Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

China Kirim 3 Astronaut demi Misi Pendaratan Bulan

China Kirim 3 Astronaut demi Misi Pendaratan Bulan
ilustrasi peluncuran roket (pexels.com/SpaceX)
Intinya Sih
  • China meluncurkan tiga astronaut dalam misi Shenzhou-23 menuju stasiun luar angkasa Tiangong sebagai bagian dari target pendaratan manusia di Bulan sebelum 2030.

  • Kru Shenzhou-23 akan melakukan eksperimen ilmiah jangka panjang, termasuk penelitian efek mikrogravitasi terhadap tubuh manusia untuk mendukung misi ke Bulan dan Mars.

  • Misi ini menandai percepatan program antariksa China yang bersaing dengan NASA, disertai rencana uji pesawat baru Mengzhou dan kolaborasi internasional di Tiangong.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN TimesChina mengirim tiga astronaut menuju stasiun luar angkasa Tiangong melalui misi Shenzhou-23. Peluncuran ini menjadi bagian dari target Beijing untuk mendaratkan manusia di Bulan sebelum 2030.

Penyiar negara China Central Television (CCTV) melaporkan roket Long March 2-F meluncur sesuai jadwal dari pusat peluncuran Jiuquan di Gurun Gobi, barat laut China, pada Minggu (25/5/2026) pukul 23.08 waktu setempat. Rekaman CCTV memperlihatkan roket meninggalkan landasan dengan semburan api dan asap tebal.

Badan Antariksa China (CMSA) menyatakan pesawat ruang angkasa terpisah sekitar 10 menit setelah peluncuran dan berhasil masuk orbit. CMSA juga menyebut seluruh astronaut berada dalam kondisi baik serta misi berlangsung sukses penuh.

1. Kru Shenzhou-23 menjalankan eksperimen orbit

ilustrasi astronaut (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi astronaut (pexels.com/cottonbro studio)

Dilansir The Guardian, misi ini membawa sejumlah pembaruan, termasuk keterlibatan astronaut pertama asal Hong Kong yang terbang ke luar angkasa, Li Jiaying (43), yang sebelumnya bertugas di kepolisian Hong Kong. Ia bergabung bersama insinyur antariksa Zhu Yangzhu (39) dan Zhang Zhiyuan (39), mantan pilot angkatan udara yang menjalani penerbangan antariksa pertamanya, sementara massa melambaikan bendera China dan musik dimainkan dalam upacara perpisahan kru.

Selama berada di Tiangong, para kru akan menjalankan proyek ilmiah di bidang ilmu kehidupan, ilmu material, fisika fluida, serta kedokteran. Salah satu eksperimen utama dalam misi ini mencakup rencana menempatkan seorang astronaut di orbit selama satu tahun penuh untuk meneliti dampak mikrogravitasi jangka panjang terhadap tubuh manusia.

CMSA menyebut data tersebut akan dipakai untuk mendukung persiapan misi Bulan China dan kemungkinan perjalanan ke Mars. Astronaut yang akan menjalani misi satu tahun penuh bakal diumumkan kemudian sesuai perkembangan misi.

2. Misi jangka panjang menguji ketahanan kru

ilustrasi pemandangan Bumi dari luar angkasa (pexels.com/SpaceX)
ilustrasi pemandangan Bumi dari luar angkasa (pexels.com/SpaceX)

Astrofisikawan sekaligus profesor dari Macquarie University Australia, Richard de Grijs, menjelaskan misi berkepanjangan di orbit membawa tantangan besar bagi manusia dan perangkat pendukungnya. Ia menyebut dampak yang perlu dihadapi meliputi penurunan kepadatan tulang, penyusutan otot, paparan radiasi, gangguan tidur, hingga kelelahan perilaku dan psikologis.

Grijs juga menyoroti pentingnya sistem daur ulang udara dan air yang stabil serta kemampuan menangani keadaan darurat medis jauh dari Bumi. Menurutnya, China sedang membangun pengalaman operasional secara bertahap untuk mendukung okupasi berkelanjutan stasiun Tiangong.

“Satu tahun di orbit mendorong baik perangkat keras maupun manusia ke dalam rezim operasional yang berbeda dibandingkan dengan misi Shenzhou yang lebih pendek pada fase-fase awal program,” katanya, dikutip France 24.

Ia menambahkan kru Tiangong sejauh ini umumnya menetap selama enam bulan. Misi dengan durasi lebih panjang disebut menjadi langkah lanjutan menuju ambisi eksplorasi Bulan dan luar angkasa dalam.

3. China mempercepat program antariksa nasional

Bendera China (pexels.com/aboodi vesakaran)
Bendera China (pexels.com/aboodi vesakaran)

Shenzhou-23 menjadi bagian dari persaingan China dengan program Artemis milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) untuk membawa astronaut ke Bulan sebelum 2030. Beijing juga tengah menyiapkan pesawat ruang angkasa baru Mengzhou yang dijadwalkan menjalani uji terbang orbit pada 2026 sebagai pengganti lini Shenzhou dan kendaraan untuk misi Bulan.

China menargetkan fase pertama Stasiun Riset Bulan Internasional rampung pada 2035 serta berencana menerima astronaut asing pertama dari Pakistan ke stasiun Tiangong pada akhir tahun ini. Dalam tiga dekade terakhir, China memperluas program antariksanya lewat investasi besar untuk mengejar negara-negara utama lain di sektor tersebut.

Program itu mencakup sejumlah pencapaian penting seperti pendaratan probe Chang’e-4 di sisi jauh Bulan pada 2019 yang menjadi pertama di dunia serta keberhasilan rover China mendarat di Mars pada 2021. China juga membangun stasiun luar angkasanya sendiri setelah dilarang bergabung dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) sejak 2011.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More