Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

AS-Rusia Lakukan Pertukaran Tahanan Terbesar dalam Sejarah

AS-Rusia Lakukan Pertukaran Tahanan Terbesar dalam Sejarah
Presiden AS, Joe Biden bersama keluarga orang-orang yang dibebaskan dari tahanan Rusia (Twitter.com/President Biden)

Jakarta, IDN Times -  Amerika Serikat (AS) bersama sekutunya, pada Kamis (1/8/2024),  mengumumkan kesepakatan pertukaran tahanan dengan Rusia. Ada empat tokoh utama yang dibebaskan dari penjara Rusia, yaitu AS Evan Gershkovich, mantan Marinis AS Paul Whelan, aktivis oposisi Rusia-Inggris Vladimir Kara-Murza dan jurnalis AS-Rusia Alsu Kurmasheva.

Ini adalah salah satu pertukaran tahanan terbesar dan paling rumit antara Rusia dan Barat sejak berakhirnya Perang Dingin. Gedung Putih menjelaskan, mereka merundingkan pembebasan 16 orang dari Rusia, termasuk di antaranya lima warga Jerman dan tujuh warga Rusia yang jadi tahanan politik di negaranya sendiri.

1. Putin sambut para tahanan yang dibebaskan dengan karpet merah

Vladimir Putin (Twitter.com/President of Russia)
Vladimir Putin (Twitter.com/President of Russia)

Pertukaran tahanan dilakukan di bandara Ankara, Turki. Pesawat kemudian datang dan berangkat ke beberapa negara tujuan.

Dilansir The Guardian, salah satu tahanan Rusia yang dibebaskan Barat adalah Vadim Krasikov. Dia diketahui merupakan pembunuh dan ditahan di penjara Jerman sejak 2019.

Selain itu, beberapa mata-mata Rusia yang menyamar dan ditangkap di Norwegia dan Slovenia juga ikut ditukar. Ada juga orang Rusia yang ditahan di penjara AS, termasuk dalam pertukaran tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin secara pribadi menyambut mereka dengan karpet merah di bandara Vnukovo Moskow. Putin terlihat memeluk Krasikov saat turun dari pesawat. Dia juga membagikan karangan bunga kepada keluarga tersangka mata-mata.

2. Total 24 tahanan yang ditukar

Kepresidenan Turki bertindak sebagai mediator dalam pertukaran tersebut. Total ada 24 tahanan yang dipertukarkan di Ankara.

"Kesepakatan yang menjamin kebebasan mereka adalah suatu prestasi diplomasi. Secara keseluruhan, kami telah merundingkan pembebasan 16 orang dari Rusia, termasuk lima warga negara Jerman dan tujuh warga negara Rusia yang menjadi tahanan politik di negara mereka sendiri," kata Gedung Putih, dikutip The Moscow Times.

"Beberapa dari perempuan dan laki-laki ini telah ditahan secara tidak adil selama bertahun-tahun. Semua orang telah mengalami penderitaan dan ketidakpastian yang tak terbayangkan. Hari ini, penderitaan mereka telah berakhir," tambahnya.

Dari 24 tahanan yang saling dipertukarkan, mereka berasal dari AS, Jerman, Polandia, Slovenia, Norwegia, Rusia dan Belarusia.

3. Keberhasilan pertukaran tahanan mendapat kritik

Presiden AS Joe Biden menyebut pertukaran itu merupakan yang terbesar dalam serangkaian pertukaran dengan Rusia. Dia juga menyebutnya sebagai prestasi diplomatik.

"Kesepakatan seperti ini datang dengan keputusan yang sulit. Tidak ada yang lebih penting bagi saya selain melindungi warga AS di dalam dan luar negeri," katanya, dikutip Associated Press.

Meski dinilai sebagai prestasi, pertukaran itu dianggap mencerminkan ketidakseimbangan. AS dan sekutunya karena menyerahkan orang-orang Rusia yang dituduh melakukan kejahatan berat. Sedangkan, Rusia membebaskan jurnalis dan pembangkang yang dihukum karena sistem Rusia yang dipolitisasi.

Pemerintahan Biden telah memulangkan lebih dari 70 orang AS yang ditahan di negara-negara lain, sebagai bagian dari kesepakatan yang mengharuskan AS menyerahkan sejumlah besar terpidana kejahatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pri Saja
EditorPri Saja
Follow Us

Latest in News

See More

Periksa Kajari Karo dan Jajaran, Kejagung Tinjau Ulang Dakwaan Amsal

05 Apr 2026, 09:34 WIBNews