Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apresiasi Tinggi, KKP Janjikan Beasiswa untuk Anak Korban Pesawat ATR 42-500

IMG_4532.jpeg
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Laksamana TNI (Purn.) Dr. Didit Herdiawan Ashaf, melanjutkan upacara pelepasan jenazah tiga korban jatuhnya pesawat PL-THT ATR 42-500. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Intinya sih...
  • KKP memberikan penghormatan kepada almarhum Ferry Irawan, Yoga Naufal, dan Capt. Andy Dahananto yang gugur dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500.
  • KKP akan memberikan santunan kepada keluarga korban dan menyiapkan beasiswa pendidikan bagi anak-anak korban kecelakaan sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab negara.
  • Prajurit TNI berhasil menemukan enam korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Ferry Irawan, almarhum Yoga Naufal, dan almarhum Capt. Andy Dahananto yang gugur dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500. Upacara penghormatan digelar di Auditorium Madidihang AUP Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta, Minggu (25/1/2026).

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian para almarhum selama menjalankan tugas di lingkungan KKP.

“Kementerian Kelautan dan Perikanan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan jasa para almarhum selama bertugas di Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujar Didit dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, Didit juga menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, yang tidak sempat diberikan penghormatan terakhir secara khusus karena berbagai pertimbangan dan kendala teknis.

“Saya juga ingin menyampaikan duka cita dan bela sungkawa yang mendalam untuk seluruh korban yang wafat dan tidak sempat diberikan penghormatan terakhir di ruang ini, dengan berbagai alasan dan pertimbangan teknis,” kata Didit.

Kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026), menewaskan total 10 orang kru dan penumpang. Dari jumlah tersebut, tujuh korban lainnya tidak sempat diberikan penghormatan terakhir secara resmi.

Didit menyatakan, pemerintah akan memberikan santunan kepada keluarga korban sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, KKP juga menyiapkan beasiswa pendidikan bagi anak-anak korban kecelakaan sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab negara.

Ia turut menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban, yang dilakukan dalam kondisi medan yang sulit dan cuaca yang menantang.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh aparat dan relawan yang telah membantu siang dan malam tanpa kenal lelah dalam kegiatan pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ini selama kurang lebih tujuh hari,” ucap Didit.

Sebelumnya, prajurit TNI yang tergabung dalam Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan berhasil menemukan enam korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Kamis (22/1/2026).

Berdasarkan siaran pers resmi TNI yang diterima di Jakarta, Jumat (23/1/2026), penemuan tersebut merupakan hasil operasi pencarian intensif yang dilakukan sejak hari pertama kecelakaan terjadi pada Sabtu pekan lalu.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More

Kala TNI Tembus Medan Ekstrem Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500

25 Jan 2026, 13:51 WIBNews