Basarnas Kerahkan Helikopter Dauphin Evakuasi Korban Gempa Manggarai Timur NTT

- Basarnas dan Tim SAR Gabungan mengevakuasi tiga korban gempa di Manggarai Timur menggunakan helikopter Dauphin.
- Tiga korban mengalami fraktur dan dislokasi, termasuk seorang anak perempuan berusia 5 tahun.
- BNPB mencatat 68 korban meninggal dan 213 korban luka akibat gempa M 7,7 di NTT.
Jakarta, IDN Times — Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, bersama Potensi SAR bergerak mengevakuasi tiga korban gempa yang membutuhkan penanganan medis di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026).
Evakuasi dilakukan menggunakan helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 yang disiagakan di Bandara Komodo, Labuan Bajo.
1. Korban alami patah tulang

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, bersama Potensi SAR bergerak mengevakuasi tiga korban gempa yang membutuhkan penanganan medis di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026)(dok. Basarnas) Helikopter tersebut dikerahkan setelah Tim SAR Gabungan menerima informasi bahwa tiga korban mengalami patah tulang (fraktur) dan dislokasi akibat gempa.
“Tim SAR Gabungan langsung mengevakuasi tiga korban, salah satunya seorang anak perempuan berusia 5 tahun. Ketiganya mengalami fraktur dan dislokasi tulang. Helikopter Dauphin Basarnas tiba di Posko Utama Satar Kampas pukul 10.28 WITA dan kemudian membawa ketiga korban menuju Labuan Bajo. Helikopter mendarat dengan selamat di Bandara Komodo pada pukul 11.00 WITA,” kata Syafii.
2. Korban langsung dibawa ke RS

Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) (16/8/2026)(dok. Basarnas) Setibanya di Bandara Komodo, seluruh korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut dengan pendampingan dokter dan tim medis.
“Kami berharap seluruh Tim SAR Gabungan terus bersiaga penuh dalam penanganan dan evakuasi korban, terutama mereka yang membutuhkan penanganan medis lanjutan pascagempa M 7,7 ini. Mari kita pastikan Basarnas bersama Potensi SAR selalu hadir untuk masyarakat terdampak, khususnya di wilayah Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo,” ucap Syafii.
Ketiga korban merupakan warga Desa Haju Wangi dan Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
3. Jumlah korban meninggal akibat gempa NTT bertambah jadi 68 jiwa

Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) (16/8/2026)(dok. Basarnas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (17/8/2026) kembali memperbarui data jumlah korban yang terdampak gempa berkekuatan M 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Jumlah korban meninggal sementara per hari ini sudah mencapai 68 jiwa.
"Data yang kami peroleh sementara ini sudah ada 68 jiwa, sekali lagi 68 jiwa yang meninggal. Dengan rincian, di Kabupaten Manggarai sebanyak 26 jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 24 jiwa, Kabupaten Nadekeo sebanyak 8 jiwa, Kabupaten Sikka 4 jiwa, Kabupaten Ende sebanyak 2 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat 2 jiwa dan Kabupaten Ngada 2 jiwa," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Panjaitan di dalam pemberian keterangan pers virtual pada sore ini.
Ia menambahkan angka korban tersebut akan terus diperbarui bila ada korban yang ditemukan. Sementara, jumlah korban yang mengalami luka mencapai 213 jiwa.
Ia mengatakan sejauh ini sudah ada 1.576 gempa susulan sejak gempa pertama terjadi pada Sabtu pekan lalu. Magnitude tertinggi di angka M6,2. Gempa dengan magnitudo itu terjadi satu kali. Sedangkan, gempa lainnya memiliki magnitudo kecil di bawah M5.
"Data-data ini akan tetap kami update terus," katanya.



















