Jakarta, IDN Times - Sekretaris Angkatan Darat (AD) Amerika Serikat (AS), Dan Driscoll, dikabarkan akan mengundurkan diri pada akhir 2026 ini. Kabar itu pertama kali disampaikan oleh Wall Street Journal (WSJ) pada Jumat (21/8/2026).
Cekcok dengan Menhan, Sekretaris AD AS Disebut Bakal Mundur

- Wall Street Journal melaporkan Sekretaris AD AS Dan Driscoll berencana mengundurkan diri pada akhir 2026 akibat hubungan yang memburuk dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
- Ketegangan keduanya berlangsung sejak Trump kembali menjabat pada Januari 2025 dan memuncak setelah Hegseth memecat Kepala Staf AD Jenderal Randy George secara mendadak.
- Pemecatan George dikritik Driscoll dan sejumlah anggota Partai Republik; posisi Kepala Staf AD masih dijabat pelaksana tugas Christopher LaNeve karena Trump belum menunjuk pengganti.
Dalam laporannya, WSJ menjelaskan, rencana pengunduran diri Driscoll ini dipicu oleh konflik dengan Menteri Pertahanan (Menhan) AS, Pete Hegseth. Sebab, relasi personal antara Driscoll dan Hegseth dikabarkan sudah tidak harmonis selama beberapa bulan terakhir.
1. Konflik Driscoll dan Hegseth sudah dimulai sejak Donald Trump menjabat lagi

potret Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth (flickr.com/Pete Hegseth via commons.wikimedia.org/Pete Hegseth) Konflik antara Driscoll dan Hegseth sebetulnya sudah terjadi saat Donald Trump menjabat lagi sebagai Presiden AS pada Januari 2025 lalu. Ketegangan ini terlihat saat Hegseth melarang Driscoll untuk mengatur kedatangan Trump dan wakilnya, JD Vance, ke markas militer AS untuk memberikan pembekalan soal transformasi.
Konflik antara Driscoll dan Hegseth kemudian makin memanas pada April lalu. Eskalasi ini dipicu keputusan Hegseth untuk memecat Kepala Staf AD AS, Jenderal Randy George. Saat itu, pemecatan ini dilakukan secara tiba-tiba dan tanpa penjelasan apa pun. Padahal, kinerja George di AD AS selama ini terbilang sangat baik.
2. Pemecatan George menuai banyak kecaman dari pejabat AS

potret Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore) WSJ menjelaskan, pemecatan Jenderal George dari jabatannya sebagai Kepala Staf AD AS akhirnya menuai kecaman dari anggota partai pendukung Trump, Partai Republik, dan dari Driscoll sendiri. Driscoll menyebut pemecatan George tidak seharusnya dilakukan. Sebab, ia merupakan prajurit setia yang berkinerja bagus. Berkat kontribusinya, Driscoll bahkan menggambarkan George sebagai “Pemimpin transformasi yang menakjubkan”.
Sejak menjabat sebagai Menhan AS, Hegseth memang kerap menuai kecaman. Sebab, dirinya terbilang sering melakukan atau membuat kebijakan yang kontroversial. Kebiasaan ini lantas menimbulkan keraguan dari para pejabat AS akan kapabilitas Hegseth dalam memimpin Pentagon.
3. Trump belum menunjuk pengganti George hingga saat ini

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menyampaikan pidato tentang perekonomian di Rockland Community College di Suffern, New York, pada 22 Mei 2026. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House) Hingga saat ini, posisi Kepala Staf AD AS yang ditinggalkan George masih kosong. Sebab, Trump belum menunjuk penggantinya. Saat ini, jabatan Kepala Staf AD AS dipegang oleh pelaksana tugas bernama Christopher LaNeve. LaNeve sendiri merupakan mantan ajudan senior yang selalu jadi andalan Hegseth.
Selama 18 bulan menjabat sebagai Sekretaris AD AS, Driscoll terkenal sangat dekat dengan George. Keduanya kerap berkolaborasi untuk melakukan transformasi dan modernisasi teknologi di AD AS. Inilah yang membuat Driscoll merasa amat kehilangan saat Hegseth tiba-tiba memecat George tanpa alasan yang jelas.
“Saya menyukai Jenderal George. (Dia merupakan) pemimpin transformatif yang luar biasa.” kata Driscoll dilansir Anadolu Agency.

















