Moldova Resmi Keluar dari Blok CIS Pimpinan Rusia

- Presiden Maia Sandu resmi menandatangani RUU penarikan Moldova dari CIS, menandai langkah politik menjauh dari Rusia dan mendekat ke Uni Eropa.
- Sejak invasi Rusia ke Ukraina, Moldova sudah menangguhkan partisipasi di CIS karena dianggap tak menguntungkan secara ekonomi, meski menuai kritik dari oposisi pro-Rusia.
- Pemerintah Moldova berencana menggugat Rusia atas kerusakan infrastruktur energi dan polusi Sungai Dniester, sebagai bentuk tanggung jawab hukum dan moral.
Jakarta, IDN Times - Presiden Moldova, Maia Sandu pada Kamis (9/4/2026), resmi menandatangani Rancangan Undang-Undang (RUU) menarik diri dari anggota Commonwealth of Independent States (CIS). Dengan ini, Moldova juga menolak kesepakatan dalam CIS.
Dilansir United24, Moldova sudah memulai proses hukum untuk keluar dari CIS sejak Januari 2026. Pada 2 April, Parlemen Moldova sudah memfinalisasi pembatalan semua persetujuan dalam CIS.
Keluarnya Moldova dalam CIS ini menunjukkan perubahan pandangan politik di negara Eropa Timur tersebut yang menjauh dari Rusia. Selain itu, Moldova juga berniat untuk bergabung dalam Uni Eropa (UE).
1. Moldova tangguhkan partisipasi dalam CIS secara bertahap

Sejak dimulainya invasi skala besar Rusia ke Ukraina pada 2022, Moldova sudah menangguhkan partisipasinya di CIS. Secara bertahap, Chisinau juga mencabut status hukumnya dalam organisasi tersebut.
Dilansir Euromaidan Press, Moldova menganggap keanggotaan CIS tidak memberikan dampak besar dalam bidang perdagangan. Sebab, mayoritas relasi dagang lewat bilateral dan produk Moldova lebih banyak diekspor ke UE.
Meskipun demikian, sejumlah oposisi mengkritik kebijakan pemerintah Moldova. Politikus pro-Rusia, Vladimir Voronin menyebut bahwa tindakan ini akan membawa risiko ekonomi dan menyulitkan warga yang bekerja di Rusia.
2. Mengikuti jejak Ukraina dan Georgia

Keluarnya Moldova dalam CIS ini mengikuti jejak Ukraina dan Georgia. Ukraina memutuskan keluar dari CIS usai aneksasi Krimea pada 2014 dengan menurunkan keikutsertaan dan resmi keluar pada 2018. Padahal, Ukraina termasuk negara pendiri CIS, bersama Rusia dan Belarus.
Sementara itu, Georgia memutuskan keluar dari anggota CIS usai pecahnya Perang Rusia-Georgia pada 2008. Pada 2009, negara Kaukasus Selatan itu resmi keluar dari anggota CIS dan menganggap CIS gagal dalam mencegah pecahnya konflik.
3. Moldova minta Rusia ganti rugi kerusakan infrastruktur energi dan polusi

Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri Moldova, Mihai Popsoi mengatakan bahwa negaranya akan menggugat Rusia. Gugatan tersebut soal serangan Rusia yang menyebabkan kerusakan di fasilitas energi Moldova dan polusi di Sungai Dniester.
Dikutip dari Moldpres, ia mengakui bahwa Moldova hanya memiliki kemungkinan kecil untuk mempengaruhi Rusia. Namun, langkah ini harus dilakukan baik secara hukum dan moral sesuai dengan aturan internasional.
Pada Februari, Moldova juga sudah menutup Pusat Kebudayaan Rusia di Chisinau. Keputusan itu disebabkan oleh pelanggaran wilayah udara yang dilakukan Rusia menyusul masuknya drone.















