Kapolda Lapor Prabowo: Karhutla di Riau Semuanya Ulah Manusia

- Kapolda Riau melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa seluruh karhutla di Riau disebabkan manusia, baik sengaja maupun tidak sengaja, berdasarkan temuan dan data kepolisian.
- Polisi menduga perusahaan besar memakai masyarakat kecil untuk membakar lahan bekas panen; Polda Riau memasang 513 plang larangan penanaman di area bekas kebakaran.
- Prabowo meminta tiga terduga pembakar lahan pada 2025 dibawa ke Jakarta untuk didalami, serta melibatkan BIN guna mengungkap kemungkinan pihak lain di balik kasus.
Jakarta, IDN Times - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengungkap dugaan pola pembakaran lahan yang melibatkan masyarakat kecil dalam praktik pembukaan lahan. Herry menyebut, sejumlah perusahaan besar memanfaatkan warga untuk membakar lahan agar dapat kembali ditanami setelah masa panen.
Herry menyampaikan temuan tersebut saat mengikuti rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau bersama Presiden Prabowo Subianto. Herry mengatakan, semua karhutla di Riau disebabkan oleh tangan manusia.
"Untuk upaya pencegahan sekaligus memutus mata rantai karhutla yang disebabkan, semuanya disebabkan oleh manusia, Bapak. Setelah kita melihat data di 2021-2022 pada saat COVID itu zero karhutla. Jadi semua saat ini karhutla semuanya dari manusia, baik yang disengaja maupun tidak disengaja," ujar Herry.
Sebagai langkah pencegahan, Polda Riau memasang 513 plang peringatan pada lokasi yang sebelumnya terbakar. Pemasangan tanda tersebut ditujukan untuk mencegah masyarakat kembali mengolah atau menanami area bekas kebakaran.
"Jadi, bekas kebakaran tidak boleh ada lagi yang melakukan penanaman. Karena ini biasa digunakan modus, modus oleh perusahaan besar, menggunakan petani atau masyarakat kecil, pura-pura memancing di situ kemudian melakukan pembakaran," kata dia.
Herry menjelaskan, polisi menemukan sejumlah orang berada di lokasi kebakaran tanpa memiliki lahan di area tersebut. Pada tahun 2025, Kementerian Lingkungan Hidup juga telah memberikan sanksi kepada lima perusahaan yang memiliki perkebunan sawit. Meski demikian, Herry menegaskan, polisi belum menemukan bukti keterlibatan perusahaan sebagai penyebab langsung karhutla di Riau pada 2026.
"Sampai saat ini (tahun 2026) belum ada, tapi beberapa tersangka yang 2025 setelah kita lakukan investigasi, ada yang tidak mempunyai kebun di situ. Ada dua atau tiga orang. Tetapi dia ada di situ padahal alasan dia hanyalah untuk memancing padahal tidak ada lokasi memancing di situ," ucap Herry.
Mendengar laporan tersebut, Prabowo meminta tiga orang yang diduga terlibat dalam kasus pembakaran pada 2025 dibawa ke Jakarta. Presiden ingin pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain di balik pembakaran lahan.
"Tolong dibawa ke Jakarta ya. Tolong dikirim ke Jakarta, Kapolri ya, kita dalami di sini (Jakarta)," ucap Prabowo.
Prabowo juga meminta Badan Intelijen Negara (BIN) dilibatkan dalam proses pendalaman kasus tersebut. Langkah itu diharapkan dapat membantu mengungkap pola dan pihak yang berada di balik praktik pembakaran lahan.
"Nanti pendalamannya saya juga minta BIN ikut, ya," imbuh Prabowo.
















