Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia yang Jadi Wali Kota di Kanada

Alvin Tedjo terpilih sebagai Wali Kota Mississauga setelah mengungguli Carolyn Parrish dan Bonnie Crombie dalam penghitungan cepat.
Ia berasal dari keluarga Tionghoa-Indonesia yang berimigrasi ke Kanada pada 1970-an dan menetap di Mississauga.
Sebelumnya, Alvin merupakan anggota dewan kota dan kini memprioritaskan keterjangkauan biaya hidup serta keamanan masyarakat.
Jakarta, IDN Times - Politikus keturunan Indonesia dan China, Alvin Tedjo menjadi sorotan setelah terpilih sebagai Wali Kota Mississauga, Kanada. Ia berhasil mengungguli dua kandidat yang lebih dikenal, yakni petahana Carolyn Parrish dan mantan wali kota sekaligus pemimpin Partai Liberal Ontario, Bonnie Crombie.
Berdasarkan hasil penghitungan cepat yang mencakup hampir seluruh suara, Alvin meraih 74.479 suara hingga Senin (26/10/2026) pukul 23.30 waktu setempat. Sementara itu, Parrish memperoleh 51.853 suara dan Crombie meraup 43.191 suara.
Kemenangan tersebut mengantarkan Alvin ke posisi orang nomor satu di Mississauga. Sebelum terpilih sebagai wali kota, ia merupakan anggota dewan kota yang mewakili wilayah Clarkson dan Lorne Park.
1. Keluarga Alvin Tedjo berimigrasi dari Asia
Mengutip situs resminya, Alvin Tedjo lahir dari keluarga keturunan Tionghoa-Indonesia. Orang tuanya berimigrasi dari Indonesia ke Kanada pada 1970-an dan akhirnya menetap di Mississauga, Ontario.
Berbeda dengan Alvin yang terjun ke dunia politik, kedua orang tuanya memilih menjalani kehidupan yang relatif tertutup dari sorotan publik.
Alvin berusia 4 tahun ketika keluarganya menetap di Mississauga. Kota tersebut kemudian menjadi tempat ia tumbuh, membangun karier politik, dan membesarkan keluarganya sendiri bersama sang istri, Rebecca, serta anak mereka.
“Kisah hidup saya di Mississauga dimulai ketika saya berusia 4 tahun. Orang tua saya berimigrasi ke sini dari belahan dunia lain demi mencari kehidupan yang lebih baik dan masa depan yang lebih cerah bagi keluarga kami,” kata Alvin., dikutip dari The Toronto Star, Kamis (29/10/2026).
Mississauga kemudian menjadi tempat Alvin tumbuh dan membangun kehidupannya. Ia bersama istrinya, Rebecca, juga memilih menetap di kota tersebut dan membesarkan keluarga mereka. Alvin kini telah memiliki seorang anak.
“Saya dan istri saya, Rebecca, memilih untuk melakukan hal yang sama dengan menetap dan membangun keluarga kami di Mississauga,” ujarnya.
2. Terinspirasi wali kota legendaris Mississauga
Ketertarikan Alvin terhadap dunia politik sudah terlihat sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas. The Toronto Star melaporkan, ia pernah menjabat sebagai ketua organisasi siswa dan menjadi anggota komite penasihat pemuda untuk wali kota.
Pada pertengahan 1990-an, Alvin bertemu dengan Hazel McCallion, wali kota Mississauga saat itu. Pertemuan tersebut terjadi setelah Alvin menerima penghargaan Young Citizen of the Year.
Alvin mengaku mendapat dorongan dari McCallion untuk terjun ke dunia politik. Pengalaman tersebut turut membentuk keinginannya untuk berkontribusi terhadap perkembangan kota tempat ia dibesarkan.
“Pencalonan saya didorong oleh rasa kepemilikan dan kepedulian saya terhadap komunitas ini, sebuah semangat yang saya tahu juga dimiliki oleh begitu banyak warga lainnya: melihat Mississauga terus tumbuh dan berkembang menjadi tempat yang dapat kita banggakan sebagai rumah kita,” kata Alvin.
3. Pernah jadi anggota dewan kota Mississauga
Sebelum terpilih sebagai wali kota, Alvin menjabat selama satu periode sebagai anggota dewan kota yang mewakili Clarkson dan Lorne Park. Ia juga pernah bekerja sebagai staf politik di kantor pemerintahan daerah.
Selama menjadi anggota dewan, Alvin mengeklaim telah mendorong sejumlah kebijakan, termasuk transportasi umum gratis bagi anak-anak, pembangunan lebih banyak hunian, serta perluasan ruang terbuka hijau. Ia juga mengupayakan pembangunan taman anjing dan jalur pejalan kaki.
Selain itu, Alvin menyebut dirinya turut memperluas pilihan tempat penampungan bagi tunawisma, mendukung bank pangan, dan memperjuangkan legalisasi street hockey. Ia juga dua kali memberikan suara untuk menurunkan pajak.
Setelah terpilih sebagai wali kota, Alvin berjanji membawa energi dan gagasan baru untuk menjawab persoalan yang dihadapi warga Mississauga. Ia menempatkan keterjangkauan biaya hidup dan keamanan masyarakat sebagai fokus utama kepemimpinannya.
“Saya akan berfokus pada keterjangkauan biaya hidup dan keamanan masyarakat, sekaligus memastikan bahwa Mississauga menjadi tempat tinggal yang semakin baik bagi semua orang,” paparnya.
























