Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Polisi Swedia Minta TikTok dan Meta Hapus 30 Iklan Kejahatan

Polisi Swedia Minta TikTok dan Meta Hapus 30 Iklan Kejahatan
ilustrasi bendera Swedia (unsplash.com/Christer Lässman)
  • Polisi Swedia menerbitkan 30 perintah penghapusan iklan perekrutan kriminal, meliputi 29 unggahan TikTok dan satu di Meta, sejak undang-undang baru berlaku 15 Juli.
  • Undang-undang baru memberi polisi wewenang menuntut penghapusan konten perekrutan daring dalam satu jam; seluruh platform terkait dilaporkan mematuhi perintah tersebut.
  • Geng memanfaatkan media sosial untuk merekrut remaja bagi kejahatan berat; Swedia juga menurunkan usia pertanggungjawaban pidana dari 15 menjadi 14 tahun, efektif 10 September.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kepolisian Swedia mengambil langkah tegas terhadap penyebaran konten ilegal di jaringan media sosial. Pihak berwenang menuntut platform digital global segera memblokir materi yang menawarkan imbalan atas tindakan kriminal.

Langkah penertiban ini diambil guna membendung gelombang kekerasan geng terorganisir yang merekrut remaja secara daring. Pemerintah setempat berupaya keras memutus rantai kejahatan yang marak memanfaatkan aplikasi populer.

  1. 1. Polisi terbitkan perintah penurunan konten perekrutan kriminal

    media sosial
    ilustrasi media sosial (pexels.com/Szabó Viktor)

    Aparat kepolisian Swedia melayangkan 30 perintah penarikan konten kejahatan kepada pengelola media sosial sejak pertengahan Juli. Tindakan ini menyasar 29 unggahan di platform TikTok dan satu unggahan di Meta.

    Langkah hukum ini berlandaskan undang-undang baru yang berlaku sejak 15 Juli. Aturan tersebut memberi kewenangan bagi polisi untuk menuntut penghapusan konten perekrutan kriminal dalam batas waktu satu jam. Seluruh platform digital terkait dilaporkan langsung mematuhi perintah tersebut.

    "Sejak 15 Juli, kami memiliki undang-undang yang memungkinkan kami memerintahkan platform untuk menghapus konten perekrutan daring dalam waktu satu jam," kata juru bicara kepolisian Swedia.

  2. 2. Modus perekrutan remaja dengan imbalan uang fiktif

    Ilustrasi Penipuan
    Ilustrasi Penipuan (Pinterest)

    Kelompok kriminal di Swedia menjalankan metode terstruktur dengan memajang iklan kejahatan secara terbuka di TikTok, Instagram, dan Snapchat. Ketika seorang remaja merespons tawaran tersebut, percakapan langsung dipindahkan ke aplikasi pesan rahasia terenkripsi.

    Para bos geng sengaja mengincar remaja guna menghindari sanksi hukuman penjara jika tertangkap. Remaja diumpani janji pembayaran hingga jutaan krona untuk melakukan aksi kejahatan berat, meski uang imbalan bernominal fantastis tersebut sangat jarang direalisasikan.

    "Jumlah yang ditawarkan dapat berkisar dari 10.000 krona (Rp18,63 juta) hingga beberapa juta, tergantung pada kejahatan yang ingin mereka alihkan," kata juru bicara kepolisian Swedia, dilansir CTV News.

  3. 3. Parlemen Swedia turunkan usia pertanggungjawaban pidana anak

    Ilustrasi bendera Swedia
    Ilustrasi bendera Swedia (unsplash.com/Helga Pettersen)

    Swedia berjuang mengatasi lonjakan kekerasan geng yang dipicu perebutan pasar narkotika. Maraknya keterlibatan anak-anak di bawah umur dalam tindak pidana berat memicu keprihatinan mendalam di tingkat nasional.

    Parlemen Swedia merespons situasi ini dengan mengesahkan penurunan batas usia pertanggungjawaban pidana dari 15 tahun menjadi 14 tahun pada 13 Agustus. Kebijakan yang berlaku efektif 10 September ini dirancang untuk memberikan efek jera sekaligus menutup celah eksploitasi anak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More