Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dari Investasi hingga Padat Karya, Cara Jakarta Buka Kesempatan Kerja bagi Warganya

Dari Investasi hingga Padat Karya, Cara Jakarta Buka Kesempatan Kerja bagi Warganya
ilustrasi pekerja di Jakarta. (123rf.com/ferli)
  • Realisasi investasi Jakarta Semester I-2026 mencapai Rp173,6 triliun, tertinggi nasional dan menyumbang 17,2 persen investasi Indonesia, serta menyerap lebih dari 289.000 tenaga kerja.
  • Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi penyumbang investasi terbesar Rp54,3 triliun, disusul jasa lain Rp43,6 triliun serta perdagangan dan reparasi Rp28,4 triliun.
  • Pemprov DKI membuka 2.843 pekerjaan padat karya sementara selama satu hingga tiga bulan, diprioritaskan bagi pemilik KTP DKI dalam kelompok kesejahteraan Desil 1–5.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Investasi yang masuk ke Jakarta tak hanya tercermin dari nilai triliunan rupiah. Di balik angka tersebut, ada kegiatan usaha yang tumbuh dan kesempatan kerja yang terbuka bagi masyarakat.

Pada Semester I-2026, realisasi investasi di Jakarta mencapai Rp173,6 triliun. Nilai itu menyumbang 17,2 persen dari total investasi nasional dan menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Kesempatan kerja di Jakarta juga tidak semata-mata bergantung pada investasi berskala besar. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta turut membuka lapangan kerja sementara melalui program padat karya bagi warga yang membutuhkan tambahan penghasilan.

Lantas, bagaimana investasi dan program padat karya tersebut berkontribusi terhadap kesempatan kerja di Jakarta? Berikut rangkumannya.

  1. 1. Investasi Rp173,6 Triliun Serap Hampir 300 Ribu Tenaga Kerja

    siaranpers_pemprov_dki-20260806171700_8idsrd_944.jpg
    Pada Semester I 2026, realisasi investasi Jakarta mencapai Rp173,6 triliun atau 17,2 persen dari total realisasi investasi nasional, sekaligus menjadi yang terbesar di Indonesia. (dok. Pemprov DKI Jakarta)

    Dari total investasi tersebut, Rp106,5 triliun berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Rp67,1 triliun dari Penanaman Modal Asing (PMA). Capaian itu menunjukkan kepercayaan investor terhadap Jakarta sebagai salah satu pusat perekonomian nasional.

    Pemprov DKI Jakarta terus berupaya menjaga iklim investasi agar tetap kondusif dan mendukung perkembangan dunia usaha. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta Heru Hermawanto mengatakan, capaian investasi tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya menjaga iklim usaha di Jakarta.

    "Pencapaian ini menunjukkan Jakarta tetap menjadi tujuan utama investasi di Indonesia. Kepercayaan investor yang terus meningkat merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif," ujar Heru di Jakarta, Kamis (6/8).

    Berdasarkan sektor usaha, investasi terbesar berasal dari transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi dengan nilai Rp54,3 triliun atau 31 persen dari total investasi. Sektor jasa lainnya menyusul dengan Rp43,6 triliun atau 25 persen, kemudian perdagangan dan reparasi sebesar Rp28,4 triliun atau 16 persen.

    Investasi tersebut berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Kepala Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (UP JIC) Ezrin Kartika mengatakan, realisasi investasi pada Semester I-2026 menyerap lebih dari 289.000 tenaga kerja. Dari jumlah itu, lebih dari 220.000 tenaga kerja berasal dari investasi PMDN dan sekitar 78.000 tenaga kerja dari PMA.

    "Keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari banyaknya proyek yang sudah atau berhasil dibangun, tetapi juga dari dampak ekonominya. Investasi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Ezrin.

  2. 2. Pemprov DKI Buka 2.843 Kesempatan Kerja lewat Padat Karya

    siaranpers_pemprov_dki-20260615110203_5atwtx_123.jpg
    Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris. (dok. Pemprov DKI Jakarta)

    Selain mengandalkan investasi untuk menciptakan lapangan kerja, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan kesempatan kerja sementara melalui program padat karya.

    Sebanyak 2.843 kesempatan kerja dibuka secara bertahap. Program ini ditujukan bagi warga yang membutuhkan penghasilan dalam jangka pendek sekaligus mendukung kegiatan pembangunan dan pemeliharaan lingkungan kota.

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, program padat karya merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan manfaat ekonomi secara langsung dari pembangunan di Jakarta.

    "Pemprov DKI Jakarta membuka sekitar 2.843 kesempatan kerja padat karya yang akan dilaksanakan secara bertahap sebagai bagian dari bantalan sosial bagi warga Jakarta yang membutuhkan," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (12/6).

    Kesempatan kerja tersebut mencakup berbagai kegiatan perawatan, penataan, dan pemeliharaan lingkungan kota. Pelaksanaannya dilakukan melalui pihak ketiga pada empat perangkat daerah, yakni Dinas Bina Marga, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Dinas Sumber Daya Air, serta Dinas Lingkungan Hidup.

    Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta Afan Adriansyah Idris menjelaskan, peserta padat karya bukan pegawai Pemprov DKI Jakarta ataupun Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP). Masa kerja juga bersifat sementara, sekitar satu hingga tiga bulan, bergantung pada kebutuhan pekerjaan di lapangan.

    "Kesempatan kerja padat karya ini disiapkan agar kegiatan pembangunan dan pemeliharaan kota juga memberikan manfaat langsung bagi warga. Peserta dapat memperoleh penghasilan sementara sekaligus terlibat dalam pekerjaan yang mendukung penataan lingkungan kota," kata Afan.

  3. 3. Warga yang Memenuhi Kriteria Jadi Prioritas

    siaranpers_pemprov_dki-20260615110207_v2ywhu_600.jpg
    Pemprov DKI Jakarta membuka sekitar 2.843 kesempatan kerja padat karya yang akan dilaksanakan secara bertahap sebagai bagian dari bantalan sosial bagi warga Jakarta yang membutuhkan. (dok. Pemprov DKI Jakarta)

    Program padat karya tidak diperuntukkan bagi seluruh pencari kerja. Pemprov DKI Jakarta memprioritaskan warga yang memenuhi kriteria kesejahteraan tertentu. Pendaftar wajib punya KTP DKI Jakarta dan masuk kelompok kesejahteraan Desil 1–5. Pada tahap awal, pendaftaran dibuka sejak 15 Juni 2026 untuk 37 jenis pekerjaan.

    Kesempatan kerja untuk jenis pekerjaan lainnya dibuka secara bertahap, menyesuaikan jadwal pelaksanaan pekerjaan dan kontrak penyedia jasa.

    Setiap pendaftar juga menjalani proses verifikasi untuk memastikan mereka memenuhi kriteria sekaligus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan yang tersedia.

    "Program ini kami prioritaskan bagi warga yang paling membutuhkan. Karena itu, setiap pendaftar akan diverifikasi untuk memastikan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan serta sesuai dengan kebutuhan pekerjaan yang tersedia," tutur Afan.

    Dengan demikian, kesempatan kerja di Jakarta hadir melalui sejumlah jalur. Investasi berskala besar membuka lapangan kerja melalui aktivitas usaha di berbagai sektor. Di sisi lain, program padat karya memberikan kesempatan memperoleh penghasilan dalam jangka pendek bagi warga yang memenuhi kriteria. Keduanya memiliki karakter berbeda, tetapi sama-sama diarahkan agar aktivitas pembangunan di Jakarta memberikan manfaat yang lebih langsung bagi masyarakat.

    "Kami ingin program ini tepat sasaran dan mudah diakses oleh warga yang membutuhkan penghasilan sementara," pungkas Afan.

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More