berdarah di dalam penjara Ekuador. Pasalnya, strategi yang dilakukan justru mengirimkan masing-masing anggota ketua dan anggota geng pada beberapa penjara yang berbeda. 

Alih-alih mampu menyamarkan hierarki struktur kepemimpinan geng, kebijakan ini justru menciptakan pemimpin geng baru di dalam sistem penjara, terutama setelah tewasnya Zambrano. Bahkan, hal ini justru meningkatkan kasus peperangan antar geng dalam penjara di seluruh negeri yang menewaskan lebih dari 300 narapidana. 

5. Bersekongkol dengan Kartel Sinaloa dan memiliki rival utama Los Lagartos

Sejumlah tahanan yang kabur dan berhasil ditangkap di Cotopaxi, Ekuador. (twitter.com/tomebamba)
Sejumlah tahanan yang kabur dan berhasil ditangkap di Cotopaxi, Ekuador. (twitter.com/tomebamba)

Los Choneros yang merupakan geng kriminal terbesar di Ekuador selama ini bertugas dalam menyelundupkan narkoba dengan jumlah besar ke Amerika Serikat dan Meksiko, maupun negara lainnya. Hal ini yang membuat Kartel Sinaloa berminat untuk bekerja sama untuk membantu distribusi narkoba. 

Geng kriminal asal Kota Chone itu juga cukup kuat dalam mengontrol rute penyelundupan narkoba dari Kolombia atau Peru menuju ke pelabuhan di Ekuador. Pasalnya, Los Choneros diketahui memiliki anggota yang berjumlah hingga 5.000 orang di seluruh Ekuador. 

Akan tetapi, masalah muncul ketika Los Choneros hendak menguasai dan mengontrol penuh pelabuhan Guayaquil demi memuluskan jalannya dalam menyelundupkan narkoba. Geng ini mendapatkan gertakan dari geng besar lainnya, yakni Los Lagartos yang selama ini mengontrol logistik narkoba dari Guayaquil, dilaporkan dari Kulturhub

Berdasarkan kutipan dari laman Digismak, Los Lagartos selama ini diketahui telah berkolaborasi dengan kartel kuat asal Meksiko lainnya, yakni CJNG (Cártel de Jalisco Nueva Generación) yang merupakan musuh terkuat Kartel Sinaloa. Tak hanya itu saja, geng kriminal Los Lobos, Tiguerones, Chone Killer dan Pipos juga didukug CJNG untuk menghadapi Los Choneros. 

6. Pergerakan Los Choneros sulit diberantas otoritas Ekuador

Polisi Ekuador saat melakukan pengecakan di Guayaquil pada Selasa (19/10/2021). (twitter.com/PoliciaEcuador)
Polisi Ekuador saat melakukan pengecakan di Guayaquil pada Selasa (19/10/2021). (twitter.com/PoliciaEcuador)

Insight Crime melaporkan bahwa otoritas keamanan Ekuador telah berupaya keras untuk memberantas geng kriminal. Akan tetapi, struktur geng yang tersebar dan beroperasi di seluruh penjara dan jalanan turut menyulitkan upaya aparat penegak hukum. 

Namun, aksi Los Choneros yang mengakibatkan tingginya tingkat kekerasan di Ekuador turut menyulitkan kelompoknya sendiri. Pasalnya, di samping menghadapi serangan dari musuhnya, ia juga harus menghadapi pemerintah yang semakin memperketat gerak-gerik geng kriminal. 

Di samping itu, transformasi Los Choneros dari geng penyelundup narkoba di Manabi menjadi geng penjara yang tersebar di berbagai penjara tentu menyulut pembentukan geng-geng baru di bawahnya. Akibatnya, Los Choneros kini sedang menghadapi krisis lantaran banyaknya sub-grup yang ikut bertarung untuk menguasai perdagangan ilegal di Ekuador. 

Itu tadi keenam fakta dari geng kriminal Los Choneros yang berada di balik rentetan kerusuhan penjara di Ekuador dalam satu tahun terakhir. Dari sini, kita tahu bahwa ekspansi dan sifat haus akan kekuasaan berbuntut pada perseteruan dan perang antar geng kriminal di Ekuador. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Related Articles

See More

8 Pejabat Pemkab Cilacap Diperiksa KPK soal Pemberian Uang THR Kadis

30 Apr 2026, 21:45 WIBNews